PENGUATAN KARAKTER BANGSA MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Penulis

  • Ica Habibatul Barokah Institut Sains Al-Qur'an Syekh Ibrahim Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu
  • Syamzaimar Institut Sains Al-Qur'an Syekh Ibrahim Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu

Kata Kunci:

Karakter Bangsa, Pendidikan Kewarganegaraan, Pembelajaran Inovatif, Nilai Pancasila, Warga Negara

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena degradasi moral dan krisis identitas nasional di kalangan generasi muda yang dipicu oleh arus globalisasi serta masifnya infiltrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Karakter bangsa yang kuat merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan sebuah negara berdaulat, namun saat ini integritas tersebut mulai terkikis oleh perilaku pragmatisme dan individualisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis urgensi serta strategi penguatan karakter bangsa melalui optimalisasi peran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai instrumen edukasi politik dan moral. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur, di mana data dikumpulkan dari berbagai jurnal ilmiah, buku, dan kebijakan pendidikan terkait untuk kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran sentral dalam mentransformasikan nilai-nilai kebangsaan, demokrasi, dan bela negara ke dalam ranah kognitif, afektif, serta psikomotorik peserta didik. PKn bukan sekadar transfer pengetahuan mengenai struktur tata negara, melainkan sebuah proses pembentukan watak (character building) yang mampu menghasilkan warga negara yang cerdas dan bertanggung jawab. Implikasi dari penelitian ini menekankan perlunya inovasi dalam metode pembelajaran PKn yang lebih adaptif, interaktif, dan berbasis nilai-nilai kontekstual agar tidak terjebak pada formalitas administratif belaka. Penguatan kurikulum yang mengintegrasikan kecakapan abad ke-21 dengan kearifan lokal menjadi kunci dalam mencetak generasi penerus yang memiliki nasionalisme tinggi sekaligus kompetitif secara global. Sinergi antara pendidik, lembaga pendidikan, dan lingkungan sosial sangat diperlukan untuk memastikan nilai-nilai karakter tersebut terinternalisasi secara permanen dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

This research is motivated by the phenomenon of moral degradation and the crisis of national identity among the younger generation, triggered by the currents of globalization and the massive infiltration of foreign cultures that are inconsistent with the noble values of Pancasila. A strong national character is the primary foundation for the sustainability of a sovereign state; however, this integrity is currently being eroded by pragmatism and individualism. The objective of this study is to analyze the urgency and strategies for strengthening national character through the optimization of Civic Education (PKn) as an instrument for political and moral education

. The research method employed is qualitative with a literature study approach, where data were collected from various scientific journals, books, and relevant educational policies, followed by a descriptive-analytical evaluation. The findings indicate that Civic Education plays a central role in transforming national values, democracy, and state defense into the cognitive, affective, and psychomotor domains of students. Civic Education is not merely a transfer of knowledge regarding

state structures but a process of character building capable of producing intelligent and responsible citizens. The implications of this research emphasize the need for innovation in Civic Education learning methods that are more adaptive, interactive, and contextually grounded to avoid becoming mere administrative formalities. Strengthening the curriculum by integrating 21st-century skills with local wisdom is key to producing a successor generation that possesses high nationalism while remaining globally competitive. Synergy between educators, educational institutions, and the social environment is essential to ensure that character values are permanently internalized in the life of the community, nation, and state.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30