Jurnal Psikologi Dinamika https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpd id-ID Jurnal Psikologi Dinamika Stres Kerja dengan Produktivitas Kerja Karyawan di PT Politama Pakindo Ungaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpd/article/view/28433 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara stres kerja dengan produktivitas kerja karyawan pada bagian produksi di PT Politama Pakindo Ungaran. Penelitian ini dilakukan di PT Politama Pakindo Ungaran pada karyawan bagian <em>Finishing </em>dengan jumlah populasinya adalah 148 karyawan. Sampel dalam penelitian ini sebesar 54 karyawan pada bagian <em>finishing </em>dengan teknik <em>purposive sampling </em>dalam pengambilan sampelnya, yaitu dengan menentukan karakteristiknya terlebih dahulu untuk menentukan subjek yang sesuai dengan fenomena yang ditemukan di lapangan. Stres kerja sendiri diukur dengan menggunakan alat ukur psikologi yaitu <em>“The Job Stress Scale” </em>milik Robbins (1996) yang telah dikembangkan oleh penulis dengan total <em>item </em>sebanyak 54 <em>item </em>dan untuk produktivitas kerja sendiri menggunakan data perusahaan. Dari hasil analisis data menggunakan teknik analisis korelasi Pearson yang memperoleh hasil r = 0,375; p&lt;0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara stres kerja dengan produktivitas kerja karyawan di PT Politama Pakindo Ungaran yang menandakan bahwa stres kerja beperan besar terhadap produktivitas kerja pada diri karyawan..</p> <p><em>This study aims to determine whether or not there is a relationship between work stress and Work productivity in the production department in PT Politama Pakindo Ungaran. This research was conducted at PT Politama Pakindo Ungaran on Finishing employees with a total population of 148 employees. The sample in this study amounted to 54 the employee in the finishing section with a purposive sampling technique in taking the sample, namely by determining its characteristics in advance to determine the subject in accordance with the phenomenon found in the field. The stress of alone work is measured using psychological measurement tools, the "Work Stress Scale" owned by Robbins (1996) "Job Stress Scale" measurement tool which was developed by the author with a total of 54 items and for work productivity itself uses company data. From the results of data analysis using analytical techniques Pearson who obtained results r = 0.375; p&lt;0.05. The results showed that there was a positive and significant relationship between work stress and employee work productivity at PT Politama Pakindo Ungaran, which indicates that work stress plays a major role in employee productivity.</em></p> Eka Gerhana Wulansari Sutarto Wijono Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Psikologi Dinamika 2026-10-10 2026-10-10 8 2 Peran Persepsi Dukungan Organisasi Terhadap Work Family Enrichment pada Wanita Bekerja https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpd/article/view/28436 <p>Trend sosial seperti partisipasi wanita yang bekerja, meningkatnya angka perceraian yang menyebabkan semakin banyak orang menjadi orangtua tunggal serta keluarga berpenghasilan ganda menyebabkan seseorang menjadi memiliki komitmen terhadap keluarga sekaligus terhadap pekerjaannya. Permasalahan pekerjaan dan keluarga menjadi dua hal yang penting dalam kehidupan orang dewasa, baik pria maupun wanita. Wanita yang memiliki peran ganda pasti akan mengalami konflik dan stres yang dapat mengurangi kualitas hidup mereka. Tidak jarang wanita yang memiliki peran ganda rentan mengalami stres karena tuntutan pekerjaan dan tuntutan keluarga. tidak semua pekerjaan akan menimbulkan suatu konflik pada wanita yang bekerja, beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan bekerja maka wanita akan mengalami nilai positif dan hal itu mempermudah untuk menjalankan peran di tempat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan <em>work family enrichment</em>. Hipotesis yang diajukan yaitu adanya hubungan yang positif antara persepsi dukungan organisasi dengan <em>work family enrichment </em>pada wanita yang bekerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan pengambilan sampel <em>probability sampling</em>. Subjek dalam penelitian ini adalah dosen dan karyawan Universitas Setia Budi yang sudah menikah yang berjumlah 32 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala persepsi dukungan organsisasi dan skala <em>work family enrichment</em>. Metode analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment. Hasil analisis data menunjukkan korelasi sebesar rxy 0,513 dengan p= 0,003 (p&lt; 0,05). Hal ini membuktikan terdapat hubungan positif antara persepsi dukungan organisasi dengan <em>work family enrichment</em>. Sehingga hipotesis dalam penelitian yang diajukan dapat diterima.</p> <p><em>The existence of social trends such as the participation of women who work, the increasing number of divorces that cause more people to become single parents and multiple income families causes a person to become committed to the family as well as to his work. Work and family problems are two important things in the lives of adults, both men and women. Women who have multiple roles will surely experience conflict and stress that can reduce their quality of life. It is not uncommon for women who have multiple roles to be vulnerable to stress due to work demands and family demands. not all jobs will cause a conflict in women who work, some research shows that by working women will experience positive values and it makes it easier to carry out roles at work. This study aims to determine the relationship between perceived organizational support and work family enrichment. The hypothesis is that there is a positive relationship between perceived organizational support and work family enrichment for working women. This research uses quantitative methods and probability sampling. The subjects in this study were 32 married lecturers and employees of Setia Budi University. The measuring instrument used in this study is the scale of perception of organizational support and work family enrichment scale. The data analysis method used is product moment correlation. The results of data analysis showed a correlation of rxy 0.513 with p = 0.003 (p &lt;0.05). This proves that there is a positive relationship between perceived organizational support and work family enrichment. So the hypothesis in the proposed research can be accepted.</em></p> Rosita Yuniati Prilya Shanty Andrianie Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Psikologi Dinamika 2026-10-10 2026-10-10 8 2 Penerimaan Ibu Yang Memiliki Anak Autis https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpd/article/view/28434 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerimaan seorang ibu yang memiliki anak autis serta untuk mengetahui variasi jawaban subjek yang memiliki anak autis tingkat ringan dan tingkat berat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah empat orang ibu yang memiliki anak autis tingkat ringan (<em>high functioning</em>) dan autis tingkat berat (<em>low functioning</em>) kemudian dipilih menggunakan teknik <em>purposive sample</em>. Pengambilan data terhadap keempat subjek dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara berdasarkan aspek penerimaan ibu. Selain itu, untuk mengetahui objektifitas dan keterandalan dari data yang diperoleh dengan menggunakan triangulasi terhadap suami subjek dan para terapis yang menerapi anak subjek. Hasil penelitian ini adalah keempat ibu yang memiliki anak autis dapat menerima anaknya yang mengalami gangguan autis dengan baik.</p> <p><em>This study aims to determine how acceptance of a mother who has an autistic child and to find out variations in the answers of subjects who have mild and severe levels of autistic children. This study used a qualitative method. The subjects in this study were four mothers who had mild functioning autistic children (high functioning) and severe functioning autism (low functioning) then were selected using a purposive sample technique. Data from to four subjects was collected using observation and interview techniques based on aspects of mothers’ acceptance. In addition, to determine the objectivity and reliability of the data obtained using triangulation of the subject's husband and the therapists who treat the subject's child. The results of this study are the four mothers who have autistic children can receive their children who have autistic disorders well.</em></p> Priscilla Titis Indiarti Puspita Puji Rahayu Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Psikologi Dinamika 2026-10-10 2026-10-10 8 2 Makna Peruntungan Usaha dalam Simbol di Budaya Imlek bagi Masyarakat Etnis Tionghoa Surabaya https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpd/article/view/28435 <p>Penggunaan warna merah dan kuning keemasan untuk perayaan Imlek Indonesia memang meriah. Perayaan ini sebagai momentum bagi masyarakat Tionghoa dalam melaksankan sembahyang pada leluhur dan berkumpul bersama keluarga. Warna merah setiap hiasan dan pakaian melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran, sedangkan warna kuning emas melambangkan keagungan atau kewibawaan dalam merayakan pergantian tahun. Masyarakat Tionghoa sangat menjaga kelestarian budaya sendiri sehingga sangat mudah dikenali. Terdapat pemaksanaan dari pelaksanaan budaya Cina melalui simbol-simbolnya, sebut saja jika mengacu pada kalender tradisional Cina ada istilah Tahun Kelinci, Ayam, Ular, Monyet, Tikus dan sebagainya. Masyarakat Tionghoa meyakini bahwa setiap hewan mempunyai karakter yang berbeda-beda. Memahami fenomena ini, masyarakat Tionghoa akan dapat memperkirakan seperti apa bisnis kedepan dan perkiraan halangan yang akan datang. Sehingga, penulis mencermati pemaknaan peruntungan dalam simbol yang melekat budaya imlek masyarakat Tionghoa dan difokuskan di wilayah Surabaya. peneliti menggunakan penelitian metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. menggunakan teknik <em>non probability sampling </em>yaitu teknik <em>purposive sampling</em>. Simpulan dalam penelitian ini adalah masyarakat Tionghoa Surabaya memiliki kepercayaan terhadap tradisi dan terdapat pemaknaan tradisi dimana masyarakat Tionghoa di Surabaya menjunjung tinggi kebiasaan leluhur dan adat istiadat yang telah diwariskan secara turun temurun.</p> <p><em>Using red and golden yellow color for Indonesian Chinese new Year Celebration is special rousing. This celebration is a momentum for the Chinese community to carry out prayer to their ancestors and gather with family. The red color of each decoration and clothing symbolizes happiness and prosperity, while the golden yellow symbolizes grandeur or authority in celebrating the turn of the year. Chinese society is very maintaining its own cultural preservation so it is very easy to recognize. There is an implementation of the implementation of Chinese culture through its symbols, let's say if it refers to the traditional Chinese calendar there are the terms Year of the Rabbit, Chicken, Snake, Monkey, Rat and so on. Chinese people believe that each animal has a different character. Understanding this phenomenon, the Chinese community will be able to predict what the future business will look like and expect future obstacles. So, the authors pay close attention to the meaning of fortune in the symbols that are inherent in Chinese Chinese New Year culture and are focused in the Surabaya area.Researchers use descriptive research methods with a qualitative approach. using non probability sampling technique, namely purposive sampling technique. The conclusion in this study is the Chinese Surabaya community has a belief in tradition and there is a meaning of tradition in which the Chinese community in Surabaya upholds ancestral habits and customs that have been passed down from generation to generation.</em></p> Puspita Puji Rahayu Priscilla Titis Indiarti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Psikologi Dinamika 2026-10-10 2026-10-10 8 2