https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/issue/feed Jurnal Perubahan Ekonomi 2026-08-31T05:09:37+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/24943 PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM TERHADAP PELAU USAHA SKINCARE NON LABEL BPOM DI KALANGAN MAHASISWA 2026-08-02T12:54:07+00:00 Davin Permata pernatadavin@gmail.com Ashlihah guest@jurnalhst.com <p>Perkembangan industri skincare di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan estetika kulit. Namun, fenomena ini juga diiringi dengan maraknya peredaran produk skincare yang tidak memiliki label Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), disertai praktik klaim berlebihan (overclaim) yang berpotensi merugikan konsumen. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan etika bisnis, khususnya jika ditinjau dari perspektif etika bisnis Islam yang menekankan prinsip kejujuran, amanah, keadilan, serta larangan menimbulkan mudarat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa tentang etika bisnis Islam dalam konteks usaha skincare non label BPOM serta menganalisis perspektif etika bisnis Islam terhadap perilaku pelaku usaha skincare non label BPOM di kalangan mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara kepada mahasiswa semester 3 Program Studi Ekonomi Syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang baik terhadap prinsip etika bisnis Islam dan menilai bahwa praktik usaha skincare tanpa label BPOM bertentangan dengan prinsip kejujuran, amanah, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Skincare non label BPOM dinilai berisiko terhadap kesehatan konsumen, menimbulkan ketidakjelasan (gharar), serta berpotensi merugikan konsumen baik secara fisik maupun psikologis. Selain itu, penelitian ini menunjukkan adanya keterkaitan yang kuat antara etika bisnis Islam dan regulasi BPOM dalam menciptakan praktik usaha yang aman, adil, dan berkelanjutan. Dengan demikian, penerapan etika bisnis Islam dan kepatuhan terhadap regulasi BPOM menjadi landasan penting dalam menjalankan usaha skincare yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga bernilai halal, aman, dan berkah.</p> <p><em>The skincare industry in Indonesia has experienced rapid growth along with increasing public awareness of skin health and aesthetics. However, this development is also accompanied by the widespread circulation of skincare products without registration from the National Agency of Drug and Food Control (BPOM), often supported by exaggerated or misleading claims (overclaims) that may harm consumers. This phenomenon raises ethical concerns, particularly when viewed from the perspective of Islamic business ethics, which emphasizes principles such as honesty, trustworthiness (amanah), justice, and the prohibition of causing harm. This study aims to examine students’ level of understanding of Islamic business ethics in the context of non-BPOM-labeled skincare businesses and to analyze Islamic business ethics perspectives on the practices of non-BPOM skincare business actors among students of Universitas KH. A. Wahab Hasbullah. This research employs a field research approach with qualitative methods. Data were collected through questionnaires and interviews with third-semester students of the Islamic Economics Study Program. The findings indicate that students generally have a good understanding of Islamic business ethics and perceive that the distribution of skincare products without BPOM certification contradicts the principles of honesty, trustworthiness, justice, and social responsibility. Non-BPOM skincare products are considered to pose health risks, create uncertainty (gharar), and potentially cause physical and psychological harm to consumers. Furthermore, the study reveals a strong relationship between Islamic business ethics and BPOM regulations in ensuring safe, fair, and sustainable business practices. Therefore, the application of Islamic business ethics and compliance with BPOM regulations are essential foundations for operating skincare businesses that are not only economically profitable but also halal, safe, and ethically sound</em></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/25897 PERANAN RESEPSIONIS DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN PRIMA DI GRAND MAKASSAR HOTEL 2026-08-28T08:16:15+00:00 Riani Mahgfira magfirariani@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan resepsionis dalam memberikan pelayanan prima di Grand Makassar Hotel dan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur pelayanan prima oleh resepsionis dalam penerimaan tamu di Grand Makassar Hotel. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan yaitu terhitung dari bulan Mei sampai dengan bulan Juni 2026. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu mengumpulkan data-data dan informasi yang dibutuhkan, selanjutnya data tersebut diolah kemudian dipaparkan. Instrumen penelitian ini menggunakan daftar ceklis observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung peranan resepsionis dalam memberikan pelayanan prima dan penerapan unsur-unsur pelayanan prima oleh resepsionis di Grand Makassar Hotel, wawancara digunakan untuk memperoleh informasi mendalam dari informan mengenai pelaksanaan pelayanan prima, serta dokumentasi digunakan sebagai data pendukung yang memperkuat hasil observasi dan wawancara. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa peranan resepsionis dalam memberikan pelayanan prima di Grand Makassar Hotel telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan penerapan terhadap keenam unsur pelayanan prima, yaitu ability, attitude, appearance, attention, action, and accountability. Terbukti dari hasil observasi dan wawancara dengan informan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa, Resepsionis mampu menunjukkan kemampuan, sikap, penampilan, perhatian, tindakan, dan tanggung jawab yang mendukung terciptanya pelayanan berkualitas, sehingga memberikan kesan yang positif dan meningkatkan kepuasan tamu selama menginap di hotel. Penelitian ini menyarankan agar Grand Makassar Hotel terus meningkatkan kualitas pelayanan resepsionis melalui pelatihan dan evaluasi berkala guna mempertahankan kepuasan tamu serta meningkatkan citra positif hotel.</p> <p><em>This study aims to examine the role of receptionists in delivering excellent service at Grand Makassar Hotel and to identify the implementation of the elements of excellent service by receptionists in the guest reception process at Grand Makassar Hotel. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. The study was conducted over a two-month period, from May to June 2026. The data were analyzed using descriptive qualitative analysis by collecting the required data and information, processing them systematically, and presenting the findings descriptively. The research instruments included an observation checklist, interview guidelines, and documentation. Observation was concucted to directly examine the role of receptionists in delivering excellent service and the implementation of excellent service elements at Grand makassar Hotel, Interviews were carried out to obtain in-depth information from the informants regarding the implementation of excellent service, while documentation served as supporting evidence to strengthen the findings obtained through observation and interviews.</em> <em>The findings indicate that the role of receptionists in delivering excellent service at Grand Makassar Hotel has been effectively performed in accordance with the implementation of the six elements of excellent service, namely ability, attitude, appearance, attention, action, and accountability. This conclusion is supported by the results of both observations and interviews with the informants.</em> <em>Based on the findings, it can be concluded that the receptionists demonstrate competence, positive attitudes, profesional appearance, attentiveness, appropriate actions, and accountability in delivering high-quality service. These qualities contribute to creating a positive impression and enhancing guest satisfaction throughout their stay at the hotel. Therefore, this study recommends that Grand Makassar Hotel continuously improve the quality of receptionist services through regular training and periodic performance evaluations in order to maintain guest satisfaction and strengthen the hotel’s positive image.</em></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/25380 STRATEGI MARKETING DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN TELUR ASIN MEREK EGGS JURAGAN DI DUSUN PAGIREN, JAMBEWANGI, SECANG, MAGELANG 2026-08-13T06:12:24+00:00 Wiwik Kurniawati wiwikkurniawati698@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Telur Asin merek Eggs Juragan di Dusun Pagiren, Jambewangi, Secang, Magelang, serta mengukur efektivitasnya dalam meningkatkan penjualan. Usaha yang dirintis sejak tahun 2024 ini menghadapi tekanan persaingan pasar yang semakin ketat, sehingga membutuhkan formulasi strategi marketing yang tepat agar mampu bertahan dan berkembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung di rumah produksi, dokumentasi berupa foto dan catatan kegiatan, serta wawancara mendalam dengan pemilik usaha dan beberapa konsumen. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keunggulan strategi pemasaran Eggs Juragan bertumpu pada kualitas produk, yaitu telur asin bertekstur masir, higienis, bebas tawas, dan menggunakan air perasan jeruk untuk menghilangkan bau amis. Promosi dilakukan melalui kombinasi pendekatan door to door dan pemanfaatan media sosial. Kepuasan dan loyalitas konsumen menjadi faktor pendukung utama keberlangsungan usaha. Namun demikian, analisis SWOT mengungkap beberapa faktor penghambat, yakni tingginya tingkat persaingan dengan produk sejenis, keterbatasan modal usaha, dan minimnya variasi produk. Penelitian ini merekomendasikan agar Eggs Juragan lebih inovatif dalam mengembangkan variasi produk serta mengoptimalkan media promosi digital guna memperluas jangkauan pasar.</p> <p><em>This study aims to analyze the marketing strategy implemented by the Micro, Small, and Medium Enterprise (MSME) of salted eggs under the "Eggs Juragan" brand in Pagiren Hamlet, Jambewangi, Secang, Magelang, and to assess its effectiveness in increasing sales. Established in 2024, the business faces increasingly intense market competition, requiring an appropriate marketing strategy formulation to sustain and grow the enterprise. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through direct observation at the production site, documentation in the form of photographs and activity records, and in-depth interviews with the business owner and several consumers. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, with source triangulation applied to ensure data validity. The findings indicate that the core strength of Eggs Juragan's marketing strategy lies in product quality: salted eggs that are grainy in texture, hygienically processed, free from alum, and treated with lime juice to eliminate the fishy odor. Promotion is carried out through a combination of door-to-door sales and social media utilization. Customer satisfaction and loyalty serve as the main supporting factors for business continuity. However, the SWOT analysis identifies several inhibiting factors, namely intense competition from similar products, limited business capital, and a lack of product variation. This study recommends that Eggs Juragan become more innovative in developing product variations and optimize digital promotional media to expand its market reach.</em></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/24994 IDENTIFIKASI DAN MITIGASI RISIKO GHARAR DALAM TRANSAKSI JUAL BELI ONLINE: TERHADAP PERAN MAHASISWA UNWAHA SEBAGAI KONSUMEN 2026-08-04T06:41:31+00:00 Amanda Eka Rizkiya amandaeka2808@gmail.com Ashlihah ashlihah@unwaha.ac.id <p>Perkembangan teknologi digital mendorong maraknya transaksi jual beli online di kalangan mahasiswa, meskipun berpotensi mengandung unsur gharar (ketidakjelasan) yang bertentangan dengan prinsip ekonomi syariah dan merugikan konsumen. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat pemahaman mahasiswa terhadap konsep gharar dalam transaksi daring menurut perspektif ekonomi syariah, serta menganalisis peran mereka dalam mitigasi risiko tersebut sebagai konsumen. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengurwmpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumentasi terhadap mahasiswa Universitas KH. A. Wahb Hasbullah. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman mahasiswa terhadap gharar masih beragam; sebagian belum menguasai konsep secara teoritis meskipun sering mengalaminya dalam praktik. Risiko gharar utama mencakup ketidakjelasan spesifikasi barang, ketidaksesuaian deskripsi dengan realitas, ketidakpastian pengiriman, serta ketidakjelasan pengambilan barang. Mitigasi dilakukan mahasiswa melalui kehati-hatian memilih penjual, pembacaan deskripsi teliti, pemanfaatan ulasan konsumen, dan fitur perlindungan platform e-commerce. Penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan literasi ekonomi syariah, kesadaran konsumen, dukungan platform, serta regulasi penguat diperlukan untuk meminimalkan gharar, sehingga transaksi online berjalan adil, transparan, dan sesuai syariah</p> <p><em>The advancement of digital technology has spurred the proliferation of online buying and selling transactions among university students, despite their potential to contain elements of gharar (uncertainty) that contradict Sharia economic principles and harm consumers. This study aims to identify the level of students' understanding of the concept of gharar in online transactions from a Sharia economic perspective, as well as to analyze their role in mitigating such risks as consumers. A qualitative descriptive approach was employed, with data collection techniques including in-depth interviews, participant observation, and document analysis targeting students at Universitas KH. A. Wahb Hasbullah.</em> <em>The research findings indicate that students' understanding of gharar remains varied; some lack theoretical mastery of the concept despite frequently experiencing it in practice. The primary gharar risks include unclear product specifications, discrepancies between descriptions and reality, delivery uncertainties, and ambiguities in product pickup. Students mitigate these risks through cautious seller selection, thorough reading of descriptions, utilization of consumer reviews, and leveraging e-commerce platform protection features.The study concludes that enhancing Sharia economic literacy, consumer awareness, platform support, and strengthening regulations are essential to minimize gharar, thereby ensuring online transactions are fair, transparent, and compliant with Sharia principles</em></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/25896 PENGARUH KEMAMPUAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR 2026-08-28T07:21:53+00:00 Indah Sari indahahmad1711@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemampuan sumber daya manusia (SDM) terhadap kualitas pelayanan publik pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kepulauan Selayar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan sampel sebanyak 38 responden pengguna layanan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling berdasarkan rumus Slovin. Variabel kemampuan SDM diukur melalui lima dimensi kompetensi Spencer &amp; Spencer (motif, sifat, konsep diri, pengetahuan, dan keterampilan), sedangkan kualitas pelayanan diukur menggunakan lima dimensi SERVQUAL Parasuraman et al. (bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati). Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear sederhana dan uji hipotesis (uji t) dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penelitian valid dan reliabel (Cronbach's Alpha &gt; 0.90). Persamaan regresi linear sederhana yang diperoleh adalah Y = 0,826 + 0,945X. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,593 mengindikasikan bahwa kemampuan SDM memberikan kontribusi sebesar 59,3% terhadap variasi kualitas pelayanan, sedangkan 40,7% dipengaruhi oleh faktor luar. Uji t menghasilkan nilai t_hitung = 7,239 dengan signifikansi 0,000 (&lt; 0,05), yang membuktikan bahwa kemampuan SDM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan. Peningkatan kompetensi aparatur melalui pendidikan, pelatihan teknis digital, serta pembinaan disiplin kerja menjadi rekomendasi strategis dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima.</p> <p><em>This study aims to analyze the effect of human resource (HR) capabilities on public service quality at the Population and Civil Registration Agency of Kepulauan Selayar Regency. A quantitative associative research design was employed with 38 respondents selected via accidental sampling using Slovin's formula. HR capability was measured based on Spencer &amp; Spencer's competency framework (motives, traits, self-concept, knowledge, skills), while service quality was evaluated using Parasuraman et al.'s SERVQUAL dimensions (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy). Data were analyzed using simple linear regression and t-test via IBM SPSS Statistics. The instruments proved to be highly valid and reliable (Cronbach's Alpha &gt; 0.90). Simple linear regression generated the equation Y = 0.826 + 0.945X. The coefficient of determination (R²) of 0.593 indicates that HR capability accounts for 59.3% of the variance in service quality. The t-test yielded t_count = 7.239 (p = 0.000 &lt; 0.05), confirming a positive and significant effect of HR capability on service quality. Enhancing employee competencies through technical training and work discipline optimization is highly recommended</em></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/25027 ANALISIS KUALITATIF PADA EFEKTIVITAS BANK SAMPAH DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTTERAAN MASYARAKAT DENGAN METODE SWOT 2026-08-06T03:42:14+00:00 Wahyu Azalea Az'zahra wahyuazalea2@gmail.com Bekti Widyaningsih bekti@unwaha.ac.id <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan sampah rumah tangga yang masih menjadi tantangan dimasyarakat, serta potensi bank sampah dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Bank Sampah Sanggar Hijau Indonesia (SHI) di Kaliwungu, Jombang, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan analisis SWOT. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan jumlah informan sebanyak 8 orang yang terdiri dari pengelola, nasabah, toko masyarakat dan relawan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Efektivitas diukur berdasarkan empat dimensi kesejahteraan: Ekonomi, Sosial, Lingkungan dan Kesehatan. Tugas fokus utama penelitian ini adalah mengetahui tingkat efektivitas program, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan strategi pengelolaan berdasarkan hasil analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa bank sampah Sanggar Hijau Indonesia memiliki kekuatan berupa partisipasi masyarakat dan manfaat ekonomi, kelemahan terdapat pada keterbatasan sumber daya manusia, peluang berupa dukungan dari pemerintah dan meningkatnya kesadaran masyarakat, serta ancaman berupa fluktuasi harga sampah dan rendahnya kesasdaran sebagian masyarakat. Keberadaan bank sampah terbukti memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Kesimpulannya, Bank Sampah Sanggar Hijau Indonesia berperan positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sejalan dengan prinsip ekonomi syari’ah.</p> <p><em>This research is motivated by the problem of household waste which remains a challenge in the community, as well as the potential of waste banks in improving economic welfare. This study aims to analyze the effectiveness of the Sanggar Hijau Indonesia (SHI) Waste Bank in Kaliwungu, Jombang, in improving community welfare through a SWOT analysis approach. The method used is a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques were carried out through interviews, observations, and documentation with a total of 8 informants consisting of managers, customers, community shops and volunteers selected using purposive sampling. Effectiveness is measured based on four dimensions of welfare: Economic, Social, Environmental and Health. The main focus of this research is to determine the level of program effectiveness, identify supporting and inhibiting factors, and formulate management strategies based on the results of the SWOT analysis. The results show that the Sanggar Hijau Indonesia waste bank has strengths in the form of community participation and economic benefits, weaknesses lie in limited human resources, opportunities in the form of government support and increased public awareness, and threats in the form of fluctuations in waste prices and low awareness of some members of the community. The existence of the waste bank has been proven to provide additional income for the community and increase concern for the environment. In conclusion, the Sanggar Hijau Indonesia Waste Bank plays a positive role in improving community welfare and is in line with sharia economic principles.</em></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi