PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBANGUN SIKAP TOLERANSI DI MASYARAKAT MAJEMUK

Penulis

  • Ferdianto Dimu Institut agama Kristen negeri Kupang
  • Norina Liranti Pellokila Institut agama Kristen negeri Kupang

Kata Kunci:

Pendidikan Agama Kristen, Toleransi Antaragama, Masyarakat Majemuk, Pedagogi Transformatif, Rekonsiliasi, Kerukunan Umat Beragama

Abstrak

Toleransi antaragama merupakan prasyarat utama bagi stabilitas sosial bangsa Indonesia yang majemuk. Di tengah meningkatnya kasus intoleransi, radikalisme, dan segregasi sosial berbasis identitas keagamaan, pendidikan agama dituntut memainkan peran yang lebih strategis bukan sekadar sebagai wahana transfer dogma, melainkan sebagai medium pembentukan karakter yang inklusif, kritis, dan humanis. Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional memiliki sumber daya teologis dan pedagogis yang kaya untuk merespons tantangan tersebut. Artikel ini bertujuan mengkaji secara komprehensif peran PAK dalam membangun sikap toleransi melalui perspektif teologis, pedagogis, dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka sistematis (systematic literature review) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap literatur ilmiah mutakhir periode 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) PAK memiliki landasan teologis yang kokoh melalui doktrin Imago Dei, etika kasih universal (agape), teologi rekonsiliasi dan shalom, serta pneumatologi kemajemukan; (2) nilai-nilai inti PAK seperti agape, keadilan restoratif, kerendahan hati epistemis, dan pengampunan secara organis mendukung pembentukan sikap toleran yang autentik; dan (3) strategi pedagogis meliputi pedagogi transformatif kritis, pembelajaran berbasis narasi alkitabiah, dialog antaragama terstruktur, pendidikan perdamaian, dan literasi media kritis dapat diintegrasikan secara efektif ke dalam kurikulum PAK. Temuan ini memiliki implikasi signifikan bagi reformasi kurikulum, peningkatan kompetensi guru PAK, serta penguatan peran gereja sebagai agen perdamaian sosial di Indonesia.

ABSTRACT

Interreligious tolerance is a primary prerequisite for the social stability of pluralistic Indonesia. Amid rising cases of intolerance, radicalism, and identity-based social segregation, religious education is called to play a more strategic role not merely as a vehicle for doctrinal transfer, but as a medium for forming inclusive, critical, and humanist character. Christian Religious Education (CRE), as an integral part of the national education system, possesses rich theological and pedagogical resources to respond to this challenge. This article aims to comprehensively examine the role of CRE in building tolerant attitudes through theological, pedagogical, and contextual perspectives. The method employed is a systematic literature review with a descriptive-analytical approach to recent scientific literature from 2020 to 2025. Results indicate that: (1) CRE has a solid theological foundation through the Imago Dei doctrine, the ethics of universal love (agape), reconciliation and shalom theology, and a pneumatology of plurality; (2) core CRE values such as agape, restorative justice, epistemic humility, and forgiveness organically support the formation of authentic tolerance; and (3) pedagogical strategies including critical transformative pedagogy, biblical narrative-based learning, structured interfaith dialogue, peace education, and critical media literacy can be effectively integrated into the CRE curriculum. These findings carry significant implications for curriculum reform, competency development of CRE teachers, and strengthening the role of the church as an agent of social peace in Indonesia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29