Makna Peruntungan Usaha dalam Simbol di Budaya Imlek bagi Masyarakat Etnis Tionghoa Surabaya
Kata Kunci:
budaya, imlek, makna, peruntungan, simbol, tionghoaAbstrak
Penggunaan warna merah dan kuning keemasan untuk perayaan Imlek Indonesia memang meriah. Perayaan ini sebagai momentum bagi masyarakat Tionghoa dalam melaksankan sembahyang pada leluhur dan berkumpul bersama keluarga. Warna merah setiap hiasan dan pakaian melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran, sedangkan warna kuning emas melambangkan keagungan atau kewibawaan dalam merayakan pergantian tahun. Masyarakat Tionghoa sangat menjaga kelestarian budaya sendiri sehingga sangat mudah dikenali. Terdapat pemaksanaan dari pelaksanaan budaya Cina melalui simbol-simbolnya, sebut saja jika mengacu pada kalender tradisional Cina ada istilah Tahun Kelinci, Ayam, Ular, Monyet, Tikus dan sebagainya. Masyarakat Tionghoa meyakini bahwa setiap hewan mempunyai karakter yang berbeda-beda. Memahami fenomena ini, masyarakat Tionghoa akan dapat memperkirakan seperti apa bisnis kedepan dan perkiraan halangan yang akan datang. Sehingga, penulis mencermati pemaknaan peruntungan dalam simbol yang melekat budaya imlek masyarakat Tionghoa dan difokuskan di wilayah Surabaya. peneliti menggunakan penelitian metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. menggunakan teknik non probability sampling yaitu teknik purposive sampling. Simpulan dalam penelitian ini adalah masyarakat Tionghoa Surabaya memiliki kepercayaan terhadap tradisi dan terdapat pemaknaan tradisi dimana masyarakat Tionghoa di Surabaya menjunjung tinggi kebiasaan leluhur dan adat istiadat yang telah diwariskan secara turun temurun.
Using red and golden yellow color for Indonesian Chinese new Year Celebration is special rousing. This celebration is a momentum for the Chinese community to carry out prayer to their ancestors and gather with family. The red color of each decoration and clothing symbolizes happiness and prosperity, while the golden yellow symbolizes grandeur or authority in celebrating the turn of the year. Chinese society is very maintaining its own cultural preservation so it is very easy to recognize. There is an implementation of the implementation of Chinese culture through its symbols, let's say if it refers to the traditional Chinese calendar there are the terms Year of the Rabbit, Chicken, Snake, Monkey, Rat and so on. Chinese people believe that each animal has a different character. Understanding this phenomenon, the Chinese community will be able to predict what the future business will look like and expect future obstacles. So, the authors pay close attention to the meaning of fortune in the symbols that are inherent in Chinese Chinese New Year culture and are focused in the Surabaya area.Researchers use descriptive research methods with a qualitative approach. using non probability sampling technique, namely purposive sampling technique. The conclusion in this study is the Chinese Surabaya community has a belief in tradition and there is a meaning of tradition in which the Chinese community in Surabaya upholds ancestral habits and customs that have been passed down from generation to generation.




