DAMPAK PSIKOLOGIS PERUNDANGAN TERHADAP SISWA: INTEGRASI PENDIDIKAN PANCASILA UNTUK KETAHANAN MENTAL BERBASIS KEMANUSIAAN
Kata Kunci:
Perundangan Pendidikan, Pendidikan Pancasila, Ketahanan Mental, Kemanusiaan SiswaAbstrak
Perundungan merupakan masalah serius di lingkungan pendidikan yang berdampak pada kesehatan psikologis siswa. Artikel ini bertujuan menganalisis dampak psikologis perundungan serta menjelaskan peran Pendidikan Pancasila dalam membangun ketahanan mental berbasis kemanusiaan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah buku, jurnal, dan sumber relevan terkait perundungan, kesehatan mental remaja, dan Pendidikan Pancasila. Hasil kajian menunjukkan bahwa perundungan dapat memicu kecemasan, depresi, penurunan harga diri, penarikan diri sosial, dan gangguan regulasi emosi. Integrasi nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua, dapat menjadi strategi preventif dan edukatif untuk membangun empati, solidaritas, dan lingkungan sekolah yang aman. Dengan demikian, Pendidikan Pancasila berperan penting dalam memperkuat ketahanan mental siswa melalui internalisasi nilai kemanusiaan
Bullying is a serious problem in educational settings that affects students' psychological well-being. This article aims to analyze the psychological impacts of bullying and explain the role of Pancasila Education in building mental resilience based on humanity. The method used is a literature review by examining books, journals, and relevant sources related to bullying, adolescent mental health, and Pancasila Education. The results show that bullying can trigger anxiety, depression, low self-esteem, social withdrawal, and emotional regulation problems. The integration of Pancasila values, especially the second principle, can serve as a preventive and educational strategy to build empathy, solidarity, and a safe school environment. Thus, Pancasila Education plays an important role in strengthening students' mental resilience through the internalization of humanistic values


