RESPON SEKOLAH TINGGI TEOLOGI TERHADAP KEBIJAKAN KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA (KKNI): SUATU KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penulis

  • Sipikir Hondro Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia ( STTAI ) Surabaya
  • Stefanus Dully Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia ( STTAI ) Surabaya

Kata Kunci:

KKNI, Sekolah Tinggi Teologi, Kompetensi Lulusan, Capaian Pembelajaran, RPL, Mutu Pendidikan.

Abstrak

Dalam Penelitian ini mengkaji secara konseptual respons Sekolah Tinggi Teologi (STT) terhadap penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui kajian terhadap literatur, regulasi, dokumen kebijakan, dan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa KKNI perlu diterapkan secara substantif dengan mengarahkan pendidikan teologi dari orientasi ijazah menuju pencapaian kompetensi yang terukur. Implementasinya mencakup penyelarasan profil lulusan, capaian pembelajaran, kurikulum, pembelajaran, asesmen, pengalaman praktik pelayanan, dan penjaminan mutu. Kajian juga menemukan bahwa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) memiliki peluang strategis bagi STT untuk mengakui pengalaman belajar, pelayanan, pelatihan, dan kompetensi yang telah diperoleh sebelumnya. Dengan demikian, KKNI dan RPL dapat dikembangkan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat mutu pendidikan serta menghasilkan lulusan teologi yang kompeten dan relevan bagi gereja dan masyarakat. Dalam Penelitian ini mengkaji secara konseptual respons Sekolah Tinggi Teologi (STT) terhadap penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui kajian terhadap literatur, regulasi, dokumen kebijakan, dan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa KKNI perlu diterapkan secara substantif dengan mengarahkan pendidikan teologi dari orientasi ijazah menuju pencapaian kompetensi yang terukur. Implementasinya mencakup penyelarasan profil lulusan, capaian pembelajaran, kurikulum, pembelajaran, asesmen, pengalaman praktik pelayanan, dan penjaminan mutu. Kajian juga menemukan bahwa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) memiliki peluang strategis bagi STT untuk mengakui pengalaman belajar, pelayanan, pelatihan, dan kompetensi yang telah diperoleh sebelumnya. Dengan demikian, KKNI dan RPL dapat dikembangkan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat mutu pendidikan serta menghasilkan lulusan teologi yang kompeten dan relevan bagi gereja dan masyarakat.

This study conceptually examines the response of Theological Schools (Sekolah Tinggi Teologi or STT) to the implementation of the Indonesian National Qualifications Framework (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia or KKNI). The research employs a qualitative approach with a library research method by analyzing literature, regulations, policy documents, and previous studies. The findings indicate that the KKNI needs to be implemented substantively by shifting the orientation of theological education from a degree-oriented approach toward the achievement of measurable competencies. Its implementation encompasses aligning graduate profiles, learning outcomes, curriculum, instruction, assessment, practical ministry experience, and quality assurance. Furthermore, the study reveals that Recognition of Prior Learning (Rekognisi Pembelajaran Lampau or RPL) offers a strategic opportunity for STT to acknowledge prior learning experiences, ministry, training, and competencies previously acquired. Thus, KKNI and RPL can be developed as strategic instruments to enhance educational quality and produce competent theological graduates who are relevant to both the church and society.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-29