ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DALAM KORESPONDENSI SURAT BISNIS
Kata Kunci:
Kesalahan Berbahasa, Surat Bisnis, Diksi, Sintaksis, Kalimat Efektif, Korespondensi BisnisAbstrak
Penelitian ini mengkaji kesalahan berbahasa Indonesia dalam korespondensi surat bisnis, khususnya yang ditulis oleh mahasiswa, dengan fokus pada aspek diksi, sintaksis, dan efektivitas kalimat. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam surat bisnis menjadi krusial karena berfungsi sebagai representasi profesionalitas dan kredibilitas perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi pustaka dan analisis dokumen dengan teknik purposive sampling. Temuan menunjukkan bahwa kesalahan berbahasa yang paling dominan meliputi penggunaan unsur mubazir atau pleonasme, diksi tidak baku, struktur kalimat yang kehilangan subjek atau tidak paralel, serta ketidakefektifan kalimat yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap kaidah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD Devisi V) dan minimnya proses penyuntingan. Kesalahan-kesalahan ini berakar pada pengaruh ragam bahasa lisan, keterbatasan kosakata formal, dan kebiasaan menggunakan bahasa nonformal yang terbawa dari lingkungan pendidikan. Implikasi dari kesalahan berbahasa tersebut dapat mengurangi kredibilitas perusahaan, menimbulkan miskomunikasi, bahkan berpotensi menimbulkan kerugian material dan reputasi. Solusi yang direkomendasikan mencakup peningkatan pemahaman kaidah bahasa Indonesia melalui pelatihan terstruktur, pembiasaan praktik komunikasi formal, penggunaan alat bantu pemeriksa bahasa, dan penerapan template surat bisnis yang sesuai standar kebahasaan nasional. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi pembelajaran bahasa bisnis serta mendukung pengembangan kurikulum pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia profesional.
This study examines Indonesian language errors in business correspondence, particularly those written by students, with a focus on diction, syntax, and sentence effectiveness. The use of good and correct Indonesian in business letters is crucial because it represents a company's professionalism and credibility. This study uses a descriptive-analytical approach through literature review and document analysis with purposive sampling techniques. The findings indicate that the most dominant language errors include the use of redundant elements or pleonasm, non-standard diction, sentence structures that are missing subjects or are not parallel, and sentence ineffectiveness caused by a lack of understanding of the rules of Enhanced Spelling (EYD Edition V) and minimal editing processes. These errors are rooted in the influence of spoken language varieties, limited formal vocabulary, and the habit of using informal language carried over from the educational environment. The implications of these language errors can reduce the company's credibility, lead to miscommunication, and even potentially cause material and reputational losses. Recommended solutions include improving understanding of Indonesian language rules through structured training, familiarizing yourself with formal communication practices, using language-checking tools, and implementing business letter templates that comply with national language standards. This research is expected to provide material for evaluating business language learning and support the development of vocational education curricula that meet the needs of the professional world.


