EFEKTIVITAS SANKSI PENJARA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN DI WILAYAH INDRAGIRI HILIR

Penulis

  • Nabila Aulia Februri Universitas Riau
  • Davit Rahmadan Universitas Riau
  • Ferawati Universitas Riau

Kata Kunci:

Sanksi Penjara, Pencurian Dengan Pemberatan, Indragiri Hilir

Abstrak

Pencurian dengan pemberatan merupakan tindak pidana yang masih sering terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir dan menimbulkan dampak negatif bagi keamanan serta ketertiban masyarakat. Meskipun hukum pidana telah mengatur sanksi penjara yang berat bagi pelakunya, kenyataannya angka pencurian dengan pemberatan masih mengalami peningkatan dan sebagian pelaku kembali melakukan tindak pidana yang sama. Hal ini menunjukkan adanya permasalahan dalam efektivitas penerapan sanksi pidana penjara.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sanksi pidana penjara terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan di wilayah Indragiri Hilir serta upaya yang dapat dilakukan untuk menekan terjadinya tindak pidana tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis sosiologis dengan sifat deskriptif, yang dilakukan melalui pengumpulan data dari wawancara dan studi kepustakaan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanksi pidana penjara belum sepenuhnya efektif dalam memberikan efek jera dan mencegah terulangnya tindak pidana pencurian dengan pemberatan, karena dipengaruhi oleh faktor ekonomi, lingkungan, serta belum optimalnya pembinaan narapidana. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan sanksi penjara masih belum mampu mencapai tujuan pemidanaan secara maksimal. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah dan aparat penegak hukum meningkatkan kualitas pembinaan di lembaga pemasyarakatan serta mengedepankan upaya pencegahan melalui pendekatan sosial dan ekonomi guna menurunkan angka pencurian dengan pemberatan di Kabupaten Indragiri Hilir.

Aggravated theft is a criminal offense that still frequently occurs in Indragiri Hilir Regency and has negative impacts on public security and order. Although criminal law has stipulated severe imprisonment sanctions for perpetrators, in reality, the number of aggravated theft cases continues to increase, and some offen ders reoffend by committing the same crime. This indicates a problem in the effectiveness of the implementation of imprisonment sanctions. This study aims to determine the effectiveness of imprisonment sanctions against perpetrators of aggravated theft in the Indragiri Hilir region, as well as the efforts that can be undertaken to reduce the occurrence of such crimes. This research employs a sociological juridical method with a descriptive nature, conducted through data collection by means of interviews and literature review. The results show that imprisonment sanctions have not been fully effective in creating a deterrent effect and preventing the recurrence of aggravated theft, due to economic and environmental factors, as well as the suboptimal rehabilitation of inmates. The conclusion of this study is that the implementation of imprisonment sanctions has not yet been able to fully achieve the objectives of punishment. Therefore, it is recommended that the government and law enforcement authorities improve the quality of inmate rehabilitation in correctional institutions and prioritize preventive efforts through social and economic approaches in order to reduce the rate of aggravated theft in Indragiri Hilir Regency.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29