EPISTEMOLOGI IRFANI: DIMENSI PENGETAHUAN DALAM PEMIKIRAN SUFISTIK IBNU ARABI

Penulis

  • Muhammad Naufal Baehaki Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Kata Kunci:

Epistemologi Irfani, Ibn ‘Arabī Ma’rifah, Kasy, Sufisme

Abstrak

Epistemologi ʿirfānī menekankan pengetahuan intuitif dan pengalaman langsung (kasyf, ilhām, dan maʿrifah) dalam memahami realitas. Ibn ‘Arabī sebagai tokoh sufistik menegaskan bahwa pengetahuan sejati tidak hanya bersumber dari akal dan teks, tetapi melalui penyaksian hakikat Ilahi yang menuntut penyucian jiwa. Penelitian ini mengkaji dimensi pengetahuan dalam pemikiran Ibn ‘Arabī dengan fokus pada konsep maʿrifah, instrumen kasyf dan ilhām, serta kaitannya dengan doktrin wahdat al-wujūd. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis filosofis-hermeneutik atas karya-karyanya. Hasil kajian menunjukkan bahwa epistemologi ʿirfānī Ibn ‘Arabī memandang pengetahuan sebagai pengalaman eksistensial yang menyatukan subjek dan objek, serta memberikan relevansi etis dan spiritual bagi perkembangan pemikiran Islam kontemporer.

ʿIrfānī epistemology emphasizes intuitive knowledge and direct experience (kasyf, ilhām, and maʿrifah) in understanding reality. Ibn 'Arabī, as a Sufistic figure, emphasized that true knowledge does not only come from reason and texts, but through witnessing the nature of God which demands purification of the soul. This research examines the dimensions of knowledge in Ibn 'Arabī's thought with a focus on the concepts of ma'rifah, kashf and ilhām instruments, and their relationship to the doctrine of wahdat al-wujūd. The method used is literature study with philosophical-hermeneutic analysis of his works. The results of the study show that ʿirfānī Ibn 'Arabī's epistemology views knowledge as an existential experience that unites subject and object, and provides ethical and spiritual relevance for the development of contemporary Islamic thought.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30