INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PENDIDIKAN PANCASILA UNTUK PENGUATAN CIVIC LITERACY MAHASISWA
Kata Kunci:
Kecerdasan Buatan, Pendidikan Pancasila, Literasi Kewarganegaraan, Pendidikan Tinggi, Teknologi PendidikanAbstrak
This study aims to analyze the potential and form of Artificial Intelligence (AI) integration in Pancasila Education to strengthen students' civic literacy. In the digital era, conventional learning methods are often considered less engaging for the millennial generation. This research uses a qualitative approach with literature study methods and conceptual analysis. The results show that AI can be integrated through several key points AI-based Personalized Learning for understanding Pancasila values, Chatbot Simulation for discussing ethical dilemmas based on Pancasila, Data Analysis for mapping students' understanding, and Virtual/Augmented Reality for experiential learning about national history and diversity. This integration supports the development of critical, reflective, and participatory civic competencies, aligning with the needs of 21st-century citizenship. The study concludes that AI acts as a catalyst to make Pancasila Education more dynamic, contextual, and relevant, thereby effectively strengthening civic literacy. Strategic collaboration between educators, technologists, and policymakers is essential for its ethical and effective implementation.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan bentuk integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam Pendidikan Pancasila untuk penguatan civic literacy mahasiswa. Di era digital, metode pembelajaran konvensional kerap dinilai kurang menarik bagi generasi milenial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dapat diintegrasikan melalui beberapa poin kunci. Yang pertama ada Personalized Learning berbasis AI untuk pemahaman nilai Pancasila, Simulasi Chatbot untuk diskusi dilema etika berdasarkan Pancasila, Analisis Data untuk pemetaan pemahaman mahasiswa, dan Virtual/Augmented Reality untuk pembelajaran eksperiensial tentang sejarah dan kebinekaan bangsa. Integrasi ini mendukung pengembangan kompetensi kewarganegaraan yang kritis, reflektif, dan partisipatif, selaras dengan kebutuhan keberwarganegaraan abad ke-21. Kajian menyimpulkan bahwa AI menjadi katalisator untuk menjadikan Pendidikan Pancasila lebih dinamis, kontekstual, dan relevan, sehingga efektif memperkuat civic literacy. Kolaborasi strategis antara pendidik, teknologi, dan pembuat kebijakan sangat penting untuk implementasinya yang etis dan efektif.


