Jurnal Perubahan Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe id-ID Jurnal Perubahan Ekonomi PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN: ENVIRONMENTAL, SOCIAL, AND GOVERNANCE (ESG) SEBAGAI VARIABEL MODERASI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/28834 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemilikan asing, kepemilikan institusional, dan kepemilikan keluarga terhadap kinerja perusahaan serta peran pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai variabel moderasi. Sampel penelitian terdiri atas 26 perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2024, dengan total 104 observasi perusahaan-tahun yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data sekunder diperoleh dari laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan laporan keuangan perusahaan. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan EViews 13. Umur perusahaan dan Debt to Equity Ratio (DER) digunakan sebagai variabel kontrol. Hasil model pengaruh langsung menunjukkan bahwa kepemilikan asing, kepemilikan institusional, dan kepemilikan keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Assets (ROA). Namun, pada model moderasi, interaksi pengungkapan ESG dengan masing-masing jenis kepemilikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Kepemilikan institusional juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan ketika ESG berada pada nilai rata-ratanya. Temuan ini menunjukkan bahwa pengungkapan ESG memperkuat hubungan antara ketiga jenis kepemilikan dan kinerja perusahaan. Penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai peran pengungkapan ESG dalam hubungan struktur kepemilikan dan kinerja perusahaan pada subsektor makanan dan minuman di Indonesia.</p> <p><em>This study examines the effects of foreign, institutional, and family ownership on firm performance and tests the moderating role of Environmental, Social, and Governance (ESG) disclosure. The sample consists of 26 food and beverage companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2021–2024, yielding 104 firm-year observations selected through purposive sampling. Secondary data were collected from annual reports, sustainability reports, and financial statements. The data were analyzed using panel data regression and Moderated Regression Analysis (MRA) in EViews 13, with firm age and the Debt to Equity Ratio (DER) as control variables. The direct-effect model shows that foreign, institutional, and family ownership do not have statistically significant effects on Return on Assets (ROA). In the moderation model, however, the interaction terms between ESG disclosure and each ownership type are positive and statistically significant. Institutional ownership also has a positive and significant coefficient when ESG disclosure is at its mean value. These findings indicate that ESG disclosure strengthens the relationship between each ownership type and ROA. The study contributes evidence on the role of ESG disclosure in the ownership–performance relationship among Indonesian food and beverage companies.</em></p> Delia Putri Zainal Fitra Dharma Ratna Septiyanti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi 2026-10-31 2026-10-31 10 10 ANALISIS PENGARUH HARGA EMAS, INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN, DAN TOTAL ASSET TURNOVER TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2021-2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/28090 <p>Sektor pertambangan merupakan salah satu kontributor terbesar terhadap penerimaan negara Indonesia dan dikenal sebagai industri yang padat modal, sehingga kinerja keuangannya dapat dipengaruhi oleh harga komoditas dan kondisi pasar modal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Harga Emas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dan Total Asset Turnover (TATO) terhadap kinerja keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2025, yang diukur menggunakan Return on Assets (ROA). Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan dari 14 perusahaan pertambangan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi data panel dengan Random Effect Model (REM) setelah melalui pengujian asumsi klasik, dengan total 70 observasi perusahaan-tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Harga Emas berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ROA, sedangkan IHSG dan TATO masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Hasil tersebut menunjukkan bahwa fluktuasi harga emas tidak memberikan pengaruh yang kuat terhadap profitabilitas perusahaan pertambangan, sementara kondisi pasar modal dan efisiensi penggunaan aset memiliki keterkaitan yang lebih kuat dengan kinerja keuangan. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada 14 perusahaan selama periode lima tahun serta penggunaan proksi tahunan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi manajemen dan investor dalam menyusun strategi bisnis dan investasi yang lebih responsif terhadap dinamika harga emas, IHSG, dan efisiensi penggunaan aset.</p> <p><em>The mining sector was among Indonesia's largest contributors to state revenue and was widely recognized as a capital-intensive industry, making its financial performance sensitive to commodity prices and capital market conditions. This study analyzed the effect of Gold Price, the Indonesia Composite Index (IHSG), and Total Asset Turnover (TATO) on the financial performance of mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during 2021–2025, measured through Return on Asset (ROA). Secondary annual data from 14 purposively sampled mining companies were analyzed using panel data regression with the Random Effect Model (REM), following classical assumption testing, which yielded 70 firm-year observations. The results showed that Gold Price had a negative and insignificant effect on ROA, while IHSG and TATO each had a positive and significant effect. These findings indicated that gold price fluctuations did not strongly influence mining firms' profitability, whereas capital market conditions and asset efficiency were more dominant determinants of financial performance. The study was limited to 14 firms over a five-year period and relied on annual return proxies. Its findings were expected to guide management and investors in formulating business and investment strategies more responsive to gold price, IHSG, and asset efficiency dynamics.</em></p> Faren Audrey Gionadi Agrianti Komalasari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi 2026-10-31 2026-10-31 10 10 EKONOMI HIJAU DAN EKONOMI SIRKULAR DALAM PERSPEKTIF ISLAM: KAJIAN LITERATUR TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM BERKELANJUTAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/28633 <p>Permasalahan lingkungan, peningkatan limbah, serta penggunaan sumber daya alam yang berlebihan memicu perlunya pendekatan ekonomi yang memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Pendekatan ekonomi hijau dan ekonomi sirkular merupakan dua cara yang dapat membantu dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Dalam pandangan Islam, kedua konsep ini bisa dianalisis menggunakan prinsip amanah, khalifah, keseimbangan (tawazun), kemaslahatan (maslahah), larangan pemborosan (israf), dan tujuan syariat (maqashid syariah). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna ekonomi hijau dan ekonomi sirkular, menganalisis keterkaitannya dengan prinsip-prinsip ekonomi dalam Islam, serta mengidentifikasi peluang dan tantangan untuk penerapannya di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan kajian literatur deskriptif. Lima artikel utama dijadikan sebagai bahan analisis, sedangkan referensi tambahan digunakan untuk memperkuat dasar teori dan pembahasan. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa ekonomi hijau berfokus pada pembangunan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, sementara ekonomi sirkular lebih berorientasi pada efisiensi dalam penggunaan sumber daya, pengurangan limbah, serta rekayasa ulang material. Kedua pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam karena mendorong pemanfaatan sumber daya secara bijak dan mengedepankan kemaslahatan. Penerapan kedua pendekatan ini masih menghadapi tantangan yang meliputi keterbatasan teknologi, masalah pembiayaan, kesadaran masyarakat, serta koordinasi dalam kebijakan. Oleh karenanya, penggabungan ekonomi hijau, ekonomi sirkular, dan prinsip-prinsip ekonomi Islam berpotensi untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan.</p> <p><em>Environmental issues, rising waste levels, and the excessive use of natural resources have created a need for an economic approach that balances economic growth with environmental preservation. The green economy and circular economy are two approaches that can facilitate sustainable natural resource management. From an Islamic perspective, these concepts can be analyzed through principles such as amanah (trusteeship), khalifah (stewardship), tawazun (balance), maslahah (public interest/well-being), the prohibition of israf (wastefulness), and maqashid syariah (the objectives of Sharia). This study aims to define the green and circular economies, analyze their alignment with Islamic economic principles, and identify opportunities and challenges regarding their implementation in Indonesia. A qualitative method employing a descriptive literature review approach was used. Five key articles served as the primary material for analysis, while additional references were used to strengthen the theoretical framework and discussion. The findings indicate that the green economy focuses on development that integrates economic, social, and environmental aspects, whereas the circular economy emphasizes resource efficiency, waste reduction, and material redesign. Both approaches align with Islamic economic principles by encouraging the wise use of resources and prioritizing the public good. However, their implementation faces challenges such as technological limitations, financing issues, public awareness, and policy coordination. Therefore, integrating the green economy, the circular economy, and Islamic economic principles holds the potential to enhance sustainable natural resource management.</em></p> Isyana Hasyifa Al- Karima Sarpini Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi 2026-10-31 2026-10-31 10 10 ANALISIS PROSES REKRUTMEN DAN SELEKSI KARYAWAN DI PT GAMA PRIMA KARYA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/28627 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mekanisme perekrutan dan pemilihan staf, mendeteksi tantangan yang dihadapi, serta mengidentifikasi cara meningkatkan efektivitas perekrutan dan pemilihan di PT Gama Prima Karya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif menggunakan metode kuantitatif non statistik. Subjek penelitian terdiri dari HR Supervisor, Admin HRD, Admin Purchase Order (PO), HR Recruitment, karyawan baru, dan karyawan lama. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan yang diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perekrutan dan pemilihan telah dilakukan secara sistematis mulai dari pengajuan kebutuhan tenaga kerja, pencarian kandidat, seleksi administrasi, wawancara, hingga penempatan karyawan. Tantangan yang muncul antara lain rendahnya jumlah pelamar yang memenuhi syarat, kelengkapan dokumen, dan perbedaan permintaan tenaga kerja dari perusahaan mitra. Untuk mengatasi tantangan ini, perusahaan melakukan pembaruan data pelamar, memperluas jangkauan sumber rekrutmen, dan meningkatkan efektivitas proses seleksi. Oleh karena itu, mekanisme rekrutmen dan seleksi yang diterapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan permintaan perusahaan mitra.</p> Arief Budiman Syah Putra Perkasa Dewi Retno Budiastuti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi 2026-10-31 2026-10-31 10 10 ANALISIS PROFITABILITAS BERDASARKAN BIAYA, LABA, DAN PROFITABILITAS PELANGGAN: STUDI KASUS PADA PT BUKIT ASAM TBK TAHUN 2021-2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/28373 <p>Analisis profitabilitas merupakan penghitungan yang dilakukan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis profitabilitas PT Bukit Asam Tbk selama periode 2021–2025 berdasarkan tiga sisi, yaitu biaya, laba, dan berdasarkan pelanggan.&nbsp; Data diperoleh dari laporan tahunan perusahaan dan dianalisis menggunakan rasio beban pokok penjualan, beban umum dan administrasi, serta beban penjualan dan pemasaran; rasio Net Profit Margin (NPM), Return on Investment (ROI), Return on Equity (ROE), dan Gross Profit Margin (GPM); serta analisis laba per segmen pasar domestik dan ekspor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio beban pokok penjualan naik dari 53,92% pada 2021 menjadi 85,33% pada 2025, sedangkan beban umum dan administrasi, serta beban penjualan dan pemasaran berada dalam jumlah yang efisien. Seluruh rasio laba mencapai puncaknya pada 2022, kemudian menurun hingga 2025, dengan NPM turun dari 29,47% menjadi 6,87%, ROI dari 27,71% menjadi 6,67%, dan ROE dari 43,46% menjadi 12,95%. Pada analisis pelanggan, volume penjualan domestik dan ekspor terus meningkat, tetapi laba segmen justru menurun. Penurunan ini dipengaruhi oleh menurunnya harga komoditas batu bara, meningkatnya biaya produksi dan logistik, serta harga jual domestik yang terikat dengan kebijakan Domestic Market Obligation. Dengan demikian, profitabilitas PT Bukit Asam Tbk melemah selama periode penelitian, sehingga perusahaan perlu meningkatkan efisiensi biaya produksi dan pemanfaatan asetnya.</p> Sania Sofi Marini Hillary Bumbungan Jeremy Ardian Limanto Risky Budianto Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi 2026-10-31 2026-10-31 10 10 ANALISIS PEMILIHAN MARKETPLACE TERBAIK BERDASARKAN PREFERENSI KONSUMEN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING DI WILAYAH KOTA DEPOK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/28274 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan e-commerce yang pesat menciptakan persaingan ketat antarplatform marketplace di Indonesia, seperti Shopee, Tokopedia, Lazada dan TikTok Shop. Banyaknya alternatif platform sering kali menimbulkan kebingungan bagi konsumen dalam menentukan platform marketplace terbaik berdasarkan persepsi konsumen di Wilayah Kota Depok dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Evaluasi dilakukan berdasarkan lima kriteria utama, yaitu Harga (C1), Promo/Voucher (C2), Keamanan (C3), Kemudahan Penggunaan Aplikasi (C4), dan Kecepatan Pengiriman (C5). Data Primer dihimpun melalui penyebaran kuesioner kepada 82 responden warga Kota Depok yang dipilih menggunakan purposive sampling. Hasil analisis menunjukan bahwa metode Simple Additive Weighting (SAW) berhasil memberikan rekomendasi keputusan secara sistematis. Berdasarkan perhitungan nilai preferensi akhir, Lazada (A3) menempati peringkat pertama sebagai platform marketplace terbaik dengan skor tertinggi sebanyak 0,9737. Posisi kedua ditempati oleh Shopee (A1) dengan skor 0,9469, diikuti oleh TikTok Shop (A4) dengan skor 0,9188, dan posisi terakhir ditempati oleh Tokopedia (A2) dengan skor 0,8866. Kemenangan Lazada (A3) didorong oleh tingginya performa pada kriteria Keamanan (C3) yang terpercaya dalam meminimalisir risiko transaksi, serta konsistensi nilai yang stabil dan tinggi pada kriteria lainnya seperti kemudahan Penggunaan Aplikasi (C4) dan Promo/Voucher (C2). Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen marketplace untuk mengevaluasi strategi bersaing berdasarkan elemen kriteria yang dinilai rendah oleh konsumen.</p> Dhimas Satria Washa Pratama Usran Masahere Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi 2026-10-31 2026-10-31 10 10 ANALISIS DESKRIPTIF KINERJA KARYAWAN PT. URUSAN JAGA BANDA DITINJAU DARI ASPEK LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA PADA PT URUSAN JAGA BANDA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/28715 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi lingkungan kerja, motivasi kerja, dan kinerja karyawan pada PT Urusan Jaga Banda. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman mengenai lingkungan kerja dan motivasi kerja sebagai aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan pencapaian kinerja karyawan dalam organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner menggunakan Google Form kepada karyawan PT Urusan Jaga Banda. Sebanyak 177 responden dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Data dianalisis dengan statistik deskriptif melalui perhitungan nilai rata-rata (mean), distribusi frekuensi, dan persentase untuk menggambarkan kondisi setiap variabel penelitian. Dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berada pada kategori sangat baik, yang mencerminkan bahwa suasana kerja, fasilitas kerja, hubungan kerja, keamanan, dan kenyamanan mendukung pelaksanaan pekerjaan karyawan. Motivasi kerja juga berada pada kategori sangat baik, menunjukkan bahwa karyawan memiliki dorongan kerja yang tinggi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Kinerja karyawan berada pada kategori sangat baik, ditunjukkan oleh kemampuan mencapai target, menjaga kualitas, memanfaatkan waktu secara efektif, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan. Secara keseluruhan, kondisi lingkungan kerja, motivasi kerja, dan kinerja karyawan berada dalam kondisi baik hingga sangat baik dan dapat menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan untuk mempertahankan kondisi positif dan mendukung keberlangsungan kinerja organisasi secara berkelanjutan.</p> <p><em>This study aims to describe the conditions of the work environment, work motivation, and employee performance at PT Urusan Jaga Banda. The study was motivated by the importance of understanding the work environment and work motivation as aspects related to task implementation and employee performance in an organization. This research employed a quantitative approach using a descriptive method. Data were collected through a questionnaire distributed via Google Forms to employees of PT Urusan Jaga Banda. A total of 177 respondents were selected using Simple Random Sampling. The data were analyzed using descriptive statistics through mean scores, frequency distributions, and percentages to describe the condition of each research variable. And The results showed that the work environment was categorized as very good, indicating that the working atmosphere, facilities, work relationships, safety, and comfort supported employees in carrying out their duties. Work motivation was also categorized as very good, indicating that employees had a high level of motivation in performing their tasks and responsibilities. Employee performance was categorized as very good, as reflected in their ability to achieve targets, maintain work quality, use time effectively, and take responsibility for their work. Overall, the work environment, work motivation, and employee performance were in good to very good conditions and can serve as a basis for evaluating the company’s efforts to maintain positive conditions and support sustainable organizational performance.</em></p> I Putu Arya Perdana Putra Ebony Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi 2026-10-31 2026-10-31 10 10 INTEGRASI MAQASHID SYARIAH DALAM EKONOMI HIJAU DAN EKONOMI SIRKULAR UNTUK KEBERLANJUTAN SUMBER DAYA ALAM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/28632 <p>Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan memerlukan pendekatan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi dan pertumbuhan, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan dan kemaslahatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi Maqashid Syariah, ekonomi hijau, dan ekonomi sirkular sebagai kerangka konseptual untuk mendukung keberlanjutan sumber daya alam. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif melalui analisis tematik terhadap literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Maqashid Syariah dapat berfungsi sebagai landasan normatif untuk menilai kemaslahatan dan menghindari kemudaratan, ekonomi hijau sebagai orientasi pembangunan yang memperhatikan keseimbangan lingkungan dan kesejahteraan sosial, serta ekonomi sirkular sebagai pendekatan operasional untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan mengurangi limbah. Integrasi ketiganya menghasilkan kerangka konseptual yang menghubungkan prinsip etis Islam, arah pembangunan berkelanjutan, dan praktik pengelolaan material. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemetaan fungsi ketiga pendekatan tersebut dalam satu kerangka analisis yang berorientasi pada keberlanjutan sumber daya alam. Namun, penerapan dan efektivitas kerangka tersebut masih memerlukan pengujian empiris pada berbagai sektor ekonomi.</p> <p><em>Sustainable natural resource management requires an economic approach that focuses not only on efficiency and economic growth but also on environmental preservation and public welfare. This study aims to analyze the integration of Maqasid al-Shariah, the green economy, and the circular economy as a conceptual framework for supporting natural resource sustainability. This study employs a qualitative library research method through thematic analysis of relevant literature. The findings indicate that Maqasid al-Shariah serves as a normative foundation for assessing public welfare and preventing harm, the green economy provides a development orientation that considers environmental balance and social welfare, while the circular economy offers an operational approach to improving resource-use efficiency and reducing waste. The integration of these three approaches produces a conceptual framework that connects Islamic ethical principles, sustainable development objectives, and material resource management practices. The contribution of this study lies in mapping the respective functions of these three approaches within an integrated analytical framework oriented toward natural resource sustainability. However, the implementation and effectiveness of this framework require further empirical examination across various economic sectors.</em></p> Indah Regina Sakila Sarpini Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi 2026-10-31 2026-10-31 10 10 DINAMIKA INKLUSI KEUANGAN SYARIAH DAN INFLASI DALAM MENGURANGI TINGKAT KEMISKINAN: STUDI TENTANG MASYARAKAT DI KAWASAN MASJID BESAR BAITURRAHMAN, BANDA ACEH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/28526 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika inklusi keuangan Islam serta tingkat inflasi dalam upaya pengentasan kemiskinan di kawasan Masjid Al-Baiturrahman, Banda Aceh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permintaan masyarakat akan akses terhadap layanan keuangan yang sesuai syariah serta dampak tekanan inflasi terhadap daya beli dan kesejahteraan. Data diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada tiga kelompok masyarakat: UMKM, pekerja dengan penghasilan di bawah upah minimum regional (UMR), dan penerima bantuan Baitul Mal. Hal ini dilakukan untuk memperoleh gambaran empiris mengenai hubungan antara inklusi keuangan syariah, inflasi, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses ke lembaga keuangan syariah memainkan peran signifikan dalam meningkatkan stabilitas ekonomi masyarakat di sekitar Masjid Agung Baiturrahman. Skor rata-rata inklusi keuangan syariah mencapai 4,4, yang dikategorikan sebagai “setuju,” yang menunjukkan tingginya tingkat partisipasi, pemahaman, dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan syariah. Namun, inflasi tetap menjadi tantangan yang signifikan, dengan skor rata-rata 4,6 untuk indikator kenaikan harga bahan pokok, yang menunjukkan bahwa fluktuasi harga berdampak signifikan terhadap pendapatan dan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah. Secara keseluruhan, inklusivitas keuangan syariah telah terbukti berkontribusi dalam mengurangi kerentanan ekonomi masyarakat miskin, terutama melalui peningkatan akses terhadap pembiayaan, tabungan syariah, dan bantuan sosial berbasis zakat. Namun, penelitian ini juga menunjukkan perlunya dukungan kebijakan yang lebih kuat untuk menjaga stabilitas harga dan memperluas literasi keuangan syariah. Oleh karena itu, sinergi antara lembaga keuangan syariah, pemerintah daerah, dan Baitul Mal (Bank Sentral Syariah) merupakan kunci strategis untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di Banda Aceh.</p> <p><em>This study aims to analyze the dynamics of Islamic financial inclusion and inflation rates in reducing poverty in the Baiturrahman Grand Mosque area, Banda Aceh. This research was motivated by the increasing public demand for access to Sharia-compliant financial services and the impact of inflationary pressures on purchasing power and well-being. Data were obtained through questionnaires distributed to three community groups: MSMEs, workers with incomes below the minimum wage (UMR), and Baitul Mal (Baitul Mal) assistance recipients. This was done to obtain an empirical picture of the relationship between Islamic financial inclusion, inflation, and the community's socioeconomic conditions. The results indicate that access to Islamic financial institutions plays a significant role in improving the economic stability of the community around the Baiturrahman Grand Mosque. The average Islamic financial inclusion score reached 4.4, categorized as "agree," indicating a high level of public participation, understanding, and trust in the Islamic financial system. However, inflation remains a significant challenge, with an average score of 4.6 for the staple food price increase indicator, indicating that price fluctuations significantly impact the income and consumption capacity of low-income communities. Overall, Islamic financial inclusion has been proven to contribute to reducing the economic vulnerability of the poor, particularly through increased access to financing, Islamic savings, and zakat-based social assistance. However, the research also indicates the need for stronger policy support to maintain price stability and expand Islamic financial literacy. Therefore, synergy between Islamic financial institutions, local governments, and the Baitul Mal (Islamic Central Bank) is a strategic key to accelerating poverty alleviation in Banda Aceh.</em></p> Ryanda Fariq Yassar Teuku Samsir Muharram Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi 2026-10-31 2026-10-31 10 10 ANALISIS KUALITAS PELAYANAN TELLER TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA PERBANKAN SYARIAH: STUDI KASUS BSI KCP SUBANG OTISTA 2 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpe/article/view/28285 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas pelayanan teller terhadap kepuasan nasabah di Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Subang Otista 2. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan dua informan, yaitu satu teller dan satu nasabah, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi langsung pada september 2025, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi pustaka dan dokumen kantor. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teller melayani nasabah dengan ramah, cepat, tepat, dan informatif sesuai prinsip syariah sehingga menumbuhkan kepercayaan nasabah. Namun, pengelolaan antrean dan optimalisasi layanan digital pada jam sibuk masih perlu ditingkatkan. Secara praktis, BSI KCP Subang Otista 2 perlu memperbaiki manajemen antrean, mendorong penggunaan kanal digital, dan menyelenggarakan pelatihan teller secara berkala. Karena jumlah informan terbatas, temuan ini tidak dimaksudkan untuk digeneralisasi.</p> <p><em>This study aims to analyze the quality of teller service and its relation to customer satisfaction at Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Subang Otista 2. It employed a descriptive qualitative approach with two informants, namely one teller and one customer, selected through purposive sampling. Primary data were collected through semi-structured interviews and direct observation conducted in september 2025, while secondary data were obtained from the literature and institutional documents. Data validity was maintained through source and technique triangulation. The findings show that the teller serves customers in a friendly, fast, accurate, and informative manner in line with sharia principles, which builds customer trust. However, queue management and digital services during peak hours still need improvement. In practical terms, the bank may strengthen service quality by improving queue management, promoting digital channels, and providing periodic teller training. Because the number of informants is limited, the findings are not intended to be generalized.</em></p> Nafisa Nur Apriyanti Lutfi Maulana Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perubahan Ekonomi 2026-10-31 2026-10-31 10 10