KETAHANAN DIRI DI TENGAH ARUS GLOBALISASI: PERSEPSI PESERTA DIDIK GENERASI Z MENGENAI PEMAHAMAN TERHADAP PENDIDIKAN PANCASILA
(Studi Deskriptif Di SMAN 1 Margaasih)
Kata Kunci:
Pancasila Education, Resilience, Generation Z, Globalization, StudentsAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan globalisasi yang memengaruhi pola pikir, perilaku, dan kehidupan sosial peserta didik Generasi Z, khususnya melalui teknologi digital dan media sosial. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam pembentukan karakter dan ketahanan diri peserta didik, sehingga Pendidikan Pancasila dipandang penting dalam menghadapi pengaruh negatif globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman peserta didik kelas XI terhadap nilai-nilai Pancasila, persepsi mengenai peran Pendidikan Pancasila dalam membentuk ketahanan diri, serta implementasi nilai-nilai Pancasila di SMAN 1 Margaasih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas enam peserta didik kelas XI, satu guru Pendidikan Pancasila, satu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, dan satu Kepala Sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman peserta didik terhadap nilai-nilai Pancasila bervariasi, mulai dari pemahaman konseptual hingga penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan Pancasila dipandang berperan dalam membantu peserta didik menyikapi perkembangan teknologi, media sosial, dan lingkungan pergaulan secara lebih bijak. Implementasi nilai-nilai Pancasila tercermin melalui sikap toleransi, kerja sama, disiplin, tanggung jawab, dan hubungan sosial yang baik, meskipun penerapannya belum sepenuhnya konsisten karena dipengaruhi lingkungan sosial dan arus globalisasi.
This study was motivated by the rapid development of globalization, which influences the mindset, behavior, and social lives of Generation Z students, particularly through digital technology and social media. This condition poses challenges to the development of students’ character and resilience, making Pancasila Education essential in addressing the negative impact of globalization. This study aimed to describe eleventh-grade students’ understanding of Pancasila values, their perceptions of the role of Pancasila Education in fostering resilience, and the implementation of Pancasila values at SMAN 1 Margaasih. This study employed a qualitative approach using a descriptive method. The research informants consisted of six eleventh-grade students, one Pancasila Education teacher, one Vice Principal for Curriculum Affairs, and one Principal. Data were collected through observation, interviews, and documentation studies, and were analyzed using the Miles and Huberman model. The findings revealed that students’ understanding of Pancasila values varied, ranging from conceptual understanding to implementation in daily life. Pancasila Education was perceived to play an important role in helping students respond more wisely to technological developments, social media, and social environments. The implementation of Pancasila values was reflected in attitudes of tolerance, cooperation, discipline, responsibility, and positive social relationships, although their application was not yet fully consistent due to the influence of social environments and the flow of globalization.


