https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/issue/feed Jurnal Perubahan Ekonomi 2026-07-30T18:57:54+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/24100 ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI CABAI KERITING (Capsicum annuum L.) PADA MUSIM PENGHUJAN DI DESA CANDIREJO KABUPATEN BLITAR 2026-07-10T13:10:00+00:00 Hadi Santoso hadisantosoo1234567@gmail.com Tri Kurniastuti kurniastuti5@gmail.com Jeka Widiatmanta jekawidi74@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan serta mengetahui tingkat kelayakan ekonomi usahatani cabai keriting pada musim penghujan di Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Penelitian dilaksanakan pada periode Oktober 2025 hingga Maret 2026 dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang dipilih secara purposive, dengan seluruh populasi petani cabai keriting sebanyak 32 orang dijadikan sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner, observasi, dan dokumentasi, dengan variabel yang diamati meliputi biaya produksi (biaya tetap dan biaya variabel), produksi, harga jual, penerimaan, pendapatan, serta indikator kelayakan ekonomi berupa R/C Ratio, B/C Ratio, dan Break Even Point (BEP). Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menghitung total biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta tingkat kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi sebesar Rp 86.787.713 per ha, dengan penerimaan sebesar Rp 273.296.772 per ha, serta pendapatan sebesar Rp 186.509.059 per ha. Nilai R/C Ratio sebesar 3,3 per ha, dan B/C Ratio sebesar 2,3 per ha yang menunjukkan bahwa usahatani cabai keriting layak dan menguntungkan untuk diusahakan. Selain itu, nilai BEP produksi sebesar 4.078 kg per ha, BEP harga sebesar Rp 9.003 per ha, dan BEP penerimaan sebesar Rp 86.787.713 per ha menunjukkan bahwa kondisi aktual usahatani berada di atas titik impas. Dengan demikian, usahatani cabai keriting pada musim penghujan di Desa Candirejo memiliki prospek ekonomi yang baik dan layak untuk dikembangkan.</p> <p><em>This study aims to analyze production costs, revenue, and income, as well as to determine the economic feasibility of curly chili farming during the rainy season in Candirejo Village, Ponggok District, Blitar Regency. The research was conducted from October 2025 to March 2026 using a quantitative descriptive method with a purposive approach. The total population of 32 curly chili farmers was taken as respondents. Data collection was carried out through interviews using questionnaires, observation, and documentation. The variables observed included production costs (fixed costs and variable costs), production output, selling price, revenue, income, and feasibility indicators such as the R/C Ratio, B/C Ratio, and Break Even Point (BEP). Data analysis was conducted quantitatively by calculating total production costs, revenue, income, and the level of business feasibility. The results showed that the average production cost was IDR 86.787.713 per hectare, with revenue of IDR 273.296.772&nbsp; per hectare, and income of IDR 186.509.059&nbsp; per hectare. The R/C Ratio was 3.3 per hectare, and the B/C Ratio was 2.3 per hectare, indicating that curly chili farming is feasible and profitable. In addition, the BEP production was 4.078 kg per hectare, the BEP price was IDR 9.003 per hectare, and the BEP revenue was IDR 86.787.713 per hectare. These results indicate that the actual farming conditions are above the break-even point. Therefore, curly chili farming during the rainy season in Candirejo Village has good economic prospects and is feasible for further development.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/23715 PENGARUH METODE REGRESI TIME SERIES LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS TERHADAP LABA BERSIH (Studi Kasus pada PT Mayora Indah Tbk Tahun 2020-2024) 2026-06-29T13:31:57+00:00 Lyra Aprilia Putri putri.112310264@mhs.pelitabangsa.ac.id Zahra Aulianur Widayat zahra.aulianur.w@gmail.com Dian Kartika Dewi diankartikadewi29@gmail.com Dheni Eka Mahendra dhenieka18@gmail.com Angelica Juliana Della angelicajuliana249@gmail.com Sunita Dasman sunita.dasman@pelitabangsa.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh likuiditas dan profitabilitas terhadap laba bersih PT Mayora Indah Tbk periode 2020–2024 menggunakan metode regresi time series. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa likuiditas memiliki pengaruh negatif terhadap laba bersih, sedangkan profitabilitas memiliki pengaruh positif. Namun, kedua variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap laba bersih baik secara parsial maupun simultan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 89,78% menunjukkan bahwa variasi laba bersih dapat dijelaskan oleh likuiditas dan profitabilitas, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.</p> <p><em>This study aims to analyze the effect of liquidity and profitability on the net income of PT Mayora Indah Tbk during the 2020–2024 period using a time series regression method. This study employs a quantitative approach using secondary data obtained from the company's annual financial statements. The results indicate that liquidity has a negative effect on net income, while profitability has a positive effect. However, both variables do not significantly affect net income either partially or simultaneously. The coefficient of determination (R²) of 89.78% indicates that liquidity and profitability explain most of the variation in net income, while the remaining portion is influenced by other factors outside the study.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/24478 PENGARUH PENGGUNAAN MOBILE BANKING TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN PRIBADI KARYAWAN PUSAT DISTRIBUSI ALFAMART BATI-BATI 2026-07-21T04:59:36+00:00 Ma'ruf Ismail ismailm@gmail.com Rahmatullah Alfikri rahmatullah@politala.ac.id Muhammad Saleh msaleh@ulm.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mobile banking terhadap pengelolaan keuangan pribadi karyawan Pusat Distribusi Alfamart Bati-Bati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Pusat Distribusi Alfamart Bati-Bati yang berjumlah ±300 orang. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 100 responden yang memenuhi kriteria purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistik 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mobile banking (X) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan pribadi (Y) karyawan Pusat Distribusi Alfamart Bati-Bati. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 2,396 &gt; t tabel sebesar 1,667 serta nilai signifikansi sebesar 0,019 &lt; 0,05. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,073 menunjukkan bahwa penggunaan mobile banking (X) memberikan pengaruh sebesar 7,3% terhadap pengelolaan keuangan pribadi (Y), sedangkan sisanya sebesar 92,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.</p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/23846 PEMBINAAN & PENGEMBANGAN JAMAAH MASJID 2026-07-02T13:42:17+00:00 Sugiharto sugih.arto@uinjkt.ac.id Muhammad Wahyu Tauhid muhwt05@gmail.com Agisna Salmah salmahagisna@gmail.com Nadya ndyafzyh9@gmail.com Azhar Khoirulloh azharkhoirulloh1203@gmail.com Nabila Putri Yania nabilaputriy175@gmail.com Muhammad Wildan Gibran idanclaw99@gmail.com <p>Makalah ini membahas tentang pembinaan dan pengembangan jamaah masjid sebagai bagian dari manajemen masjid. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat. Pembinaan dan pengembangan jamaah bertujuan untuk meningkatkan kualitas keimanan, pemahaman agama, serta partisipasi aktif jamaah dalam kegiatan kemasyarakatan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pembinaan jamaah dapat dilakukan melalui pengajian rutin, pelatihan kepemimpinan, pengembangan bakat remaja masjid, dan program sosial. Faktor pendukung meliputi dukungan pengurus masjid, partisipasi jamaah, serta sarana prasarana yang memadai. Adapun faktor penghambatnya antara lain kesibukan jamaah, minimnya sumber daya manusia, dan kurangnya inovasi program. Kesimpulan makalah ini adalah pembinaan dan pengembangan jamaah masjid memerlukan perencanaan yang sistematis serta pendekatan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat sekitar.</p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/24413 ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK WAJAN ALUMINIUM MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS DI CV. SP ALUMINIUM 2026-07-18T11:53:41+00:00 Siti Riyani sitiriyani.st@gmail.com Andung Jati Nugroho andung.nugroho@uty.ac.id <ol start="2025"> <li>SP Aluminium merupakan perusahaan manufaktur di Yogyakarta yang bergerak dalam bidang pengecoran aluminium untuk memproduksi berbagai peralatan rumah tangga sesuai permintaan pelanggan. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah tingginya tingkat cacat pada produk wajan Super Merah No.10, yang menimbulkan kerugian material, pemborosan waktu, dan ketidakmampuan memenuhi seluruh pesanan pelanggan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis cacat dominan, menganalisis akar penyebabnya, serta merumuskan rekomendasi perbaikan menggunakan metode Seven Tools, yang meliputi check sheet, histogram, diagram Pareto, stratifikasi, scatter diagram, peta kendali p, dan diagram sebab-akibat (fishbone). Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi hasil inspeksi kualitas selama periode Mei–Juli 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total produksi sebanyak 7.259 unit ditemukan proporsi cacat rata-rata sebesar 12,9%, dengan cacat berlubang sebagai jenis cacat paling dominan (75% dari total cacat), diikuti cacat pecah (20%) dan cacat berpori (5%). Analisis peta kendali menunjukkan proses secara umum berada dalam batas kendali statistik, meskipun ditemukan beberapa titik yang mendekati batas atas, mengindikasikan variasi proses yang masih perlu dikendalikan. Diagram sebab-akibat mengungkap bahwa faktor metode kerja dan mesin menjadi penyebab dominan cacat berlubang, sedangkan cacat pecah dan berpori masing-masing dipengaruhi oleh ketidakstabilan tekanan mesin serta kualitas material. Penelitian ini merekomendasikan standarisasi prosedur pembersihan cetakan, peningkatan kestabilan mesin press, serta pengendalian kualitas bahan baku sebagai langkah prioritas perbaikan</li> <li><em> SP Aluminium is a manufacturing company in Yogyakarta engaged in aluminum casting to produce various household appliances according to customer orders. The company faces a persistently high defect rate in its Super Merah No.10 cookware, resulting in material losses, wasted time, and an inability to fulfill customer demand in full. This study aims to identify the dominant defect types, analyze their root causes, and formulate improvement recommendations using the Seven Tools method, comprising check sheets, histograms, Pareto diagrams, stratification, scatter diagrams, p-control charts, and cause-and-effect (fishbone) diagrams. Data were collected through direct observation, interviews, and quality-inspection documentation over the May–July 2025 period. The results show that out of 7,259 units produced, the average defect proportion reached 12.9%, with perforation defects as the most dominant type (75% of total defects), followed by cracking (20%) and porosity (5%). Control chart analysis indicated that the process was generally within statistical control, although several points approached the upper control limit, suggesting process variation that still requires attention. The fishbone analysis revealed that work-method and machine factors were the dominant causes of perforation defects, while cracking and porosity were respectively influenced by unstable press pressure and material quality. This study recommends standardizing mold-cleaning procedures, improving press-machine stability, and tightening raw-material quality control as priority improvement actions.</em></li> </ol> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/23775 ANALISIS PELUANG, ANCAMAN, DAN DAMPAK ISU PERDAGANGAN GLOBAL TERHADAP KINERJA EKSPOR DI SEKTOR KERAJINAN TANGAN INDONESIA DENGAN STUDI KASUS JEPANG DAN UNI EMIRAT ARAB TAHUN 2025 2026-07-01T06:11:55+00:00 Syipa Siti Patimah syipasitipatimah20@gmail.com <p>Perdagangan internasional menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya melalui kegiatan ekspor sektor ekonomi kreatif seperti kerajinan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang, ancaman, serta dampak isu perdagangan global terhadap kinerja ekspor kerajinan tangan Indonesia dengan studi kasus Jepang dan Uni Emirat Arab tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Trade Map, serta berbagai jurnal ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspor kerajinan tangan Indonesia mengalami tren peningkatan di kedua negara tersebut, didorong oleh tingginya permintaan produk handmade dan ramah lingkungan. Namun, terdapat berbagai tantangan seperti persaingan global, standar kualitas internasional, serta dampak kebijakan perdagangan global seperti kenaikan tarif dan proteksionisme.</p> <p><em>International trade is one of the key factors in supporting Indonesia’s economic growth, particularly through export activities in the creative economy sector such as handicrafts. This study aims to analyze the opportunities, threats, and the impact of global trade issues on the export performance of Indonesian handicrafts, with case studies of Japan and the United Arab Emirates in 2025. The research method used is descriptive with both quantitative and qualitative approaches. Data were obtained from Statistics Indonesia (BPS), Trade Map, and various related scientific journals. The results show that Indonesian handicraft exports to both countries have experienced an increasing trend, driven by high demand for handmade and environmentally friendly products. However, there are several challenges, including global competition, international quality standards, and the impact of global trade policies such as tariff increases and protectionism.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/24147 ANALISIS KEBIJAKAN PENDIDIKAN TENTANG PESANTREN (UU RI NOMOR 18 TAHUN 2019) 2026-07-12T04:14:09+00:00 Nur Azizah nura90956@gmail.com Riska Ulyandayani ulyandayani723@gmail.com Awaliah Musgamy awaliah.musgami@uin-alauddin.ac.id Yuspiani yuspiani@uin-alauddin.ac.id <p>Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Namun, sebelum lahirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, eksistensi pesantren belum memperoleh pengakuan hukum yang komprehensif dalam sistem pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pendidikan pesantren dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 serta mengkaji dampak dan implikasinya terhadap pengembangan pesantren di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi dan literatur dengan sumber utama berupa Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren serta berbagai buku, jurnal, dan dokumen kebijakan terkait. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi substansi kebijakan, dinamika perumusan, serta implikasi implementasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UU Pesantren memberikan pengakuan formal terhadap pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional melalui fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Kebijakan ini memperkuat legalitas kelembagaan pesantren, memberikan jaminan kesetaraan lulusan, memperluas akses pendanaan, serta mendorong peningkatan kualitas tata kelola pendidikan pesantren. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa kesiapan sumber daya manusia, standar mutu pendidikan, dan potensi berkurangnya otonomi pesantren akibat intervensi regulasi. Dengan demikian, UU Nomor 18 Tahun 2019 merupakan kebijakan strategis yang mendukung penguatan pesantren dalam sistem pendidikan nasional, namun pelaksanaannya memerlukan keseimbangan antara dukungan negara dan kemandirian pesantren agar nilai-nilai khas pesantren tetap terjaga.</p> <p><em>Pesantren are the oldest Islamic educational institutions in Indonesia and play a strategic role in education, religious propagation (da'wah), and community empowerment. However, prior to the enactment of Law Number 18 of 2019 concerning Pesantren, their existence had not received comprehensive legal recognition within the national education system. This study aims to analyze the educational policy on pesantren as stipulated in Law Number 18 of 2019 and to examine its impacts and implications for the development of pesantren in Indonesia. This research employs a qualitative approach using a library research method. Data were collected through documentation and literature review, with the primary source being Law Number 18 of 2019 concerning Pesantren, supported by books, scholarly journals, and related policy documents. Data were analyzed using content analysis to identify the substance of the policy, the dynamics of its formulation, and the implications of its implementation. The findings indicate that the Pesantren Law provides formal recognition of pesantren as an integral part of the national education system through their educational, religious, and community empowerment functions. The policy strengthens the legal status of pesantren institutions, ensures the equivalency of graduates, expands access to funding, and promotes improvements in the quality of pesantren governance and education. Nevertheless, its implementation still faces several challenges, including the readiness of human resources, educational quality standards, and the potential reduction of pesantren autonomy due to regulatory intervention. Therefore, Law Number 18 of 2019 represents a strategic policy that supports the strengthening of pesantren within the national education system. However, its successful implementation requires a balance between government support and institutional independence to preserve the distinctive values and traditions of pesantren.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/23752 ANALISIS STRUKTUR DIMENSI KUALITAS LAYANAN DAN EFISIENSI OPERASIONAL BERBASIS FACTOR ANALYSIS PADA SEKTOR UMKM 2026-06-30T11:26:03+00:00 Akbar Bakhtiar Widiyanto akbarbakhtiarwidiyanto@mhs.pelitabangsa.ac.id Cipto Putro Nugroho ciptoputronugroho@gmail.com Dhandy Ryan Yavitcho dhandyryanyavitcho@gmail.com Rizky Febryansyah yasinhilala@gmail.com Royhan Hidayat theroyhans@gmail.com Sunita Dasman sunita.dasman@pelitabangsa.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur dimensi laten dari kualitas layanan dan efisiensi operasional pada sektor UMKM kuliner, dengan studi kasus pada Raja Bubur Cianjur di Ciantra. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui penerapan Exploratory Factor Analysis (EFA). Data dikumpulkan melalui instrumen kuesioner yang disebarkan kepada konsumen dan dievaluasi menggunakan perangkat lunak statistik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa data layak dianalisis dengan nilai Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) sebesar 0,690 dan signifikansi Bartlett’s Test sebesar 0,000. Analisis faktor berhasil mereduksi enam indikator awal menjadi dua faktor utama. Faktor pertama, "Kualitas Layanan Fisik dan Interaksi", mendominasi dimensi kepuasan pelanggan. Faktor kedua, "Efisiensi Sistem Operasional", merepresentasikan keandalan dapur dan kelancaran operasional. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi UMKM untuk meningkatkan standar kebersihan dan keramahan, serta mengoptimalkan sistem manajemen pesanan guna mendukung profitabilitas dan kepuasan konsumen.</p> <p>This study aims to identify the latent dimensional structure of service quality and operational efficiency in the culinary MSME sector, with a case study of Raja Bubur Cianjur in Ciantra. The method used is a quantitative approach through the application of Exploratory Factor Analysis (EFA). Data were collected through questionnaires distributed to consumers and evaluated using statistical software. The test results showed that the data was adequate for analysis with a Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) value of 0.690 and a Bartlett's Test significance of 0.000. Factor analysis successfully reduced the initial six indicators into two main factors. The first factor, "Physical Service and Interaction Quality", dominates the dimension of customer satisfaction. The second factor, "Operational System Efficiency", represents kitchen reliability and operational smoothness. These findings provide practical implications for MSMEs to improve cleanliness and hospitality standards, as well as optimize order management systems to support profitability and customer satisfaction.</p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/24133 SARANA DAN FASILITAS MASJID 2026-07-11T09:06:40+00:00 Sugiarto sugih.arto@uinjkt.ac.id Intan Qorotull Aini qurotullaini09@gmail.com Muhammad Yazriel Imam Putra imamyazrielrmz@gmail.com Ayu Lestari ayultari76@gmail.com Muhammad Hafidz Azis muhammadhafidzazis@gmail.com Syarif Ali Ibrahim syarifaliibrahim@gmail.com Muhammad Rifqi Bustomi muhammadrifqibustomi@gmail.com <p>Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, melainkan juga sebagai pusat kegiatan sosial, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Keberhasilan optimalisasi fungsi-fungsi tersebut sangat dipengaruhi oleh ketersediaan serta kualitas sarana dan fasilitas yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan, kondisi eksisting, serta efektivitas sarana dan fasilitas masjid dalam mendukung kenyamanan jemaah dan kelancaran berbagai program keagamaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara bersama pengurus takmir, dan penyebaran kuesioner kepada jemaah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas utama seperti ruang utama salat, tempat wudu, dan area bersuci secara umum berada dalam kondisi baik dan bersih. Kendati demikian, beberapa sarana penunjang seperti aksesibilitas bagi penyandang disabilitas (lansia dan difabel), manajemen sistem informasi berbasis digital, serta fasilitas perpustakaan masih memerlukan pengembangan lebih lanjut. Pengelolaan aset yang terstruktur serta partisipasi aktif finansial dari masyarakat menjadi faktor kunci dalam pemeliharaan fasilitas secara berkelanjutan. Rekomendasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi pengurus takmir dalam mengoptimalkan pelayanan demi meningkatkan kekhusyukan ibadah dan kesejahteraan jemaah.</p> <p><em>Mosques serve not only as places of ritual worship but also as centers for social, educational, and community empowerment activities. The optimal success of these functions is highly influenced by the availability and quality of adequate infrastructure and facilities. This study aims to analyze the management, existing conditions, and effectiveness of mosque facilities and infrastructure in supporting congregational comfort and the smooth execution of various religious programs. The research method employed is descriptive qualitative, with data collection techniques including field observations, interviews with the mosque management (takmir), and questionnaires distributed to the congregation. The results indicate that core facilities, such as the main prayer hall, ablution areas, and restrooms, are generally in good and clean condition. However, several supporting facilities, such as accessibility for people with disabilities (the elderly and disabled), digital-based information management systems, and library facilities, still require further development. Structured asset management and active financial participation from the community are identified as key factors for sustainable facility maintenance. The recommendations from this study are expected to provide practical guidance for mosque administrators in optimizing services to enhance the solemnity of worship and the well-being of the congregation.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/23729 ANALISIS PELUANG, TANTANGAN DAN STRATEGI PERDAGANGAN KERAJINAN ROTAN INDONESIA SERTA PENGARUH KEBIJAKAN PERDAGANGAN TAHUN 2025 (STUDI KASUS EKSPOR KE AMERIKA SERIKAT) 2026-06-30T05:50:06+00:00 Wiranti Putri Anggraeni wirantiputri17@gmail.com <p>Perdagangan produk kerajinan tangan, khususnya kerajinan rotan, merupakan salah satu sektor industri kreatif berorientasi ekspor yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing global yang signifikan. Amerika Serikat menjadi salah satu pasar utama yang menyerap sebagian besar ekspor kerajinan rotan Indonesia, didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap produk ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berbasis kerajinan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang, tantangan, serta strategi perdagangan kerajinan rotan Indonesia, sekaligus mengkaji pengaruh kebijakan perdagangan tahun 2025 terhadap kinerja ekspor ke pasar Amerika Serikat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, laporan pemerintah, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peluang utama terletak pada meningkatnya permintaan global, keunggulan komparatif Indonesia sebagai salah satu produsen rotan terbesar di dunia, serta tren konsumsi produk berkelanjutan dan handmade. Namun demikian, industri ini juga menghadapi berbagai tantangan, antara lain tingginya tarif impor di Amerika Serikat, persaingan global yang semakin ketat, tuntutan standar kualitas dan keberlanjutan, serta penurunan nilai ekspor meskipun volume ekspor mengalami peningkatan. Selain itu, kebijakan perdagangan tahun 2025 memberikan dampak ganda, yaitu mendorong peningkatan kualitas dan standar produk, namun juga meningkatkan beban biaya kepatuhan bagi eksportir. Oleh karena itu, strategi yang direkomendasikan meliputi peningkatan kualitas dan sertifikasi produk, penguatan branding dan diferensiasi produk, diversifikasi pasar ekspor, serta pemanfaatan platform perdagangan digital untuk memperluas akses pasar global. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan ekspor kerajinan rotan Indonesia di pasar internasional.</p> <p><em>The trade of handicraft products, particularly rattan-based crafts, represents one of Indonesia’s key export-oriented creative industries with significant economic value and global competitiveness. The United States is a major export destination, absorbing a substantial share of Indonesia’s rattan handicraft exports, driven by increasing demand for eco-friendly, sustainable, and handmade products. This study aims to analyze the opportunities, challenges, and trade strategies of Indonesia’s rattan handicraft industry, as well as to examine the impact of the 2025 trade policy on export performance to the United States.</em> <em>This research employs a descriptive qualitative approach using secondary data obtained from official sources, government reports, and relevant academic literature. The findings indicate that the main opportunities lie in rising global demand, Indonesia’s comparative advantage as one of the world’s largest rattan producers, and the growing trend of sustainable consumption. However, the industry faces several challenges, including high import tariffs in the United States, intensifying global competition, strict quality and sustainability standards, and declining export values despite increasing export volumes.</em> <em>Furthermore, the 2025 trade policy has a dual impact, as it encourages improvements in product quality and standards while simultaneously increasing compliance costs for exporters. Therefore, the recommended strategies include enhancing product quality and certification, strengthening branding and product differentiation, diversifying export markets, and leveraging digital trade platforms to expand global market access. These strategies are expected to improve competitiveness and ensure the long-term sustainability of Indonesia’s rattan handicraft exports in the international market.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/24792 PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA KEUANGAN UKM 2026-07-29T07:34:51+00:00 Odotus Yordansen Moro yordan.moro19@gmail.com Ahmad Mukoffi guest@jurnalhst.com Poppy Indri Hastuti guest@jurnalhst.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi informasi dalam meningkatkan kinerja keuangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Pemanfaatan teknologi informasi, seperti sistem informasi akuntansi, aplikasi keuangan digital, dan platform pemasaran daring, memungkinkan UKM meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta memperluas jangkauan pasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada pelaku UKM. Data dianalisis menggunakan teknik analisis statistik untuk menguji pengaruh teknologi informasi terhadap kinerja keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UKM, yang ditunjukkan melalui peningkatan pendapatan, efisiensi biaya operasional, dan pengelolaan keuangan yang lebih baik. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha UKM di era digital.</p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/23906 ANALISIS PELUANG DAN TANTANGAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL INDONESIA–CHINA PADA PRODUK LAPTOP 2026-07-04T12:01:35+00:00 Simon Tibaly simontibaly@gmail.com <p>Perdagangan internasional memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan teknologi di Indonesia, khususnya produk laptop yang banyak digunakan dalam bidang pendidikan, pekerjaan, dan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketergantungan impor laptop Indonesia terhadap China serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang muncul dari perdagangan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan data impor laptop Indonesia tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total impor laptop Indonesia tahun 2025 mencapai sekitar 6,84 ribu ton, dengan China menyumbang sekitar 6.660 ton atau 97,43% dari total impor laptop Indonesia. Hal ini menunjukkan adanya ketergantungan yang sangat tinggi terhadap China sebagai negara pemasok utama laptop. Ketergantungan tersebut memberikan beberapa peluang, seperti ketersediaan laptop dengan harga terjangkau, peningkatan akses teknologi, serta peluang kerja sama investasi dan transfer teknologi. Namun, ketergantungan yang tinggi juga menimbulkan tantangan, seperti risiko gangguan pasokan, hambatan pengembangan industri dalam negeri, serta potensi ketidakseimbangan neraca perdagangan. Berdasarkan hasil penelitian, Indonesia perlu mengurangi ketergantungan impor terhadap satu negara dengan cara melakukan diversifikasi negara pemasok serta mendorong pengembangan industri teknologi dalam negeri. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemandirian industri nasional dan memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di masa depan.</p> <p><em>International trade plays a crucial role in meeting Indonesia's technological needs, particularly for laptops, which are widely used in education, employment, and business. This study aims to analyze Indonesia's laptop import dependence on China and identify the opportunities and challenges arising from this trade. The research method used is a qualitative descriptive method with a case study approach using secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) and Indonesian laptop import data for 2025. The results show that Indonesia's total laptop imports in 2025 will reach approximately 6.84 thousand tons, with China contributing approximately 6,660 tons or 97.43% of Indonesia's total laptop imports. This indicates a very high dependence on China as the main supplier of laptops. This dependence presents several opportunities, such as the availability of affordable laptops, increased access to technology, and opportunities for investment cooperation and technology transfer. However, this high dependence also poses challenges, such as the risk of supply disruptions, obstacles to domestic industrial development, and potential trade imbalances. Based on the research findings, Indonesia needs to reduce its import dependence on a single country by diversifying its supplier countries and encouraging the development of its domestic technology industry. This step is expected to increase the independence of the national industry and strengthen Indonesia's economic resilience in the future.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/24473 PENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN PORTOFOLIO VISUAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMILIHAN JASA EXHIBITION BOOTH DESIGN PADA PT XYZ JAKARTA 2026-07-21T04:05:50+00:00 Andrian Saputra andrian.saputra@students.paramadina.ac.id Jennifer Vianna Arabella jennifer.vianna@students.paramadina.ac.id <p><em>This study aims to analyze in depth the role of service quality and visual portfolio factors in the B2B client decision-making process in selecting exhibition booth design services at PT XYZ Jakarta. The growing MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) industry in Indonesia drives increasing demand for professional booth design vendors from various beauty and skincare industry segments, yet qualitative understanding of client decision processes in the B2B creative services context remains limited. This study employs a qualitative approach with a single case study method. Data were collected through in-depth interviews with 20 informants who are corporate clients of PT XYZ from various beauty industry sub-segments, including Skincare &amp; Personal Care, Beauty Retail &amp; Multi-brand, Color Cosmetics, Premium Skincare, Organic Skincare, and Dermocosmetics. Data analysis used the interactive model of Miles, Huberman &amp; Saldana (2014). Data validity was ensured through source triangulation and method triangulation following the Lincoln &amp; Guba (1985) framework. Results indicate that visual portfolio plays a dominant role in the initial vendor evaluation stage as the primary selection filter, while service quality — particularly the responsiveness and empathy dimensions of the SERVQUAL model by Parasuraman et al. (1988) — becomes the determining factor in the final selection decision. Managerial implications are formulated through the 7P Marketing Mix framework (Booms &amp; Bitner, 1981) to provide strategic recommendations for PT XYZ.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/23807 DATA EKSPOR DAN IMPOR TEKSTIL INDONESIA DI KAWASAN ASIA: ANALISIS MENDALAM TAHUN 2025 2026-07-02T03:38:39+00:00 Rinka Aryastuti aryastutirinka@gmail.com <p>Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan sektor strategis dalam perekonomian Indonesia yang menyerap lebih dari 3,7 juta tenaga kerja secara langsung. Kawasan Asia memainkan peran krusial sebagai mitra dagang utama, dengan Jepang dan Korea Selatan sebagai pasar terbesar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi ekspor dan impor tekstil Indonesia di kawasan Asia tahun 2025, mengidentifikasi faktor-faktor struktural yang memengaruhi kinerja perdagangan, serta merumuskan proyeksi dan strategi pengembangan industri TPT ke depan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik, Kementerian Perindustrian, dan literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspor tekstil Indonesia ke Jepang mencapai USD 513,9 juta dan ke Korea Selatan USD 492,77 juta pada 2023, dengan tren pertumbuhan positif sebesar 3,8% di awal 2025. Di sisi impor, ketergantungan pada Tiongkok masih menjadi tantangan struktural utama, meskipun tercatat penurunan sebesar 36,6% pada Februari 2025. Kementerian Perindustrian memproyeksikan pertumbuhan ekspor TPT rata-rata 3,17% per tahun hingga 2028. Strategi yang direkomendasikan meliputi diversifikasi pasar ke ASEAN, pengembangan tekstil teknis bernilai tambah tinggi, pemanfaatan RCEP, serta penguatan SDM dan teknologi produksi.</p> <p><em>The textile and textile product (TPT) industry is a strategic sector in Indonesia's economy, directly employing more than 3.7 million workers. The Asian region plays a crucial role as Indonesia's main trading partner, with Japan and South Korea as the largest markets. This study aims to analyze the condition of Indonesia's textile exports and imports in the Asian region in 2025, identify structural factors affecting trade performance, and formulate projections and development strategies for the TPT industry.</em> <em>A descriptive qualitative method was employed using secondary data from the Central Statistics Agency (BPS), the Ministry of Industry, and relevant academic literature. The findings reveal that Indonesia's textile exports to Japan reached USD 513.9 million and to South Korea USD 492.77 million in 2023, with a positive growth trend of 3.8% at the beginning of 2025. On the import side, dependence on China remains a major structural challenge, although a decline of 36.6% was recorded in February 2025.</em> <em>The Ministry of Industry projects average export growth of 3.17% per year through 2028. Recommended strategies include market diversification to ASEAN, development of high-value technical textiles, utilization of RCEP, and strengthening of human resources and production technology.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/24205 PENGARUH BELANJA DAERAH, MITRA LOKAL, DAN DANA ALOKASI UMUM (DAU) TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2016–2025 2026-07-14T04:35:52+00:00 Harry Pramudya Nata Kusuma harrykusuma2207@gmail.com Eka Agustiani ekaagustiani27@gmail.com Siti Sriningsih guest@jurnalhst.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja daerah, mitra lokal, dan Dana Alokasi Umum (DAU) terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2016–2025. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan regresi linier berganda, menggunakan data sekunder dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan serta laporan keuangan daerah NTB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja daerah berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, Dana Alokasi Umum (DAU) juga memiliki pengaruh positif meskipun ketergantungan yang tinggi dapat menurunkan kemandirian fiskal daerah, sedangkan keterlibatan mitra lokal terbukti memperkuat efek pengganda lokal (local multiplier effect) yang mendorong peningkatan daya beli masyarakat dan penciptaan lapangan kerja. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi NTB. Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan fiskal daerah yang berorientasi pada efisiensi belanja, optimalisasi DAU, serta peningkatan peran mitra lokal dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.</p> <p><em>This study aims to analyze the influence of regional expenditure, local partners, and the General Allocation Fund (DAU) on economic growth in West Nusa Tenggara Province (NTB) during the period of 2016–2025. The research method employed is quantitative with a multiple linear regression approach, using secondary data from the Directorate General of Fiscal Balance of the Ministry of Finance and NTB’s regional financial reports. The findings reveal that regional expenditure has a significant positive effect on economic growth, while the General Allocation Fund (DAU) also contributes positively, although excessive dependence on it may reduce regional fiscal independence. Moreover, the involvement of local partners strengthens the local multiplier effect, which enhances household purchasing power and generates employment opportunities. Simultaneously, these three variables significantly contribute to NTB’s economic growth. This study emphasizes the importance of regional fiscal policies oriented toward efficient spending, optimization of DAU, and the empowerment of local partners to achieve sustainable economic development.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/23755 RELEVANSI DAN TANTANGAN STRATEGI RELATIONSHIP MARKETING PADA FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA DI ERA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR 2026-06-30T11:47:54+00:00 Yogi Zahary Ramadhan yogizahary11@gmail.com Rafif Khafiidh Fahar rafifkf@gmail.com Bambang Yuliadi byuliadi350@gmail.com <p>Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) merupakan pilar utama layanan kesehatan primer dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia. Sistem kapitasi yang menjadi mekanisme pembiayaan di FKTP menciptakan situasi unik karena peserta terdaftar secara administratif, sehingga menimbulkan pertanyaan mendasar tentang relevansi strategi pemasaran, khususnya relationship marketing (RM), di lingkungan ini. Artikel ini bertujuan menganalisis relevansi strategi RM pada FKTP di era JKN serta mengidentifikasi tantangan implementasinya dalam konteks sistem kapitasi. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur terhadap artikel ilmiah yang diterbitkan pada periode 2019 hingga 2025. Hasil telaah menunjukkan bahwa RM berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien melalui dimensi kepercayaan, komitmen, dan komunikasi. Hubungan relasional antara tenaga kesehatan dan pasien terbukti menjadi faktor kunci yang meningkatkan kepuasan dan loyalitas di faskes primer. Indikator Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) seperti angka kontak merupakan manifestasi praktis dari prinsip-prinsip RM. Tantangan implementasi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, minimnya kompetensi pemasaran, dan persepsi bahwa strategi pemasaran tidak diperlukan dalam sistem captive market. Artikel ini menyimpulkan bahwa RM tetap relevan di FKTP era JKN dan menjadi kunci pencapaian indikator KBK serta peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.</p> <p>Primary Health Care Facilities (FKTP) are the main pillars of primary health services within Indonesia's National Health Insurance (JKN) system. The capitation payment mechanism creates a unique situation where participants are administratively registered, raising fundamental questions about the relevance of marketing strategies, particularly relationship marketing (RM), in this setting. This article aims to analyze the relevance of RM strategies at FKTPs in the JKN era and to identify the challenges of their implementation within the capitation system. A literature review method was employed, examining scientific articles published between 2019 and 2025. The review reveals that RM significantly influences patient loyalty through the dimensions of trust, commitment, and communication. The relational relationship between health workers and patients is a key factor enhancing satisfaction and loyalty in primary healthcare settings. Performance-Based Capitation (KBK) indicators such as contact rate are practical manifestations of RM principles. Implementation challenges include limited human resources, insufficient marketing competency, and the misconception that marketing strategies are unnecessary in a captive market system. This article concludes that RM remains relevant at FKTPs in the JKN era and is key to achieving KBK indicators and sustaining service quality improvement.</p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/24135 ANALISIS DESKRIPTIF SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN DAN BUDAYA ORGANISASI PADA SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) CIREBON 2026-07-11T09:27:59+00:00 Raden Hanief Izhar Zulkarnain rhaniefizharz1704@gmail.com Aceng Abdul Hamid kangaceng88@gmail.com <p>Sistem pengendalian manajemen (SPM) dan budaya organisasi merupakan dua elemen yang saling berkaitan dalam menjaga efektivitas tata kelola sebuah institusi, termasuk perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan SPM serta gambaran budaya organisasi pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cirebon, tanpa bermaksud menguji hubungan pengaruh atau kausalitas antara kedua variabel tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus pada STIE Cirebon, sebuah perguruan tinggi swasta di Kabupaten Cirebon yang menyelenggarakan program studi Manajemen dan Akuntansi dengan fokus pendidikan ekonomi berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Data diperoleh dari dokumen resmi lembaga, publikasi kelembagaan, serta studi kepustakaan mengenai konsep SPM dan budaya organisasi pada institusi pendidikan tinggi, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPM pada STIE Cirebon diwujudkan melalui struktur organisasi dan pembagian wewenang yang jelas antara ketua, wakil ketua, ketua program studi, dan unit penjaminan mutu; perencanaan strategis yang dituangkan dalam rencana strategis dan rencana kerja tahunan; sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang dijalankan melalui siklus penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan standar (PPEPP); serta evaluasi kinerja dosen dan tenaga kependidikan yang dikaitkan dengan capaian akreditasi eksternal. Budaya organisasi pada STIE Cirebon tercermin dari nilai kelembagaan yang menekankan penguasaan teknologi informasi dan bahasa Inggris, orientasi pelayanan terhadap mahasiswa kelas karyawan, serta gaya kepemimpinan yang relatif partisipatif dan berorientasi pada fleksibilitas jadwal pembelajaran. Secara deskriptif, penerapan SPM yang tertata tampak selaras dengan budaya organisasi yang menekankan disiplin, orientasi mutu, dan pelayanan, meskipun penelitian ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat antara keduanya.</p> <p><em>Management control system (MCS) and organizational culture are two interrelated elements in maintaining the effectiveness of institutional governance, including in higher education. This study aims to describe the implementation of MCS and the organizational culture at the Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cirebon, without intending to test a causal relationship between the two variables. This study uses a descriptive qualitative approach with a case study strategy at STIE Cirebon, a private higher education institution in Cirebon Regency that offers Management and Accounting study programs with a focus on information and communication technology-based economic education. Data were obtained from the institution's official documents, institutional publications, and literature on the concepts of MCS and organizational culture in higher education institutions, then analyzed descriptively and qualitatively. The findings show that MCS at STIE Cirebon is realized through a clear organizational structure and division of authority among the chairperson, vice chairpersons, heads of study programs, and the quality assurance unit; strategic planning outlined in a strategic plan and annual work plan; an internal quality assurance system (SPMI) implemented through the standard-setting, implementation, evaluation, control, and improvement (PPEPP) cycle; and performance evaluation of lecturers and staff linked to external accreditation achievements. The organizational culture at STIE Cirebon is reflected in institutional values emphasizing information technology and English language proficiency, a service orientation toward working-class students, and a relatively participative leadership style oriented toward flexible learning schedules. Descriptively, the well-structured implementation of MCS appears aligned with an organizational culture emphasizing discipline, quality orientation, and service, although this study does not intend to conclude a causal relationship between the two.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/23730 PENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR LLDIKTI WILAYAH IX SULTAN BATARA 2026-06-30T06:05:12+00:00 Putri Azisa azisaputriazisa@gmail.com <p>Kinerja pegawai merupakan indikator utama keberhasilan organisasi sektor publik, termasuk pada lembaga pelayanan pendidikan tinggi seperti Kantor LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan dan komitmen organisasi, baik secara parsial maupun simultan, terhadap kinerja pegawai pada Kantor LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Kantor LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara sebanyak 83 orang, yang terdiri dari 57 PNS, 12 CPNS, dan 14 PPPK. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh (sensus), sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi), serta analisis regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS 27.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai t hitung sebesar 10,033 dan signifikansi 0,000; (2) komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai t hitung sebesar 8,032 dan signifikansi 0,000; dan (3) kualitas layanan dan komitmen organisasi secara bersama-sama (simultan) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai F hitung sebesar 78,307 dan signifikansi 0,000. Koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,662 menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan variasi kinerja pegawai sebesar 66,2%, sedangkan sisanya sebesar 33,8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Persamaan regresi yang terbentuk adalah Y = 0,988 + 0,438 X1 + 0,399 X2. Penelitian ini merekomendasikan agar pimpinan LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara meningkatkan konsistensi pelaksanaan prosedur pelayanan, ketepatan waktu, keakuratan hasil pelayanan, serta penguatan komitmen organisasi melalui program team building dan pemberian apresiasi kepada pegawai</p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/24793 ANALISIS STRATEGI PEMASARAN TERHADAP MINAT BELI BIBIT DOC AYAM PETELUR 2026-07-29T07:49:58+00:00 Baiq Deria Ayuning Fatika dyaderia@gmail.com Wanda Puspita Wulandari guest@jurnalhst.com <p>Industri ayam petelur bergantung pada ketersediaan DOC berkualitas. Penelitian ini menganalisis strategi pemasaran UD. Juan Farm, Lombok Tengah, dalam meningkatkan minat beli peternak. Metode deskriptif kualitatif dengan wawancara dan observasi digunakan. Hasil menunjukkan bauran 7P diterapkan: (1) Product: biosekuriti &amp; vaksinasi ketat; (2) Price: fleksibel dengan diskon kuantitas; (3) Place: distribusi jemput bola; (4) Promotion: media sosial; (5) People: pelayanan ramah; (6) Process: alur cepat; (7) Physical Evidence: kandang bersih. Strategi ini efektif meningkatkan kepercayaan &amp; minat beli, namun terkendala lokasi kurang strategis dan fluktuasi harga pasar. Rekomendasi: inovasi promosi digital dan perluasan jaringan distribusi.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi