PERAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KEPRAMUKAAN DALAM MEMBENTUK CIVIC SKILLS PESERTA DIDIK
Kata Kunci:
Kepramukaan, Civic Skills, Pendidikan KarakterAbstrak
Kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan merupakan salah satu wadah pendidikan untuk mengembangkan berbagai keterampilan kewarganegaraan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan yang bisa membentuk kerja sama, komunikasi, berpikir kritis, tanggung jawab, dan partisipasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan kepramukaan dalam membentuk civic skills peserta didik, peran kegiatan kepramukaan, bentuk civic skills yang berkembang melalui kegiatan kepramukaan, dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pembentukan civic skills peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Narasumber terdiri dari guru PPKn, pembina pramuka, wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan di SMP Negeri 14 Bandung sudah dilaksanakan secara terencana seperti latihan rutin, perkemahan, pengujian SKU, musyawarah regu, dan perlombaan. Kegiatan tersebut sangat berperan penting untuk membentuk civic skills yang meliputi kerja sama, komunikasi, berpikir kritis, tanggung jawab, dan partisipasi sosial. Faktor pendukung kegiatan kepramukaan yaitu dukungan sekolah, pembina pramuka, guru, orang tua, partisipasi peserta didik, dan lingkungan pertemanan, sedangkan faktor penghambat yaitu keterbatasan waktu, ketersediaan fasilitas, pendanaan, jumlah peserta didik yang beragam, minat dan lingkungan pertemanan peserta didik.
Scouting extracurricular activities are an educational platform for developing various civic skills through various activities that can foster cooperation, communication, critical thinking, responsibility, and social participation. This study aims to determine the implementation of scouting activities in developing students' civic skills, the role of scouting activities, the forms of civic skills developed through scouting activities, and the factors that support and hinder the development of students' civic skills. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation. The informants consist of PPKn teachers, scout leaders, vice principals for curriculum, and students. The results show that scouting extracurricular activities at SMP Negeri 14 Bandung have been implemented in a planned manner, such as routine training, camping, SKU testing, team meetings, and competitions. These activities play a very important role in developing civic skills, which include cooperation, communication, critical thinking, responsibility, and social participation. The supporting factors for scouting activities are support from schools, instructors, teachers, parents, student participation, and the friendship environment, while the inhibiting factors are limited time, availability of facilities, funding, the diverse number of students, interests and the friendship environment of students.


