EFEKTIVITAS ASESMEN FORMATIF DIGITAL DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN BELAJAR SISWA PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA: SUATU TINJAUAN SISTEMATIS

Penulis

  • Abd Halim Saleh Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia
  • Febry Maghvinasya Aulia Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia
  • Zulfani Sesmiarni Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia

Kata Kunci:

Asesmen Formatif Digital, Keterlibatan Belajar, Kurikulum Merdeka, Tinjauan Sistematis, Teknologi Pendidikan

Abstrak

Transformasi digital dalam pendidikan membawa perubahan besar terhadap praktik evaluasi pembelajaran di sekolah, terutama sejak implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berdiferensiasi, penguatan umpan balik, dan keterlibatan aktif siswa. Asesmen formatif digital menjadi salah satu instrumen yang semakin banyak digunakan oleh guru untuk memonitor proses belajar secara berkelanjutan. Melalui fitur interaktif, penyajian hasil yang instan, serta fleksibilitas penggunaan di berbagai perangkat, asesmen formatif digital diyakini mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, adaptif, dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan sistematis terhadap berbagai temuan empiris mengenai efektivitas asesmen formatif digital dalam meningkatkan keterlibatan belajar siswa pada penerapan Kurikulum Merdeka. Metode tinjauan sistematis dilakukan dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Artikel dikumpulkan dari Google Scholar, Portal Garuda, dan SINTA dengan menggunakan kombinasi kata kunci yang mencakup “asesmen formatif digital,” “keterlibatan belajar,” dan “Kurikulum Merdeka.” Kriteria inklusi meliputi artikel berbahasa Indonesia yang terbit pada rentang tahun 2021–2025, memiliki fokus pada asesmen formatif digital, serta memuat indikator keterlibatan belajar seperti perhatian, motivasi, interaksi, atau kemandirian. Sebanyak sejumlah artikel yang memenuhi kriteria dianalisis menggunakan pendekatan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen formatif digital secara konsisten berkontribusi positif terhadap keterlibatan kognitif, afektif, dan perilaku siswa. Platform seperti Google Form, Quizizz, dan Kahoot, sekolah memungkinkan proses evaluasi yang lebih cepat, personal, serta mampu meningkatkan minat dan interaksi siswa selama pembelajaran. Namun, tantangan seperti ketergantungan pada koneksi internet, keterbatasan perangkat, dan variasi kompetensi digital guru masih menjadi hambatan dalam implementasinya. Temuan ini menegaskan bahwa asesmen formatif digital memiliki potensi besar dalam mendukung keterlibatan belajar siswa dalam kerangka Kurikulum Merdeka, dengan catatan perlu adanya penguatan kapasitas guru dan dukungan infrastruktur yang memadai.

Digital transformation in education has brought about major changes to learning assessment practices in schools, especially since the implementation of the Merdeka Curriculum, which emphasizes differentiated learning, strengthening feedback, and active student engagement. Digital formative assessment has become one of the tools increasingly used by teachers to continuously monitor the learning process. Through interactive features, instant presentation of results, and flexibility of use on various devices, digital formative assessment is believed to be able to create a more engaging, adaptive, and participatory learning experience. This study aims to conduct a systematic review of various empirical findings regarding the effectiveness of digital formative assessment in increasing student learning engagement in the implementation of the Merdeka Curriculum. The systematic review method was conducted following the PRISMA 2020 guidelines. Articles were collected from Google Scholar, Portal Garuda, and SINTA using a combination of keywords that included “digital formative assessment,” “learning engagement,” and “Merdeka Curriculum.” Inclusion criteria included Indonesian-language articles published between 2021 and 2025, focusing on digital formative assessment, and containing indicators of learning engagement such as attention, motivation, interaction, or independence. A number of articles that met the criteria were analyzed using a thematic synthesis approach. The results of the study show that digital formative assessment consistently contributes positively to students' cognitive, affective, and behavioral engagement. Platforms such as Google Form, Quizizz, and Kahoot enable schools to conduct faster, more personalized evaluations and increase student interest and interaction during learning. However, challenges such as dependence on internet connections, device limitations, and variations in teachers' digital competencies remain obstacles to its implementation. These findings confirm that digital formative assessment has great potential in supporting student learning engagement within the framework of the Merdeka Curriculum, provided that there is a strengthening of teacher capacity and adequate infrastructure support.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30