PROBLEMATIKA SISWA KELAS V DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SDN 58 PALEMBANG: STUDI OBSERVASI LAPANGAN
Kata Kunci:
Problematika Pembelajaran, Siswa Kelas V, Sekolah Dasar, Pengelolaan Kelas, Strategi GuruAbstrak
Penelitian berbasis observasi lapangan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran empiris mengenai problematika yang dihadapi siswa kelas V dalam proses pembelajaran di SDN 58 Palembang, serta strategi yang diterapkan guru dalam mengatasinya. Observasi dan wawancara terstruktur dilaksanakan pada Rabu, 12 Februari 2026, dengan subjek penelitian adalah guru kelas V SDN 58 Palembang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa pengamatan partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima problematika utama yang ditemukan di kelas V, yaitu: (1) rendahnya kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan kelas, (2) suasana belajar yang kurang kondusif, (3) kesulitan siswa dalam memahami materi akibat dominasi metode ceramah, (4) rendahnya rasa tanggung jawab terhadap fasilitas sekolah, dan (5) kurangnya rasa percaya diri pada sebagian siswa. Dalam menghadapi berbagai permasalahan tersebut, guru menerapkan pendekatan personal, strategi penjelasan berulang dengan bahasa sederhana dan contoh konkret, serta penilaian yang mencakup aspek sikap dan keaktifan. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan optimal siswa.
This field-observation-based study aims to obtain an empirical picture of the problems faced by fifth- grade students in the learning process at SDN 58 Palembang, as well as the strategies applied by teachers to address them. Structured observations and interviews were conducted on Wednesday, February 12, 2026, with the subject being the fifth-grade teacher of SDN 58 Palembang. A qualitative descriptive approach was employed using participatory observation, in-depth interviews, and documentation as data collection techniques. The findings reveal five main problems: (1) low student awareness of classroom cleanliness, (2) a learning environment that is less than conducive, (3) students' difficulties in understanding material due to the dominance of lecture methods, (4) low student responsibility toward school facilities, and (5) insufficient self-confidence in some students. In addressing these issues, the teacher implemented personalized approaches, repeated explanations using simple language and concrete examples, and assessment encompassing attitudinal and active participation aspects. These findings underscore the importance of collaboration among teachers, parents, and school management in creating a conducive learning environment that supports the optimal development of students.


