PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETERNAK RUMAH MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN BABI BERNUTRISI DARI BAHAN LOKAL DI DESA LENTANG, KECAMATAN LELAK, KABUPATEN MANGGARAI

Penulis

  • Lusia Purnawati Santri Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Maria Fatima Sarimurni Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Petra S. Jaman Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Enjelina Asri Ayu Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Elisabeth Sariman Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Gregorius Saliwardaya Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Mikael Fandi Odinsa Kapas Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Kata Kunci:

Teknik Pakan Fermentasi, Babi, Bahan Lokal, Kesejahteraan Peternak, EM4, Desa Lentang

Abstrak

Peternakan babi merupakan salah satu sumber mata pencaharian penting bagi masyarakat pedesaan di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Namun, ketersediaan pakan ternak yang bernutrisi seringkali terbatas, terutama pada musim kemarau, sehingga berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan peternak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak rumah melalui pelatihan pembuatan pakan babi bernutrisi berbasis bahan lokal, yaitu batang pisang, daun ubi jalar, dan dedak padi, dengan tambahan EM4 dan gula pasir sebagai agen fermentasi. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi, demonstrasi praktik, serta evaluasi langsung terhadap hasil fermentasi dan penerapannya pada ternak babi selama dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan fermentasi meningkatkan kualitas nutrisi dan kecernaan pakan, menurunkan kadar serat kasar dan zat antinutrisi, serta meningkatkan nafsu makan dan pertumbuhan babi. Selain itu, penggunaan pakan fermentasi mampu mengurangi bau kotoran ternak dan mendukung kebersihan kandang. Partisipasi aktif dan respons positif peternak terhadap pelatihan menunjukkan kesiapan mereka mengadopsi inovasi ini untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha ternak. Temuan ini menegaskan bahwa fermentasi pakan berbahan lokal merupakan strategi efektif untuk mengatasi keterbatasan pakan dan meningkatkan kesejahteraan peternak rumahan.

Pig farming is one of the important sources of livelihood for rural communities in Manggarai Regency, East Nusa Tenggara. However, the availability of nutritious livestock feed is often limited, particularly during the dry season, which affects both productivity and the welfare of farmers. This study aimed to improve the welfare of smallholder farmers through training on the preparation of nutritious pig feed using local ingredients, namely banana stems, sweet potato leaves, and rice bran, with the addition of EM4 and sugar as fermentation agents. The methods applied included socialization, practical demonstrations, and direct evaluation of the fermentation results and their application to pigs over a two-week period. The results showed that fermented feed improved feed nutritional quality and digestibility, reduced crude fiber and antinutritional content, and enhanced pig appetite and growth. In addition, the use of fermented feed was able to reduce the odor of livestock waste and support barn hygiene. Active participation and positive responses from farmers during the training indicated their readiness to adopt this innovation to increase productivity and the sustainability of livestock farming. These findings confirm that fermented feed made from local ingredients is an effective strategy to overcome feed limitations and improve the welfare of smallholder pig farmers.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30