PERAN GENERASI MUDA DALAM MELESTARIKAN BUDAYA MUSYAWARAH DI ERA DIGITAL

Penulis

  • Hindun Lubis Institut Sains Al-Qur'an Syekh Ibrahim, Pasir Pengaraian
  • Syamzaimar Institut Sains Al-Qur'an Syekh Ibrahim, Pasir Pengaraian

Kata Kunci:

Generasi Muda, Budaya Musyawarah, Era Digital, Literasi Digital, Komunikasi Demokratis

Abstrak

Budaya musyawarah merupakan salah satu nilai penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang mencerminkan sikap demokratis, keterbukaan, dan penghargaan terhadap perbedaan pendapat. Namun, perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi generasi muda, sehingga praktik musyawarah mengalami pergeseran dari bentuk tatap muka menuju komunikasi berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran generasi muda dalam melestarikan budaya musyawarah di era digital, serta mengidentifikasi tantangan dan upaya yang dilakukan dalam mempertahankan nilai-nilai musyawarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah generasi muda yang aktif menggunakan media digital dalam kegiatan diskusi dan pengambilan keputusan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik untuk memperoleh hasil penelitian yang valid dan objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda masih mempraktikkan budaya musyawarah melalui berbagai platform digital seperti WhatsApp, Zoom, dan media sosial lainnya. Generasi muda berperan dalam menjaga nilai-nilai musyawarah melalui komunikasi yang santun, keterbukaan terhadap perbedaan pendapat, serta pengambilan keputusan secara demokratis. Namun, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi, seperti rendahnya partisipasi aktif anggota, kesalahpahaman dalam komunikasi digital, serta komunikasi yang cenderung singkat dan kurang mendalam. Untuk mengatasi tantangan tersebut, generasi muda melakukan berbagai upaya seperti mengadakan diskusi rutin, memanfaatkan fitur polling dan voting, serta menjaga etika komunikasi dalam diskusi digital. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam melestarikan budaya musyawarah di era digital. Pemanfaatan teknologi digital tidak hanya mempermudah komunikasi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat budaya musyawarah yang demokratis dan inklusif. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk mendorong generasi muda agar terus mempertahankan nilai-nilai musyawarah sebagai bagian dari identitas budaya bangsa di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Deliberation culture is one of the important values in Indonesian society that reflects democratic attitudes, openness, and respect for differences of opinion. However, the development of digital technology has changed the communication patterns of the younger generation, causing the practice of deliberation to shift from face-to-face interaction to digital-based communication. This study aims to describe the role of the younger generation in preserving the culture of deliberation in the digital era, as well as to identify the challenges and efforts made in maintaining deliberative values. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. The research subjects were young people who actively used digital media in discussion and decision-making activities. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The collected data were analyzed using qualitative data analysis techniques, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source triangulation and technique triangulation to obtain valid and objective research findings. The results of the study indicate that the younger generation continues to practice deliberation through various digital platforms such as WhatsApp, Zoom, and social media. The younger generation plays a significant role in maintaining deliberative values through polite communication, openness to different opinions, and democratic decision-making processes. However, several challenges were identified, including low active participation, misunderstandings in digital communication, and brief communication that tends to be less in-depth. To address these challenges, young people implement several efforts such as conducting regular online discussions, utilizing polling and voting features, and maintaining communication ethics in digital discussions. In conclusion, the younger generation has a strategic role in preserving the culture of deliberation in the digital era. The use of digital technology not only facilitates communication but also strengthens democratic and inclusive deliberation culture. Therefore, support from various stakeholders is needed to encourage young people to continue preserving deliberative values as part of national cultural identity amid rapid technological development.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30