MAKNA HISTORIS TRADISI BIDAR DI SUMATERA SELATAN STUDI LITERATUR TENTANG AKAR TRADISI,INDETITAS LOKAL, DAN UPAYA PELESTARIAN

Penulis

  • Agustus Universitas PGRI Palembang
  • Dhini Rafeyla Universitas PGRI Palembang
  • Citra Dewi Universitas PGRI Palembang
  • Kabib Sholeh Universitas PGRI Palembang

Kata Kunci:

Tradisi Bidar, Makna Historis, Identitas Lokal, Warisan Budaya, Pelestarian Budaya, Sumatera Selatan

Abstrak

Bidar merupakan salah satu warisan budaya di Sumatera Selatan yang patut dilestarikan. Keberadaan perlombaan perahu bidar selalu dinantikan oleh masyarakat Kota Palembang karena tradisi ini memiliki nilai-nilaikehidupan pada masyarakat Kota Palembangyang dikenal sebagai wilayah maritim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaj makna historis tradisi perahu bidar di Sumatera Selatan, menganalisis proses transformasi tradisi dari masa ke masa serta mengidentifikasi upaya-upaya pelestarian yang telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah pendekatar kualitatif berbasis studi literatur dengan pemanfaatan jurnal ilmiah dan media koran. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk mengungkap akar tradisi, proses perkembangan, serta peranannya dalam membentuk identitas budaya masyaraka setempat. Hasil penelitian menunjukkan pahwa tradisi perahu bidar memiliki aka historis sejak masa Kesultanan Palembang Darussalam, ketika perahu menjadi sarana mobilitas dan simbol kekuatan maritim. Seiring waktu, tradisi tersebut bertransformasi menjadi kegiatan lomba yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Upaya pelestarian yang ilakukan melalui festival budaya, dukungar pemerintah daerah, dan keterlibatar komunitas membuktikan bahwa perahu bidar masih memiliki relevansi sebagai ikor budaya Sumatera Selatan. Dengan demikian tradisi ini bukan hanva bentuk aktivitas rekreatif, tetapi juga simbol kontinuitas sejarah dan identitas masyarakat Palembang yang perlu terus dijaga. Penelitian ini ke depannya diharapkan sebagai bukti bahwa adanya kaitan antara perlombaan tradis bidar sebagai warisan budaya leluhur yang harus dilestarikan sehingga dapat diteruskar oleh generasi selanjutnya pada masyarakat Kota Palembang. 

 

Bidar is one of the cultural heritages of South Sumatra that deserves to be preserved. The Bidar boat racing competition is always eagerly anticipated by the people of Palembang City because this tradition embodies the life values of the Palembang community, which is historically recognized as a maritime society. This study aims to examine the historical significance of the Bidar boat tradition in South Sumatra, analyze the process of its transformation over time, and identify preservation efforts undertaken by both the government and local communities.The research employs a qualitative approach based on a literature review, utilizing academic journals and newspaper sources. Descriptive analysis is applied to reveal the roots of the tradition, its developmental process, and its role in shaping the cultural identity of the local community.The findings indicate that the Bidar boat tradition has historical roots dating back to the era of the Palembang Darussalam Sultanate, when boats functioned as a means of mobility and as symbols of maritime power. Over time, this tradition has transformed into a competitive racing event involving various segments of society. Preservation efforts through cultural festivals, support from local governments, and active community participation demonstrate that the Bidar boat remains relevant as a cultural icon of South Sumatra.Therefore, the Bidar boat tradition is not merely a form of recreational activity but also a symbol of historical continuity and the cultural identity of the Palembang people that must be continuously safeguarded. This study is expected to provide evidence of the strong connection between the Bidar boat racing tradition and ancestral cultural heritage, which should be preserved and passed on to future generations in Palembang City

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30