ANALISIS PUISI “SIA-SIA” KARYA CHAIRIL ANWAR DENGAN PENDEKATAN EKSPRESIF

Penulis

  • Gresia Natasia Br Purba Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Monalisa Frince Sianturi Universitas HKBP Nommensen Medan

Kata Kunci:

Puisi Sia-Sia, Pendekatan Ekspresif, Ekspresi Batin, Chairil Anwar

Abstrak

Puisi “Sia-Sia” karya Chairil Anwar merupakan karya sastra yang merefleksikan pergulatan batin penyair dalam menghadapi realitas kehidupan yang penuh kekecewaan, kehampaan, dan keterbatasan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna puisi tersebut dengan menggunakan pendekatan ekspresif, yaitu pendekatan yang memandang karya sastra sebagai ungkapan dunia batin dan kondisi psikologis pengarang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka serta baca-catat terhadap larik dan bait puisi yang merepresentasikan ekspresi emosional penyair. Hasil analisis menunjukkan bahwa tema kesia-siaan dalam puisi ini menjadi simbol runtuhnya harapan dan kesadaran eksistensial penyair terhadap ketidakberdayaan manusia dalam mengendalikan hidup. Pilihan diksi yang sederhana, lugas, dan bernada getir mencerminkan kejujuran emosional serta sikap individualistis Chairil Anwar dalam menyikapi realitas. Kesia-siaan yang diungkapkan tidak dimaknai sebagai sikap menyerah total, melainkan sebagai bentuk kesadaran eksistensial yang lahir dari perenungan mendalam terhadap kegagalan dan keterbatasan hidup. Dengan demikian, puisi “Sia-Sia” dapat dipahami sebagai manifestasi dunia batin pengarang yang kompleks sekaligus refleksi sikap hidup yang berani dan jujur dalam menghadapi kenyataan. Pendekatan ekspresif terbukti efektif dalam mengungkap makna puisi secara mendalam karena mampu menjembatani hubungan antara teks sastra dan pengalaman subjektif pengarang.

Chairil Anwar's poem "Sia-Sia" is a literary work that reflects the poet's inner struggle in facing the reality of life full of disappointment, emptiness, and human limitations. This study aims to uncover the meaning of the poem using an expressive approach, an approach that views literary works as expressions of the author's inner world and psychological condition. The method used is a descriptive qualitative method with data collection techniques through literature studies and reading and taking notes on the lines and stanzas of the poem that represent the poet's emotional expression. The results of the analysis show that the theme of futility in this poem symbolizes the collapse of hope and the poet's existential awareness of human powerlessness in controlling life. The choice of simple, straightforward, and bitter diction reflects Chairil Anwar's emotional honesty and individualistic attitude in responding to reality. The futility expressed is not interpreted as an attitude of total surrender, but rather as a form of existential awareness born from deep contemplation of failure and life's limitations. Thus, the poem "Sia-Sia" can be understood as a manifestation of the author's complex inner world as well as a reflection of a courageous and honest attitude in facing reality. The expressive approach has proven effective in revealing the meaning of poetry in depth because it is able to bridge the relationship between literary texts and the author's subjective experiences.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30