TEORI BELAJAR REVOLUSI SOSIO-KULTURAL DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN

Penulis

  • Maria Indriani Sesfao Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Debora Seran Ratu Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Yanti Selan Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Angki A. Bessie Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Kata Kunci:

Interaksi Sosial, Pembelajaran Kontekstual, Pembentukan Karakter, Pendidikan Agama Kristen, Teori Sosio-Kultural

Abstrak

Penelitian ini membahas teori belajar revolusi sosio-kultural dalam Pendidikan Agama Kristen. Penelitian bertujuan untuk mengkaji relevansi, implementasi, tantangan, dan peluang teori sosio-kultural dalam mendukung proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di tengah masyarakat modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui analisis berbagai jurnal nasional dan internasional, buku, serta referensi ilmiah yang berkaitan dengan teori belajar sosio-kultural dan Pendidikan Agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori sosio-kultural menekankan pentingnya interaksi sosial, budaya, bahasa, dan pengalaman komunitas dalam membentuk perkembangan kognitif, spiritual, dan karakter peserta didik. Dalam Pendidikan Agama Kristen, pendekatan ini membantu peserta didik memahami nilai-nilai kekristenan secara kontekstual melalui pembelajaran kolaboratif, interaksi sosial, dan pengalaman budaya. Implementasi teori sosio-kultural dapat dilakukan melalui pembelajaran kontekstual, diskusi kelompok, integrasi budaya lokal, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Namun, penerapannya masih menghadapi beberapa tantangan, seperti dominannya metode pembelajaran konvensional, keterbatasan kompetensi guru, dan pengaruh globalisasi terhadap perkembangan karakter peserta didik. Oleh karena itu, teori sosio-kultural memberikan peluang besar dalam mengembangkan Pendidikan Agama Kristen yang kontekstual, humanis, dan transformatif.

This study discusses the socio-cultural revolutionary learning theory in Christian Religious Education. The study aims to examine the relevance, implementation, challenges, and opportunities of socio-cultural theory in supporting the learning process of Christian Religious Education in modern society. This research employed a qualitative method with a library research approach by analyzing various national and international journal articles, books, and scientific references related to socio-cultural learning theory and Christian Religious Education. The findings show that socio-cultural theory emphasizes the importance of social interaction, culture, language, and community experiences in shaping students’ cognitive, spiritual, and character development. In Christian Religious Education, this approach helps students understand Christian values contextually through collaborative learning, social interaction, and cultural experiences. The implementation of socio-cultural theory can be carried out through contextual learning, group discussions, the integration of local culture, and the use of digital technology in learning. However, several challenges remain, including the dominance of conventional teaching methods, limited teacher competence, and the influence of globalization on students’ character development. Therefore, socio-cultural theory provides significant opportunities for developing contextual, humanistic, and transformative Christian Religious Education.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-08