KONSEP KESEHATAN MENTAL DALAM AL QUR’AN: KAJIAN TAFSIR TEMATIK TERHADAP OVERTHINKING, ANXIETY DAN KETENANGAN JIWA

Penulis

  • Meri Noktaria Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Ulil Albab Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Muhamad Takrip Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Arin Setiani Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • M. Arridho Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Kata Kunci:

Kesehatan Mental, Al-Qur’an, Tafsir Tematik, Overthinking, Anxiety, Ketenangan Jiwa

Abstrak

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia yang berkaitan dengan keseimbangan emosi, pola pikir, dan perilaku. Di era modern, berbagai permasalahan psikologis seperti overthinking, anxiety (kecemasan), dan hilangnya ketenangan jiwa semakin banyak dialami akibat tekanan sosial, tuntutan hidup, serta krisis spiritual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep kesehatan mental dalam perspektif Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik khususnya terkait fenomena overthinking, kecemasan, dan ketenangan jiwa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an, tafsir para ulama, serta literatur yang relevan mengenai kesehatan mental dalam Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan pedoman yang komprehensif dalam menjaga kesehatan mental melalui penguatan keimanan, pengendalian pikiran, serta penyucian jiwa. Konsep kesehatan mental dalam Al-Qur’an berlandaskan pada keseimbangan antara hati, akal, dan perilaku manusia. Beberapa prinsip utama yang ditemukan meliputi fitrah manusia, tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), tawakal, sabar, qana’ah, istiqamah, dzikir, serta menjaga hubungan sosial yang harmonis. Al-Qur’an juga menegaskan bahwa ketenangan jiwa dapat diperoleh melalui kedekatan kepada Allah Swt., sebagaimana dijelaskan dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28 bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Selain itu, kajian ini menemukan bahwa overthinking dan anxiety dalam perspektif Al-Qur’an muncul akibat lemahnya kontrol diri, rasa takut berlebihan terhadap masa depan, serta jauhnya manusia dari nilai-nilai spiritual. Oleh karena itu, Al-Qur’an menawarkan solusi berupa penguatan iman, optimisme, pengendalian emosi, serta sikap berserah diri kepada Allah Swt. Nilai-nilai tersebut tidak hanya berfungsi sebagai terapi spiritual, tetapi juga mampu membantu manusia menghadapi tekanan hidup secara lebih tenang dan bijaksana. Dengan demikian, konsep kesehatan mental dalam Al-Qur’an relevan untuk diterapkan dalam kehidupan modern sebagai upaya mencapai ketenangan jiwa, kebahagiaan, dan keseimbangan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.

Mental health is an important aspect of human life related to emotional balance, mindset, and behavior. In the modern era, various psychological problems such as overthinking, anxiety, and the loss of inner peace are increasingly experienced due to social pressure, life demands, and spiritual crises. This article aims to examine the concept of mental health in the perspective of the Qur’an through a thematic interpretation approach (tafsir maudhu’i), especially regarding the phenomena of overthinking, anxiety, and inner peace. The research method used is library research by analyzing verses of the Qur’an, interpretations of Islamic scholars, and relevant literature related to mental health in Islam. The results of this study show that the Qur’an provides comprehensive guidance in maintaining mental health through strengthening faith, controlling thoughts, and purifying the soul. The concept of mental health in the Qur’an is based on the balance between the heart, mind, and human behavior. Several main principles found in this study include human nature (fitrah), tazkiyatun nafs (purification of the soul), tawakal (trust in Allah), patience, qana’ah (contentment), istiqamah (steadfastness), remembrance of Allah (dzikir), and maintaining harmonious social relationships. The Qur’an also emphasizes that inner peace can be attained through closeness to Allah SWT, as stated in Surah Ar-Ra’d verse 28, which explains that hearts find tranquility in the remembrance of Allah. In addition, this study finds that overthinking and anxiety from the Qur’anic perspective arise from weak self-control, excessive fear of the

future, and the distance of humans from spiritual values. Therefore, the Qur’an offers solutions in the form of strengthening faith, optimism, emotional control, and surrendering oneself to Allah SWT. These values not only function as spiritual therapy but also help humans face life’s pressures more calmly and wisely. Thus, the concept of mental health in the Qur’an is relevant to be applied in modern life as an effort to achieve inner peace, happiness, and balance in life, both in this world and in the hereafter.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29