SONGKET PALEMBANG SEBAGAI WARISAN BUDAYA TAK BENDA ANALISIS KAJIAN LITERATUR TENTANG NILAI FILOSOFIS DAN PELESTARIANNYA

Penulis

  • Putri Agustini Universitas PGRI Palembang
  • M Zakiudin Universitas PGRI Palembang
  • Elya Julika Universitas PGRI Palembang
  • Kabib Sholeh Universitas PGRI Palembang

Kata Kunci:

Songket Palembang, Warisan Budaya Tak Benda, Nilai Filosofis, Pelestarian, Kajian Literatur

Abstrak

Songket Palembang adalah salah satu bentuk warisan budaya tak benda dari Indonesia yang memiliki estetika, simbolisme, dan filosofi yang mendalam serta penting dalam mencerminkan identitas, status sosial, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Palembang sejak era Kesultanan Sriwijaya hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki makna filosofis yang tertera dalam motif, warna, dan proses pembuatan songket Palembang, mengeksplorasi berbagai taktik untuk melestarikannya di tengah perubahan modernisasi, globalisasi, dan pergeseran nilai budaya lokal. Masalah utama yang dihadapi dalam penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai filosofis, spiritual, dan simbolik yang terkait dengan songket Palembang dapat terus dijaga saat generasi muda mulai meninggalkan warisan tradisional demi gaya hidup modern dan ketika industri tekstil massal menjadi lebih dominan di pasar. Penelitian ini mengaplikasikan metode studi literatur dengan mengevaluasi berbagai sumber akademik, buku, artikel ilmiah, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema warisan budaya, semiotika motif, dan metode pelestarian kain tradisional. Hasil analisis menunjukkan bahwa motif-motif seperti pucuk rebung, naga besaung, bunga melati, dan lepus emas menyimpan nilai filsafat yang kaya yang merefleksikan kesucian, kemakmuran, keharmonisan, keseimbangan, serta hubungan spiritual antara manusia, alam, dan Tuhan. Usaha untuk melestarikan budaya dilakukan melalui pendidikan budaya di sekolah-sekolah, pelatihan bagi pengrajin muda, inovasi dalam desain modern, penguatan ekonomi kreatif, digitalisasi motif, kolaborasi dengan desainer, serta promosi pariwisata yang berlandaskan kearifan lokal. Sebagai kesimpulan, songket Palembang bukan hanya sekadar karya seni tekstil yang indah, melainkan juga sebagai simbol dari identitas, sarana untuk mewariskan nilai-nilai luhur, dan bukti ketahanan budaya negeri yang perlu dijaga secara berkelanjutan melalui generasi dan sektor yang berbeda agar tetap hidup dan relevan di masa depan. 

Palembang songket is one of Indonesia’s intangible cultural heritages that embodies high aesthetic, symbolic, and philosophical values, playing an essential role in reflecting the identity, social status, and life values of the Palembang people from the Sriwijaya Kingdom era to the present day. This study aims to analyze the philosophical meanings contained in the motifs, colors, and production process of Palembang songket, as well as to examine various preservation strategies implemented amid modernization, globalization, and the shifting of local cultural values. The main issue addressed in this research is how the philosophical, spiritual, and symbolic values inherent in Palembang songket can be preserved when the younger generation increasingly shifts away from traditional heritage toward modern lifestyles and mass textile industries that dominate the market. This study employs a literature review method by analyzing various academic sources, books, scholarly articles, and previous research relevant to the themes of cultural heritage, motif semiotics, and traditional textile preservation strategies. The findings indicate that motifs such as pucuk rebung (bamboo shoots), naga besaung (dragon), bunga melati (jasmine), and lepus emas (gold thread) carry profound philosophical meanings representing purity, prosperity, harmony, balance, and the spiritual connection between humans, nature, and God. Preservation efforts are carried out through cultural education in schools, training for young artisans, modern design innovation, strengthening of the creative economy, motif digitalization, collaboration with designers, and tourism promotion based on local wisdom. In conclusion, Palembang songket is not only valuable as a beautiful textile artwork but also serves as a symbol of identity, a medium for transmitting noble values, and proof of the nation’s cultural resilience. It must be sustainably preserved across generations and sectors to remain vibrant and relevant in the future.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30