TRADISI MANOE PUCOK DI NAGAN RAYA : STUDI HISTORIS DAN NILAI-NILAI KEISLAMAN

Penulis

  • Putri Hasmanita Universitas Islam Negri Ar-Raniry
  • Muliadi Kurdi Universitas Islam Negri Ar-Raniry

Kata Kunci:

Manoe Pucok, Nagan Raya, Tradisi, Nilai Islam, Adat Aceh

Abstrak

Tradisi Manoe Pucok merupakan salah satu adat perkawinan yang berkembang dalam masyarakat Aceh, khususnya di Kabupaten Nagan Raya, yang hingga kini masih dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Tradisi ini tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung makna historis dan religius yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji asal-usul dan perkembangan historis tradisi Manoe Pucok serta menganalisis nilai-nilai keislaman yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan historis dan normatif, melalui studi literatur dan analisis terhadap praktik budaya masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Manoe Pucok berasal dari tradisi adat Aceh sejak masa kerajaan yang kemudian mengalami proses islamisasi tanpa menghilangkan nilai-nilai lokalnya. Tradisi ini mengandung nilai penyucian diri, doa, pendidikan moral, serta penguatan solidaritas sosial dalam masyarakat. Selain itu, Manoe Pucok juga mencerminkan harmonisasi antara adat dan syariat Islam, sehingga dapat dikategorikan sebagai bentuk ‘urf yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum Islam.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30