KONFLIK SOSIAL DALAM FILM ANDAI IBU TIDAK MENIKAH DENGAN AYAH : KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA

Penulis

  • Arline Gafrilla Elungan Universitas Sam Ratulangi Manado
  • Stella S.M. Karouw Universitas Sam Ratulangi Manado
  • Djeinnie Imbang Universitas Sam Ratulangi Manado

Kata Kunci:

Film, Konflik Sosial, Sosiologi Sastra, Konflik Pribadi, Konflik Antarkelas Sosial

Abstrak

Film merupakan karya sastra audio visual yang tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga merepresentasikan berbagai realitas sosial yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat, termasuk konflik sosial. Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah menampilkan berbagai persoalan keluarga yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, hubungan antartokoh, dan perbedaan kepentingan sehingga menarik untuk dikaji melalui pendekatan sosiologi sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengklasifikasi, menganalisis, dan mendeskripsikan jenis konflik sosial yang terdapat dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data berupa dialog dan adegan dalam film yang dikumpulkan melalui teknik simak dan teknik catat. Data dianalisis menggunakan teori konflik sosial Soerjono Soekanto (1990). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat dua jenis konflik sosial, yaitu konflik pribadi dan konflik antarkelas sosial. Konflik pribadi merupakan jenis konflik paling dominan, yang disebabkan oleh perbedaan pendapat, kesalahpahaman, kekecewaan, dan kurangnya komunikasi antartokoh. Sementara itu, konflik antarkelas sosial muncul akibat masalah ekonomi, kesenjangan sosial, dan perbedaan kondisi kehidupan para tokoh. Temuan ini menunjukan bahwa film tersebut merepresentasikan realitas kehidupan keluarga melalui berbagai jenis konflik sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat..

Flm is anaudiovisual literary work that serves not only as a medium of entertainment but also as a representation of various social realities in society, including social conflicts within the family. The film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah portrays a range of family problems influenced by economic conditions, interpersonal relationships, and differences in interests, making it relevant to be examined through the sociology of literature approach. This study aims to identify, classify, analyze, and describe the types of social conflict represented in the film. The research employed a qualitative descriptive method using the sociology of literature approach. The data consisted of dialogues and scenes from the film, which were collected through observation and note-taking techniques. The data were analyzed using Soerjono Soekanto's (1990) theory of social conflict. The findings reveal two types of social conflict, namely personal conflict and interclass social conflict. Personal conflict is the most dominant form, arising from differences in opinion, misunderstandings, disappointment, and poor communication among the characters. Meanwhile, interclass social conflict is caused by economic problems, social inequality, and differences in the characters' living conditions. These findings indicate that the film represents the reality of family life through various forms of social conflict that reflect social conditions in society

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-29