CHATGPT SEBAGAI MODEL PSIKOLINGUISTIK:SEJAUH MANA MESIN MEMAHAMI SEMANTIK
Kata Kunci:
Psikolinusitik, Chatgpt, Kecerdasan Buatan, Pemrosesan BahasaAbstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi model psikolinguistik ChatGPT, dengan fokus pada kemampuan sistem untuk memahami makna dan semantik bahasa manusia. ChatGPT, yang merupakan program yang didukung oleh kecerdasan buatan, berusaha untuk meniru cara manusia dalam menyusun dan memahami bahasa. Dalam penelitian ini, teori psikolinguistik mengenai pemrosean bahasa, makna, serta konteks komunikasi digunakan untuk mengeksplorasi kemampuan semantik sistem ChatGPT. Metodologi yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif Hasil analisis menunjukkan bahwa ChatGPT dapat memahami pola semantik dan memberikan tanggapan yang sesuai dengan konteks. Namun, pemahamannya kurang konseptual daripada asosiatif. Ini menunjukkan bahwa ChatGPT meniru proses bahasa tanpa benar-benar "memahami" maknanya seperti yang dilakukan manusia.Temuan ini menunjukkan bahwa ChatGPT belum dapat mencapai tingkat pemahaman semantik yang autentik, meskipun dapat berfungsi sebagai model simulasi dalam penelitian psikolinguistik.
This research intends to investigate ChatGPT as a model within psycholinguistics, emphasizing the extent to which a machine can grasp concepts in human language. As a form of artificial intelligence, ChatGPT is built to replicate the ways in which people understand and produce language. Employing a qualitative descriptive methodology, this study examines ChatGPT's capabilities related to semantics in light of psycholinguistic principles concerning language use, meaning, and context. The results indicate that ChatGPT is able to identify semantic trends and create suitable responses based on context; however, its grasp of meaning is more about associations than it is about actual concepts. This suggests that while the machine mimics language processing, it does not genuinely “understand” meanings like humans do. The results underscore that although ChatGPT can function as a simulation model for psycholinguistic research, it has not yet reached true semantic understanding.


