Jurnal Pendidikan Inklusif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi id-ID Jurnal Pendidikan Inklusif PENGUATAN NILAI KEBERSAMAAN DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DAN KEGIATAN ASISTENSI MENGAJAR DI SDN MOJO VI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/17262 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif bagaimana Program Makan Bergizi Gratis dan kegiatan Asistensi Mengajar memberikan kontribusi terhadap penguatan nilai kebersamaan serta peningkatan motivasi belajar siswa di SDN Mojo VI. Melalui pendekatan mixed methods yang menggabungkan statistika deskriptif dan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengungkap bahwa program makan bergizi tidak hanya meningkatkan kesiapan fisik dan konsentrasi siswa, tetapi juga memperkuat interaksi sosial dan kedisiplinan. Sementara itu, kegiatan asistensi mengajar oleh mahasiswa terbukti mampu meningkatkan partisipasi siswa, rasa percaya diri, serta menciptakan pembelajaran yang lebih inklusif bagi seluruh siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kebersamaan sebesar 70% dan motivasi belajar kategori tinggi sebesar 63,3%. Temuan ini menegaskan bahwa sinergi kedua program memberikan dampak positif yang signifikan terhadap iklim belajar di sekolah dasar.</p> <p><em>This study aims to comprehensively analyze how the Free Nutritious Meal Program and the Teaching Assistance activities contribute to strengthening students' sense of togetherness and enhancing learning motivation at SDN Mojo VI. Using a mixed-methods approach that combines descriptive statistics and qualitative description, the research reveals that the free nutritious meal program not only improves students' physical readiness and concentration but also reinforces social interaction and discipline. Meanwhile, the teaching assistance conducted by university students effectively increases students' participation, confidence, and engagement, while fostering a more inclusive learning environment for all learners, including those with special educational needs. The results show a 70% increase in students' sense of togetherness and a 63.3% rate of high learning motivation. These findings indicate that the synergy between both programs creates a positive and significant impact on the overall learning climate in elementary schools.</em></p> Immanuel Alexander Sirait Elly Ana Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 LANDASAN FILOSOFIS MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM: TINJAUAN ONTOLOGIS, EPISTEMOLOGIS, DAN AKSIOLOGIS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18173 <p>Manajemen Pendidikan Islam (MPI) tidak hanya berkutat pada aspek teknis-organisatoris, tetapi memiliki dimensi filosofis yang mendalam. Artikel ini bertujuan mengkaji filsafat ilmu dalam MPI melalui tiga pilar utama: ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Dengan metode studi kepustakaan dan pendekatan filosofis-analitis, hasil kajian menunjukkan bahwa: 1) Secara ontologis, MPI berlandaskan tauhid dan memandang manusia sebagai subjek potensial (fitrah); 2) Secara epistemologis, MPI mengintegrasikan wahyu, akal, dan empirisme; 3) Secara aksiologis, MPI berorientasi pada kemaslahatan duniawi dan ukhrawi. Restrukturisasi pemikiran filosofis ini penting agar praktik MPI tidak terjebak dalam pragmatisme sekuler dan tetap menjaga identitas keislamannya di era global.</p> Lalu Marwin Efendi Jaminuddin Joni Nurjunaidi Agus Sujarwo Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 RENDAHNYA KESADARAN TENTANG PEMANASAN SEBELUM BEROLAHRAGA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/17038 <p>Rendahnya kesadaran peserta didik terhadap pemanasan sebelum berolahraga masih menjadi permasalahan dalam pembelajaran pendidikan jasmani, meskipun pemanasan berperan penting dalam mempersiapkan kondisi fisik dan mencegah cedera. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesadaran peserta didik tentang pentingnya pemanasan, mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya kesadaran tersebut, serta menganalisis dampaknya terhadap risiko cedera dan kenyamanan berolahraga. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif berdesain deskriptif-korelasional dan melibatkan 200 peserta didik yang dipilih melalui teknik probability sampling. Instrumen berupa kuesioner berskala Likert dikembangkan berdasarkan indikator teoritis dan temuan penelitian terdahulu, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik memiliki tingkat kesadaran pemanasan dalam kategori sedang, sementara sebagian lainnya masih menunjukkan kesadaran yang rendah. Faktor penyebab utama rendahnya kesadaran meliputi metode pemanasan yang monoton, kurangnya pemahaman mengenai manfaat pemanasan, keteladanan guru yang belum konsisten, serta minimnya edukasi mengenai cedera olahraga. Dampak rendahnya kesadaran tersebut terlihat pada meningkatnya keluhan cedera seperti nyeri otot, kram, dan ketegangan otot, serta menurunnya kenyamanan saat berolahraga. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan pembelajaran pemanasan melalui metode yang lebih variatif, menarik, dan edukatif, sehingga mampu menumbuhkan kebiasaan pemanasan yang benar dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran pendidikan jasmani yang lebih efektif dalam meningkatkan keselamatan dan kualitas aktivitas fisik peserta didik</p> Rejali Padli Muhammad Luthfi Rahman Faishal Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PENGARUH PENGGUNAAN LMS DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA FEB UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/17872 <p>Perkembangan teknologi digital dan artificial intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Pemanfaatan media pembelajaran digital dan AI berpotensi meningkatkan motivasi belajar mahasiswa melalui pembelajaran yang lebih interaktif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media pembelajaran digital dan artificial intelligence terhadap motivasi belajar mahasiswa Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Sampel penelitian terdiri dari 60 mahasiswa aktif Universitas Negeri Jakarta yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Motivasi belajar diukur berdasarkan ARCS Model of Motivation yang meliputi attention, relevance, confidence, dan satisfaction. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa media pembelajaran digital dan artificial intelligence berpengaruh positif dan signifikan, baik secara parsial maupun simultan, terhadap motivasi belajar mahasiswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian teknologi pembelajaran serta menjadi rekomendasi praktis bagi pendidik dan institusi pendidikan dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dan AI untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.</p> <p><em>The rapid development of digital technology and artificial intelligence (AI) has significantly transformed learning processes in higher education. The use of digital learning media and AI has the potential to enhance students’ learning motivation by creating more interactive, adaptive, and relevant learning experiences aligned with 21st-century educational needs. This study aims to analyze the effect of digital learning media and artificial intelligence on the learning motivation of students at Universitas Negeri Jakarta. This research employs a quantitative approach with an explanatory research design. The sample consists of 60 active students selected using a purposive sampling technique. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression analysis. Learning motivation was measured based on the ARCS Model of Motivation, which includes attention, relevance, confidence, and satisfaction. The findings are expected to indicate that digital learning media and artificial intelligence have a positive and significant effect, both partially and simultaneously, on students’ learning motivation. This study is expected to contribute theoretically to the field of educational technology and provide practical recommendations for educators and higher education institutions in optimizing the use of digital media and AI to enhance students’ learning motivation.</em></p> Sarah Apriani Hasanah Ika Khairunisa Marshanda Viscani Calina Lieya Arjuna Sujana Raihan Iffat Khairullah Sri Widi Lestari Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 OPTIMALISASI MEDIA CETAK SEBAGAI INSTRUMEN EDUKASI PESERTA DIDIK DI TENGAH TRANSFORMASI DIGITAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/17218 <p>Di tengah percepatan transformasi digital, media cetakseperti flayer, booklet, poster, dan spanduk masih menyimpan potensi besar sebagai alat edukasi. Artikel ini membahas relevansi dan keunggulan media cetak, tantangan yang dihadapinya, serta strategi praktis untuk mengoptimalkan perannya dalam pembelajaran modern. Berdasarkan telaah literatur dan praktik pendidikan, ditemukan bahwa media cetak efektif untuk mendukung pembelajaran mandiri, menjaga inklusivitas bagi peserta didik tanpa akses digital, dan memperkuat retensi konsep bila dirancang secara kontekstual dan menarik. Rekomendasi meliputi peningkatan desain visual, integrasi hibrid (cetak dan digital), pelibatan guru sebagai fasilitator, serta kebijakan sekolah yang mendukung produksi dan distribusi media cetak berkualitas.</p> <p><em>Amid the rapid acceleration of digital transformation, print media such as flyers, booklets, posters, and banners still hold significant potential as educational tools. This article examines the relevance and strengths of print media, the challenges it faces, and practical strategies to optimize its role in modern learning environments. Based on a review of literature and educational practices, findings show that print media remains effective for supporting independent learning, ensuring inclusivity for students without digital access, and strengthening concept retention when designed contextually and attractively. Recommendations include enhancing visual design, implementing hybrid integration (print and digital), empowering teachers as facilitators, and establishing school policies that support the production and distribution of high-quality print materials.</em></p> Fitrih Aulia Salam Kautsar Eka Wardhana Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 ILMU PENGETAHUAN DAN TANGGUNG J AWAB SOSIAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18040 <p>Ilmu pengetahuan merupakan hasil olah pikir manusia yang bertujuan untuk mencapai kebenaran, kemajuan, dan kesejahteraan hidup. Dalam konteks Manajemen Pendidikan Islam, ilmu bukan hanya alat kemajuan duniawi, tetapi juga amanah yang memiliki nilai moral dan spiritual. Oleh karena itu, tanggung jawab sosial ilmuwan dan pendidik menjadi bagian integral dari penerapan ilmu. Artikel ini membahas keterkaitan antara ilmu pengetahuan dan tanggung jawab sosial dalam perspektif filsafat ilmu dan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan analisis filosofis-normatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan yang tidak disertai tanggung jawab sosial dapat menimbulkan dehumanisasi, sedangkan ilmu yang berlandaskan nilai tauhid dan akhlak menghasilkan kemaslahatan bagi umat. Dengan demikian, tanggung jawab sosial menjadi aspek penting dalam pengelolaan Pendidikan Islam agar ilmu yang diajarkan tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga menumbuhkan kesadaran moral dan sosial.</p> Habibah Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 EPISTEMOLOGI IRFANI: DIMENSI PENGETAHUAN DALAM PEMIKIRAN SUFISTIK IBNU ARABI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/17758 <p>Epistemologi ʿirfānī menekankan pengetahuan intuitif dan pengalaman langsung (kasyf, ilhām, dan maʿrifah) dalam memahami realitas. Ibn ‘Arabī sebagai tokoh sufistik menegaskan bahwa pengetahuan sejati tidak hanya bersumber dari akal dan teks, tetapi melalui penyaksian hakikat Ilahi yang menuntut penyucian jiwa. Penelitian ini mengkaji dimensi pengetahuan dalam pemikiran Ibn ‘Arabī dengan fokus pada konsep maʿrifah, instrumen kasyf dan ilhām, serta kaitannya dengan doktrin wahdat al-wujūd. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis filosofis-hermeneutik atas karya-karyanya. Hasil kajian menunjukkan bahwa epistemologi ʿirfānī Ibn ‘Arabī memandang pengetahuan sebagai pengalaman eksistensial yang menyatukan subjek dan objek, serta memberikan relevansi etis dan spiritual bagi perkembangan pemikiran Islam kontemporer.</p> <p><em>ʿIrfānī epistemology emphasizes intuitive knowledge and direct experience (kasyf, ilhām, and maʿrifah) in understanding reality. Ibn 'Arabī, as a Sufistic figure, emphasized that true knowledge does not only come from reason and texts, but through witnessing the nature of God which demands purification of the soul. This research examines the dimensions of knowledge in Ibn 'Arabī's thought with a focus on the concepts of ma'rifah, kashf and ilhām instruments, and their relationship to the doctrine of wahdat al-wujūd. The method used is literature study with philosophical-hermeneutic analysis of his works. The results of the study show that ʿirfānī Ibn 'Arabī's epistemology views knowledge as an existential experience that unites subject and object, and provides ethical and spiritual relevance for the development of contemporary Islamic thought.</em></p> Muhammad Naufal Baehaki Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PENGUATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA PROGRAM ASISTENSI MENGAJAR DI SD HANG TUAH 10 SEDATI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/17146 <p><em>Strengthening mathematics learning at the elementary level is essential to improve students’ numeracy and learning quality. This study examines the role of the Teaching Assistance Program in supporting mathematics instruction at SD Hang Tuah 10 Sedati. A descriptive qualitative approach was employed, supported by descriptive statistical analysis of students’ mid-semester mathematics scores. Data were collected through classroom observations, documentation, interviews with teachers, and analysis of assessment records. The findings show that teaching assistance contributes meaningfully to increasing student engagement, classroom interaction, and understanding of mathematical concepts through interactive strategies such as quizzes, reward-based questioning, and differentiated instruction. Statistical results reveal variations in numeracy achievement among classes 5A, 5B, and 5C, influenced by class characteristics and curricular differences. The study concludes that the Teaching Assistance Program plays a strategic role in enhancing mathematics learning by enriching teaching methods and providing evidence-based insights for evaluation.&nbsp; It is recommended that collaboration between universities and schools be strengthened to sustain and expand the benefits of teaching assistance programs.</em></p> Billy Christandy Suyono Toha Saifudin Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 ANALISIS PROGRAM UNGGULAN SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SMAN 7 MATARAM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/17978 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program unggulan di SMAN 7 Mataram dalam mewujudkan lingkungan pendidikan multikultural, menganalisis faktor pendukung serta penghambatnya, dan mengidentifikasi dampak yang dihasilkan bagi siswa. Penelitian dilaksanakan pada 25 Oktober 2025 dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Program unggulan yang dikaji meliputi Gendang Beleq, Remaja Pelestari Budaya (RPB), dan Paskibra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga program tersebut berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai multikultural seperti toleransi, kerja sama, empati, solidaritas, dan penghargaan terhadap budaya lokal. Faktor pendukung dalam pelaksanaan program mencakup tersedianya fasilitas yang memadai, antusiasme siswa, serta dukungan pembina dan guru. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu siswa, perbedaan kemampuan awal, serta keterbatasan alat dan dukungan lingkungan. Dampak dari pelaksanaan program unggulan ini terlihat pada meningkatnya keterampilan siswa, kedisiplinan, rasa percaya diri, kemampuan bersosialisasi, serta tumbuhnya kesadaran dan penghargaan terhadap budaya lokal Lombok. Temuan ini menunjukkan bahwa program unggulan di SMAN 7 Mataram tidak hanya mendukung perkembangan karakter siswa, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan multikultural.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>This study aims to describe the implementation of flagship programs at SMAN 7 Mataram in realizing a multicultural educational environment, analyze the supporting and inhibiting factors, and identify the impacts produced for students. The research was conducted on October 25, 2025, using a descriptive qualitative method through interviews, observations, and documentation. The flagship programs examined include Gendang Beleq, Remaja Pelestari Budaya (RPB), and Paskibra. The findings show that these programs play an important role in instilling multicultural values such as tolerance, cooperation, empathy, solidarity, and appreciation for local culture. Supporting factors in the implementation of these programs include adequate facilities, student enthusiasm, and the support of mentors and teachers. Meanwhile, inhibiting factors consist of students’ limited time, differences in initial abilities, and the limited availability of equipment and environmental support. The impacts of the flagship programs are reflected in the improvement of students’ skills, discipline, self-confidence, social abilities, and the growth of awareness and appreciation toward Lombok’s local culture. These findings indicate that the flagship programs at SMAN 7 Mataram not only support students’ character development but also significantly contribute to creating an inclusive and multicultural school environment.</em></p> Melani Sulastri Maswana Lalu Muhammad Arif Fikri Aura Wastinaya Ni Made Ayu Amanda Indriani Putri Sawaludin Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 LANDASAN HADIS BAGI SUPERVISI PENDIDIKAN ISLAM DAN PENERAPANNYA DALAM MANAJEMEN BERBASIS ETIKA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/17660 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis landasan hadis sebagai dasar etik dalam supervisi pendidikan Islam serta implikasinya terhadap manajemen pengawasan yang berorientasi pada pembinaan profesional dan moralitas pendidik. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan sumber data primer berupa hadis dari Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan Tirmidzi, dan Sunan Ibnu Majah, serta sumber sekunder berupa jurnal ilmiah terbitan tahun 2021 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai amanah, nasihah, musyawarah, ihsan, keadilan, dan tanggung jawab memiliki relevansi langsung dalam membangun model supervisi pendidikan Islam yang lebih humanis, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas guru. Hadis tentang amanah memperkuat prinsip akuntabilitas supervisor dalam memberikan penilaian objektif. Hadis tentang nasihah menegaskan peran supervisi sebagai proses bimbingan dan pemberian umpan balik konstruktif, sedangkan hadis mengenai musyawarah menegaskan perlunya supervisi berbasis dialog dan partisipasi. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa supervisi yang didasarkan pada nilai ihsan dan keadilan dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, meningkatkan motivasi pendidik, dan memperkuat budaya organisasi berbasis etika. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan kerangka supervisi berlandaskan hadis yang dapat digunakan untuk memperkuat praktik manajemen pengawasan di lembaga pendidikan Islam.</p> <p><em>This study aims to analyze the prophetic traditions as an ethical foundation for Islamic educational supervision and to examine their implications for the development of an ethical and professionally oriented supervisory management model. This research employs a qualitative library research method, drawing on primary data from the canonical hadith collections of Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan al Tirmidhi, and Sunan Ibn Majah, as well as secondary data from academic publications issued between 2021 and 2025. The findings indicate that the values of trustworthiness, sincere counsel, mutual consultation, excellence, justice, and responsibility have direct relevance in shaping a humanistic and collaborative model of supervision that enhances teacher performance and strengthens moral character. The hadith on trustworthiness reinforces the principle of accountability in evaluation. The hadith on sincere counsel highlights the supervisory function as guidance and constructive feedback, while the hadith on consultation emphasizes participatory decision making. Additional findings suggest that supervision grounded in the values of excellence and justice can create a supportive learning environment, increase teacher motivation, and reinforce an ethical organizational culture. This study contributes by offering a hadith based supervisory framework that can enhance the effectiveness of Islamic educational management practices</em></p> Muh. Mudhirul Haq Mulyawan Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 CLEAR RESIN CASTING LIMBAH TUTUP BOTOL UNTUK PRODUK DEKORATIF RAMAH LINGKUNGAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18566 <p>Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah tutup botol plastik melalui metode clear resin casting sebagai upaya pengurangan sampah plastik sekaligus penciptaan produk dekoratif dan aksesori ramah lingkungan. Masalah utama yang diangkat adalah meningkatnya volume limbah tutup botol plastik yang sulit didaur ulang secara konvensional dan kurang dimanfaatkan secara kreatif. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan eksperimen terapan berbasis desain produk, meliputi tahap pengumpulan, pembersihan, penyortiran, pencampuran resin dan katalis, hingga proses pencetakan menggunakan cetakan silikon. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode clear resin casting efektif dalam menyatukan limbah tutup botol menjadi struktur padat yang kuat dan menarik secara estetika. Produk yang dihasilkan berupa meja dekoratif berbahan kombinasi resin bening dan tutup botol berwarna menunjukkan tingkat kejernihan tinggi, daya rekat baik, serta tampilan mozaik yang unik. Kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan limbah plastik, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat dan mahasiswa akan pentingnya inovasi ramah lingkungan serta membuka peluang pengembangan kewirausahaan berbasis ekonomi sirkular. Dengan demikian, pemanfaatan limbah tutup botol plastik melalui metode clear resin casting terbukti berpotensi menciptakan produk bernilai guna, estetis, dan berkelanjutan.</p> <p><em>This Student Creativity Program (PKM) project aims to utilize plastic bottle caps waste through the clear resin casting method as an effort to reduce plastic pollution and create environmentally friendly decorative and accessory products. The main issue addressed is the growing volume of plastic bottle cap waste that is difficult to recycle conventionally and rarely reused creatively. The activity applied an experimental and product design-based approach, including the stages of collecting, cleaning, sorting, mixing resin with catalyst, and molding using silicone casts. The results show that the clear resin casting method effectively bonds plastic caps into a solid and visually appealing structure. The final product, a decorative table made of transparent resin and colorful caps, demonstrates high clarity, strong adhesion, and unique mosaic aesthetics. This activity not only provides a creative solution to plastic waste problems but also enhances environmental awareness among students and the community while promoting green entrepreneurship through circular economy principles. Therefore, the utilization of plastic bottle caps waste via clear resin casting has proven to generate functional, aesthetic, and sustainable products</em></p> Yohanes Indra Purnama Kristiyana Vince Viktoria Eflinda Purnasari Maria Novilia Halinas Oviana Engol Maria Arnit Surya Adum Risalmus Supriadi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Inklusif 2026-01-05 2026-01-05 9 12 PSIKOLINGUISTIK DALAM PERSPEKTIF DIGITAL: PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PRODUKSI BAHASA MAHASISWA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/17086 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap produksi bahasa mahasiswa dalam perspektif psikolinguistik. Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mengubah cara individu, khususnya generasi muda, berinteraksi dan menghasilkan bahasa. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini berfokus pada fenomena linguistik yang muncul dalam komunikasi digital seperti penggunaan singkatan, emotikon, campur kode, dan penyederhanaan struktur kalimat. Hasil analisis menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap proses kognitif dalam produksi bahasa, termasuk perencanaan ujaran, pemilihan leksikal, dan struktur sintaksis. Temuan ini mengindikasikan bahwa media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga ruang pembentukan identitas linguistik mahasiswa di era digital.</p> <p><em>This study aims to analyze the influence of social media on university students’ language production from a psycholinguistic perspective. Digital technology and social media have transformed how young people interact and produce language. Using a qualitative descriptive approach, this research focuses on linguistic phenomena emerging in digital communication such as abbreviations, emoticons, code-mixing, and syntactic simplification. The findings reveal that social media significantly influences cognitive processes in language production, including speech planning, lexical selection, and syntactic structuring. It also shows that social media functions as a space for linguistic identity formation among students in the digital age.</em></p> Aulia Nur Khotimah Muhammad Hasyimsyah Batubara Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 INTEGRASI HADITS DISIPLIN DENGAN TEORI MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/17974 <p>Pendidikan merupakan aspek kehidupan yang sangat urgen bagi kelangsungan hidup umat manusia. Buruknya kualitas pendidikan yang ada akan membuat bangsa atau negara tersebut mengalami ketertinggalan. Salah satu faktor penghambat dalam meningkatnya mutu pendidikan adalah kurangnya sikap disiplin yang dimiliki baik oleh guru maupun siswa. Dalam pengembangan manajemen pendidikan Islam memerlukan pendekatan komprehensif yang tidak sekadar mengadopsi model manajemen modern, melainkan menggali substansi filosofis dari sumber utama ajaran Islam, khususnya hadis Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, kajian terhadap hadits-hadits yang berkaitan dengan disiplin waktu menjadi sangat relevan terutama untuk menunjang mutu pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis intergrasi hadist mengenai displin dengan teori manajemen mutu pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kausal efektual dengan menggunakan kajian kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hadis Nabi Muhammad SAW memberikan landasan filosofis yang dapat diintegrasikan dengan teori manajemen mutu pendidikan. Integrasi ini menghasilkan model manajemen pendidikan Islam yang lebih komprehensif, tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga pada nilai spiritual dan moral.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Education is a very urgent aspect of life for the survival of humanity. Poor quality education will cause a nation or country to fall behind. One of the obstacles to improving the quality of education is the lack of discipline exhibited by both teachers and students. In the development of Islamic education management, a comprehensive approach is needed, not merely adopting modern management models, but also exploring the philosophical substance from the primary sources of Islamic teachings, particularly the Hadith of Prophet Muhammad (PBUH). Therefore, the study of hadiths related to time discipline becomes highly relevant, especially to support the quality of education. The aim of this research is to analyze the integration of hadiths on discipline with educational quality management theory. The method used in this study is causal-effectual with the use of library research that is qualitative in nature. The results of this study indicate that the Hadiths of Prophet Muhammad (peace be upon him) provide a philosophical foundation that can be integrated with the theory of educational quality management. This integration produces a more comprehensive Islamic education management model, which is not only oriented towards efficiency but also towards spiritual and moral values.</em></p> Eva Sopiah Mulyawan Safwandi Nugraha Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 ANALISIS TEKNIK PENGUMPULAN DATA DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/17464 <p>Teknik pengumpulan data merupakan komponen esensial dalam proses penelitian karena secara langsung menentukan kualitas, kedalaman, dan keandalan data yang dihasilkan. Pemilihan teknik yang tepat harus disesuaikan dengan tujuan penelitian, desain metodologis, karakteristik subjek, serta pertimbangan etis. Artikel ini mengkaji konsep dasar teknik pengumpulan data, urgensi penerapannya, faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan metode, berbagai jenis teknik yang umum digunakan, serta tantangan yang muncul dalam praktik pengumpulan data beserta solusi alternatifnya. Penulisan artikel ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah dan menganalisis literatur ilmiah yang relevan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa setiap teknik pengumpulan data memiliki keunggulan, keterbatasan, dan konteks penggunaan tertentu sehingga harus dipilih secara strategis untuk memastikan data yang diperoleh valid dan reliabel. Penelitian ini menegaskan pentingnya kompetensi peneliti dalam merancang instrumen yang tepat dan melaksanakan proses pengumpulan data secara sistematis agar hasil penelitian memiliki kualitas akademik yang dapat dipertanggungjawabkan.</p> <p><em>Data collection techniques are a fundamental component of the research process because they directly determine the quality, depth, and reliability of the data obtained. The selection of an appropriate technique must align with the research objectives, methodological design, characteristics of the subjects, and ethical considerations. This article examines the conceptual foundation of data collection techniques, their importance, the factors influencing method selection, commonly used types of techniques, as well as the challenges encountered in data collection and the possible solutions. This study employs a literature review approach by analyzing relevant scholarly sources. The findings indicate that each data collection technique possesses its own strengths, limitations, and specific contexts of use; therefore, techniques must be chosen strategically to ensure valid and reliable data. This study underscores the importance of researchers’ competence in designing appropriate instruments and conducting data collection systematically so that the resulting research outcomes maintain strong academic rigor.</em></p> Tedi Priatna Bayu Bambang Nur Fauzi Ainnur Fathin Fadiyah Muh. Murtadho Aqil Wahidi Syarla Nur Fitra Aura Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PENERAPAN METODE PERMAINAN DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 1 DI SD JUARA AL HIKMAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18220 <p>Kesulitan belajar matematika merupakan salah satu permasalahan utama yang dialami siswa sekolah dasar, terutama pada kelas awal. Siswa kelas 1 SD Juara Al Hikmah menunjukkan hambatan dalam memahami konsep dasar bilangan, penjumlahan, dan pengurangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesulitan belajar matematika yang dialami siswa serta menganalisis penerapan metode permainan dalam mengatasi kesulitan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa kelas 1. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa meliputi aspek kognitif, emosional, dan psikomotorik. Siswa mengalami kesulitan mengenal angka, kurang minat belajar, serta lebih banyak bermain daripada fokus pada pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut, guru menerapkan metode permainan “lompat kodok” berbasis garis bilangan melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penerapan metode permainan terbukti efektif meningkatkan motivasi, keterlibatan aktif, dan pemahaman konsep matematika dasar. Dengan demikian, metode permainan dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa sekolah dasar kelas awal.</p> Asmiwati Muhammad Taslim Luluk Wahyu Ningsih Siti Rokhmah Ika Putra Viratama Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PERAN AI DALAM MENGANALISIS PRODUKSI BAHASA: STUDI PSIKOLINGUISTIK DIGITAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/17083 <p><em>From a psycholinguistic perspective, the goal of this study is to investigate how artificial intelligence (AI) can be used to understand and mimic human language creation. It investigates how artificial intelligence (AI), particularly ChatGPT and other natural language processing software, imitates human cognitive processes to generate language. Using a descriptive qualitative approach, this study investigates the similarities and differences between human and AI-based language production, focusing on Levelt's (1989) conceptualization, formulation, and articulation stages. The information was gathered through document analysis, a review of the literature, and observation of AI-generated language. The findings show that AI systems are getting better at simulating the linguistic structures, syntactic planning, and lexical access present in human speech. However, the lack of pragmatic, emotional, and cultural knowledge limits AI's ability to mimic real human conversation. The study's conclusions indicate that artificial intelligence (AI) is a crucial analytical paradigm in digital psycholinguistics that creates new opportunities for language research and creative teaching.</em></p> Fani Azizah Muhammad Hasyimsyah Batubara Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PENGARUH PENGGUNAAN LMS DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA FEB UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/17875 <p>Perkembangan teknologi digital dan artificial intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Pemanfaatan media pembelajaran digital dan AI berpotensi meningkatkan motivasi belajar mahasiswa melalui pembelajaran yang lebih interaktif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media pembelajaran digital dan artificial intelligence terhadap motivasi belajar mahasiswa Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Sampel penelitian terdiri dari 60 mahasiswa aktif Universitas Negeri Jakarta yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Motivasi belajar diukur berdasarkan ARCS Model of Motivation yang meliputi attention, relevance, confidence, dan satisfaction. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa media pembelajaran digital dan artificial intelligence berpengaruh positif dan signifikan, baik secara parsial maupun simultan, terhadap motivasi belajar mahasiswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian teknologi pembelajaran serta menjadi rekomendasi praktis bagi pendidik dan institusi pendidikan dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dan AI untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.</p> <p><em>The rapid development of digital technology and artificial intelligence (AI) has significantly transformed learning processes in higher education. The use of digital learning media and AI has the potential to enhance students’ learning motivation by creating more interactive, adaptive, and relevant learning experiences aligned with 21st-century educational needs. This study aims to analyze the effect of digital learning media and artificial intelligence on the learning motivation of students at Universitas Negeri Jakarta. This research employs a quantitative approach with an explanatory research design. The sample consists of 60 active students selected using a purposive sampling technique. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression analysis. Learning motivation was measured based on the ARCS Model of Motivation, which includes attention, relevance, confidence, and satisfaction. The findings are expected to indicate that digital learning media and artificial intelligence have a positive and significant effect, both partially and simultaneously, on students’ learning motivation. This study is expected to contribute theoretically to the field of educational technology and provide practical recommendations for educators and higher education institutions in optimizing the use of digital media and AI to enhance students’ learning motivation.</em></p> Sarah Apriani Hasanah Ika Khairunisa Marshanda Viscani Calina Lieya Arjuna Sujana Raihan Iffat Khairullah Sri Widi Lestari Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 ASESMEN PERTUMBUHAN ANAK BERDASARKAN STANDAR ANTROPOMETRI: PENDEKATAN UNTUK MEMANTAU STATUS GIZI ANAK DAN PERTUMBUHAN OPTIMAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/17259 <p>Asesmen pertumbuhan anak berdasarkan standar antropometri merupakan pendekatan penting dalam memantau status gizi dan kesehatan anak, serta mengukur pertumbuhan mereka secara optimal. Antropometri menyediakan data kuantitatif yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi masalah gizi, termasuk gizi kurang, gizi lebih, atau gangguan pertumbuhan lainnya. Indikator seperti berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), berat badan menurut tinggi badan (BB/TB), serta indeks massa tubuh (IMT) memungkinkan evaluasi yang komprehensif terhadap perkembangan anak. Melalui pengukuran dan pemantauan rutin, orang tua, pendidik, dan profesional kesehatan dapat mendeteksi gangguan pertumbuhan sejak dini dan mengambil langkah intervensi yang sesuai. Penilaian ini juga penting dalam menetapkan program perbaikan gizi yang efektif, yang didasarkan pada kebutuhan spesifik populasi anak. Oleh karena itu, pendekatan berbasis standar antropometri memainkan peran vital dalam memastikan tumbuh kembang optimal anak serta meningkatkan kualitas hidup generasi penerus.</p> <p><em>Child growth assessment based on anthropometric standards is an important approach in monitoring children's nutritional and health status, as well as measuring their optimal growth. Anthropometrics provides quantitative data that can be used to identify potential nutritional problems, including undernutrition, overnutrition, or other growth disorders. Indicators such as weight for age (WW/U), height for age (TB/U), weight for height (WW/TB), and body mass index (BMI) enable a comprehensive evaluation of a child's development. Through regular measurement and monitoring, parents, educators and health professionals can detect growth disorders early and take appropriate intervention steps. This assessment is also important in establishing effective nutritional improvement programs, which are based on the specific needs of the child population. Therefore, an anthropometric standards-based approach plays a vital role in ensuring optimal growth and development of children and improving the quality of life of the next generation.</em></p> Ruth Junita Simanjuntak Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PENDIDIKAN PANCASILA UNTUK PENGUATAN CIVIC LITERACY MAHASISWA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18047 <p><em>This study aims to analyze the potential and form of Artificial Intelligence (AI) integration in Pancasila Education to strengthen students' civic literacy. In the digital era, conventional learning methods are often considered less engaging for the millennial generation. This research uses a qualitative approach with literature study methods and conceptual analysis. The results show that AI can be integrated through several key points AI-based Personalized Learning for understanding Pancasila values, Chatbot Simulation for discussing ethical dilemmas based on Pancasila, Data Analysis for mapping students' understanding, and Virtual/Augmented Reality for experiential learning about national history and diversity. This integration supports the development of critical, reflective, and participatory civic competencies, aligning with the needs of 21st-century citizenship. The study concludes that AI acts as a catalyst to make Pancasila Education more dynamic, contextual, and relevant, thereby effectively strengthening civic literacy. Strategic collaboration between educators, technologists, and policymakers is essential for its ethical and effective implementation.</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan bentuk integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam Pendidikan Pancasila untuk penguatan civic literacy mahasiswa. Di era digital, metode pembelajaran konvensional kerap dinilai kurang menarik bagi generasi milenial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dapat diintegrasikan melalui beberapa poin kunci. Yang pertama ada Personalized Learning berbasis AI untuk pemahaman nilai Pancasila, Simulasi Chatbot untuk diskusi dilema etika berdasarkan Pancasila, Analisis Data untuk pemetaan pemahaman mahasiswa, dan Virtual/Augmented Reality untuk pembelajaran eksperiensial tentang sejarah dan kebinekaan bangsa. Integrasi ini mendukung pengembangan kompetensi kewarganegaraan yang kritis, reflektif, dan partisipatif, selaras dengan kebutuhan keberwarganegaraan abad ke-21. Kajian menyimpulkan bahwa AI menjadi katalisator untuk menjadikan Pendidikan Pancasila lebih dinamis, kontekstual, dan relevan, sehingga efektif memperkuat civic literacy. Kolaborasi strategis antara pendidik, teknologi, dan pembuat kebijakan sangat penting untuk implementasinya yang etis dan efektif.</p> Abu Dzar Al Ghifari Ahmad Supriyanto Saputro Alya Farah Fadhila Bonita Az Zahra M. Farhan Arif Arya Dani Saputra Taufiq Kamil Ahmad Faqih Udin Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 SANITASI SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENANAMKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA ANAK TK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/17870 <p>Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan kebiasaan penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini, khususnya pada anak Taman Kanak-Kanak (TK). Anak usia dini berada pada tahap perkembangan meniru, sehingga lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan hidup sehat. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran sanitasi sekolah dalam menanamkan PHBS pada anak TK serta peran guru dan sekolah dalam mendukung pembiasaan tersebut. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dan pengembangan media edukasi berupa video. Hasil kajian menunjukkan bahwa sanitasi sekolah yang memadai, didukung keteladanan guru dan program pembiasaan, berperan efektif dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat pada anak sejak dini.</p> Nazla Niki Zahwa Rachel Aisya Salsa Aprilia Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PERAN MAHASISWA PROGRAM ASISTENSI MENGAJAR TERHADAP PENGUATAN KOMPETENSI AKADEMIK DAN NON-AKADEMIK PESERTA DIDIK DI SDN MACANAN 1 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/17216 <p>Program Asistensi Mengajar merupakan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang melibatkan mahasiswa dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi mahasiswa terhadap peningkatan literasi, numerasi, pembiasaan positif, dan soft skills siswa di SDN Macanan 1. Menggunakan pendekatan deskriptif melalui observasi, pendampingan kelas, praktik mengajar, serta keterlibatan dalam kegiatan administrasi dan ekstrakurikuler, penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa berperan signifikan dalam memperkuat kemampuan akademik siswa melalui kegiatan literasi numerasi pagi, pendampingan materi, dan pemberian latihan terstruktur. Pada aspek non-akademik, mahasiswa membantu menumbuhkan kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, serta minat dan bakat melalui kegiatan Pramuka dan drumband. Dukungan administratif yang diberikan mahasiswa turut meningkatkan efisiensi tugas guru. Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak positif terhadap efektivitas pembelajaran dan perkembangan karakter siswa, serta menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah dasar dalam peningkatan mutu pendidikan.</p> <p><em>The Teaching Assistance Program is an implementation of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) policy that involves university students in supporting the learning process in elementary schools. This study aims to analyze the contribution of university students to improving literacy, numeracy, positive habits, and students’ soft skills at SDN Macanan 1. Using a descriptive approach through observation, classroom assistance, teaching practice, and participation in administrative and extracurricular activities, the study shows that students play a significant role in strengthening academic competence through morning literacy–numeracy activities, material reinforcement, and structured practice sessions. In the non-academic domain, students help cultivate discipline, cooperation, responsibility, as well as students’ interests and talents through activities such as Scouts and drumband. Administrative support provided by university students also enhances the efficiency of teachers’ tasks. Overall, the program has a positive impact on learning effectiveness and students’ character development, highlighting the importance of sustained collaboration between higher education institutions and elementary schools in improving the quality of education.</em></p> Galuh Cahya Nugraha Sediono Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 MEMPERKUAT HARMONI DALAM KEBERAGAMAN: PRAKTIK PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SLB NEGERI 1 LOMBOK BARAT https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/17981 <p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik pendidikan multikultural di SLBN 1 Lombok Barat sebagai sekolah inklusif dengan siswa berkebutuhan khusus, seperti tunarungu, tunagrahita, dan tunadaksa. Pendidikan multikultural penting karena keberagaman muncul tidak hanya dalam latar sosial-budaya, tetapi juga karakteristik dan kemampuan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara semi‐terstruktur, dan dokumentasi. Informan dipilih melalui purposive sampling, dengan guru tunarungu sebagai sumber utama. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, dengan triangulasi dan member check untuk menjaga keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural diterapkan melalui pembiasaan toleransi, metode pembelajaran adaptif, serta kegiatan berbasis kolaborasi dan budaya lokal. Faktor pendukungnya meliputi peran guru, dukungan sekolah, dan keterlibatan orang tua, sedangkan hambatannya adalah perbedaan kemampuan siswa dan keterbatasan waktu bimbingan. Secara keseluruhan, pendidikan multikultural di SLBN 1 Lombok Barat membangun harmoni, empati, dan sikap saling menghargai.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>This study aims to describe multicultural education practices at SLBN 1 West Lombok as an inclusive school with students with special needs, such as deaf, mentally disabled, and physically disabled students. Multicultural education is important because diversity arises not only in socio-cultural backgrounds but also in the characteristics and abilities of students. This study uses a descriptive qualitative approach with observation, semi-structured interviews, and documentation techniques. Informants were selected through purposive sampling, with deaf teachers as the main source. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, with triangulation and member checks to maintain validity. The results of the study show that multicultural education is implemented through the cultivation of tolerance, adaptive learning methods, and activities based on collaboration and local culture. Supporting factors include the role of teachers, school support, and parental involvement, while obstacles include differences in student abilities and limited guidance time. Overall, multicultural education at SLBN 1 West Lombok fosters harmony, empathy, and mutual respect.</em></p> Elisa Fadila Utami Ginaya Aulia Wiraguna Khairil Anam Putri Aulia Pratiwi Sania Amalina Sawaludin Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 EFEKTIVITAS ASESMEN FORMATIF DIGITAL DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN BELAJAR SISWA PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA: SUATU TINJAUAN SISTEMATIS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/17676 <p>Transformasi digital dalam pendidikan membawa perubahan besar terhadap praktik evaluasi pembelajaran di sekolah, terutama sejak implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berdiferensiasi, penguatan umpan balik, dan keterlibatan aktif siswa. Asesmen formatif digital menjadi salah satu instrumen yang semakin banyak digunakan oleh guru untuk memonitor proses belajar secara berkelanjutan. Melalui fitur interaktif, penyajian hasil yang instan, serta fleksibilitas penggunaan di berbagai perangkat, asesmen formatif digital diyakini mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, adaptif, dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan sistematis terhadap berbagai temuan empiris mengenai efektivitas asesmen formatif digital dalam meningkatkan keterlibatan belajar siswa pada penerapan Kurikulum Merdeka. Metode tinjauan sistematis dilakukan dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Artikel dikumpulkan dari Google Scholar, Portal Garuda, dan SINTA dengan menggunakan kombinasi kata kunci yang mencakup “asesmen formatif digital,” “keterlibatan belajar,” dan “Kurikulum Merdeka.” Kriteria inklusi meliputi artikel berbahasa Indonesia yang terbit pada rentang tahun 2021–2025, memiliki fokus pada asesmen formatif digital, serta memuat indikator keterlibatan belajar seperti perhatian, motivasi, interaksi, atau kemandirian. Sebanyak sejumlah artikel yang memenuhi kriteria dianalisis menggunakan pendekatan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen formatif digital secara konsisten berkontribusi positif terhadap keterlibatan kognitif, afektif, dan perilaku siswa. Platform seperti Google Form, Quizizz, dan Kahoot, sekolah memungkinkan proses evaluasi yang lebih cepat, personal, serta mampu meningkatkan minat dan interaksi siswa selama pembelajaran. Namun, tantangan seperti ketergantungan pada koneksi internet, keterbatasan perangkat, dan variasi kompetensi digital guru masih menjadi hambatan dalam implementasinya. Temuan ini menegaskan bahwa asesmen formatif digital memiliki potensi besar dalam mendukung keterlibatan belajar siswa dalam kerangka Kurikulum Merdeka, dengan catatan perlu adanya penguatan kapasitas guru dan dukungan infrastruktur yang memadai.</p> <p><em>Digital transformation in education has brought about major changes to learning assessment practices in schools, especially since the implementation of the Merdeka Curriculum, which emphasizes differentiated learning, strengthening feedback, and active student engagement. Digital formative assessment has become one of the tools increasingly used by teachers to continuously monitor the learning process. Through interactive features, instant presentation of results, and flexibility of use on various devices, digital formative assessment is believed to be able to create a more engaging, adaptive, and participatory learning experience. This study aims to conduct a systematic review of various empirical findings regarding the effectiveness of digital formative assessment in increasing student learning engagement in the implementation of the Merdeka Curriculum. The systematic review method was conducted following the PRISMA 2020 guidelines. Articles were collected from Google Scholar, Portal Garuda, and SINTA using a combination of keywords that included “digital formative assessment,” “learning engagement,” and “Merdeka Curriculum.” Inclusion criteria included Indonesian-language articles published between 2021 and 2025, focusing on digital formative assessment, and containing indicators of learning engagement such as attention, motivation, interaction, or independence. A number of articles that met the criteria were analyzed using a thematic synthesis approach. The results of the study show that digital formative assessment consistently contributes positively to students' cognitive, affective, and behavioral engagement. Platforms such as Google Form, Quizizz, and Kahoot enable schools to conduct faster, more personalized evaluations and increase student interest and interaction during learning. However, challenges such as dependence on internet connections, device limitations, and variations in teachers' digital competencies remain obstacles to its implementation. These findings confirm that digital formative assessment has great potential in supporting student learning engagement within the framework of the Merdeka Curriculum, provided that there is a strengthening of teacher capacity and adequate infrastructure support.</em></p> Abd Halim Saleh Febry Maghvinasya Aulia Zulfani Sesmiarni Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PEMANFAATAN SABUT KELAPA MENJADI KESET KAKI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18595 <p>Sabut kelapa merupakan limbah pertanian yang melimpah di berbagai daerah di Indonesia, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemanfaatan sabut kelapa menjadi produk keset kaki sebagai alternatif usaha kerajinan yang ramah lingkungan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik observasi langsung, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabut kelapa memiliki kekuatan serat, daya serap, dan ketahanan yang baik untuk dijadikan bahan dasar keset kaki. Proses pembuatan meliputi penguraian sabut, pembersihan, pengeringan, pemintalan, serta pembentukan pola keset. Produk keset dari sabut kelapa memiliki nilai ekonomis tinggi dan berpotensi sebagai usaha mikro yang berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalam memanfaatkan limbah sabut kelapa secara kreatif dan ekonomis.</p> <p><em>Coconut coir is an abundant agricultural waste found in many regions of Indonesia, yet it has not been fully utilized. This study aims to describe the process of transforming coconut coir into doormat products as an environmentally friendly craft-based business alternative. The research employed a descriptive approach using direct observation, documentation, and literature review techniques. The results indicate that coconut coir has strong fiber characteristics, high absorbency, and good durability, making it suitable as a raw material for doormat production. The manufacturing process includes fiber separation, cleaning, drying, spinning, and forming the doormat pattern. Doormats made from coconut coir possess significant economic value and demonstrate potential as a sustainable microenterprise. This study is expected to serve as a reference for communities to creatively and economically utilize coconut coir waste.</em></p> Susana Nirma Basilia N. Putriman Yosefina Nurlela Manut Adriana Jeniman Maria Fransiska Delfi Stefanus Rahmat Jemadi Karolus N. Babut Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Inklusif 2026-01-07 2026-01-07 9 12 CHATGPT SEBAGAI MODEL PSIKOLINGUISTIK:SEJAUH MANA MESIN MEMAHAMI SEMANTIK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/17087 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi model psikolinguistik ChatGPT, dengan fokus pada kemampuan sistem untuk memahami makna dan semantik bahasa manusia. ChatGPT, yang merupakan program yang didukung oleh kecerdasan buatan, berusaha untuk meniru cara manusia dalam menyusun dan memahami bahasa. Dalam penelitian ini, teori psikolinguistik mengenai pemrosean bahasa, makna, serta konteks komunikasi digunakan untuk mengeksplorasi kemampuan semantik sistem ChatGPT. Metodologi yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif Hasil analisis menunjukkan bahwa ChatGPT dapat memahami pola semantik dan memberikan tanggapan yang sesuai dengan konteks. Namun, pemahamannya kurang konseptual daripada asosiatif. Ini menunjukkan bahwa ChatGPT meniru proses bahasa tanpa benar-benar "memahami" maknanya seperti yang dilakukan manusia.Temuan ini menunjukkan bahwa ChatGPT belum dapat mencapai tingkat pemahaman semantik yang autentik, meskipun dapat berfungsi sebagai model simulasi dalam penelitian psikolinguistik.</p> <p><em>This research intends to investigate ChatGPT as a model within psycholinguistics, emphasizing the extent to which a machine can grasp concepts in human language. As a form of artificial intelligence, ChatGPT is built to replicate the ways in which people understand and produce language. Employing a qualitative descriptive methodology, this study examines ChatGPT's capabilities related to semantics in light of psycholinguistic principles concerning language use, meaning, and context. The results indicate that ChatGPT is able to identify semantic trends and create suitable responses based on context; however, its grasp of meaning is more about associations than it is about actual concepts. This suggests that while the machine mimics language processing, it does not genuinely “understand” meanings like humans do. The results underscore that although ChatGPT can function as a simulation model for psycholinguistic research, it has not yet reached true semantic understanding.</em></p> Sarah Adelina Muhammad Hasyimsyah Batubara Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PENERAPAN NILAI-NILAI PANCASILA UNTUK MENGUATKAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/17976 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai asas materi muatan dalam pembentukan peraturan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam Pasal 6 UU No. 12 Tahun 2011. Penelitian ini menggunakan metode normatif preskriptif dengan pendekatan yuridis, historis, dan konseptual. Sumber bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka. Analisis data dilakukan menggunakan metode silogisme deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asas materi muatan sudah mengandung nilai-nilai Pancasila, namun belum seluruh nilai da-lam Pancasila tercermin secara menyeluruh, khususnya nilai dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang belum terakomodasi dalam asas tersebut.</p> Azka Zahrotun Nisa Ashifa Putri Anjelita Siti Nur Hikmah Atsmar Ali Sya’bana Robiatul Adawiyah Muh Eko Prayitno Masfulatul Aeliyah Ahmad Faqih Udin Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETERNAK RUMAH MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN BABI BERNUTRISI DARI BAHAN LOKAL DI DESA LENTANG, KECAMATAN LELAK, KABUPATEN MANGGARAI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/17572 <p>Peternakan babi merupakan salah satu sumber mata pencaharian penting bagi masyarakat pedesaan di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Namun, ketersediaan pakan ternak yang bernutrisi seringkali terbatas, terutama pada musim kemarau, sehingga berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan peternak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak rumah melalui pelatihan pembuatan pakan babi bernutrisi berbasis bahan lokal, yaitu batang pisang, daun ubi jalar, dan dedak padi, dengan tambahan EM4 dan gula pasir sebagai agen fermentasi. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi, demonstrasi praktik, serta evaluasi langsung terhadap hasil fermentasi dan penerapannya pada ternak babi selama dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan fermentasi meningkatkan kualitas nutrisi dan kecernaan pakan, menurunkan kadar serat kasar dan zat antinutrisi, serta meningkatkan nafsu makan dan pertumbuhan babi. Selain itu, penggunaan pakan fermentasi mampu mengurangi bau kotoran ternak dan mendukung kebersihan kandang. Partisipasi aktif dan respons positif peternak terhadap pelatihan menunjukkan kesiapan mereka mengadopsi inovasi ini untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha ternak. Temuan ini menegaskan bahwa fermentasi pakan berbahan lokal merupakan strategi efektif untuk mengatasi keterbatasan pakan dan meningkatkan kesejahteraan peternak rumahan.</p> <p><em>Pig farming is one of the important sources of livelihood for rural communities in Manggarai Regency, East Nusa Tenggara. However, the availability of nutritious livestock feed is often limited, particularly during the dry season, which affects both productivity and the welfare of farmers. This study aimed to improve the welfare of smallholder farmers through training on the preparation of nutritious pig feed using local ingredients, namely banana stems, sweet potato leaves, and rice bran, with the addition of EM4 and sugar as fermentation agents. The methods applied included socialization, practical demonstrations, and direct evaluation of the fermentation results and their application to pigs over a two-week period. The results showed that fermented feed improved feed nutritional quality and digestibility, reduced crude fiber and antinutritional content, and enhanced pig appetite and growth. In addition, the use of fermented feed was able to reduce the odor of livestock waste and support barn hygiene. Active participation and positive responses from farmers during the training indicated their readiness to adopt this innovation to increase productivity and the sustainability of livestock farming. These findings confirm that fermented feed made from local ingredients is an effective strategy to overcome feed limitations and improve the welfare of smallholder pig farmers.</em></p> Lusia Purnawati Santri Maria Fatima Sarimurni Petra S. Jaman Enjelina Asri Ayu Elisabeth Sariman Gregorius Saliwardaya Mikael Fandi Odinsa Kapas Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PEMANFAATAN SUMBER-SUMBER SEJARAH LOKAL PALEMBANG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18261 <p>Penelitian ini menganalisis potensi, merumuskan model, dan mengevaluasi tantangan implementasi sumber-sumber sejarah lokal Palembang sebagai media pembelajaran sejarah tingkat menengah di tengah gelombang transformasi digital. Fokus kajian adalah situs-situs kunci (Kerajaan Sriwijaya, Kesultanan Palembang) dan warisan tak benda yang dapat diintegrasikan melalui teknologi Immersive Learning. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, melibatkan studi dokumentasi, observasi mendalam terhadap ekosistem digital lokal, dan wawancara triangulasi dengan guru, siswa, dan pengembang konten. Hasilnya menunjukkan bahwa sumber lokal Palembang memiliki signifikansi kontekstual yang tinggi dalam meningkatkan minat dan pemahaman. Model yang diusulkan adalah Model Context-Aware Digital History, yang mengintegrasikan Augmented Reality (AR) berbasis lokasi dan Virtual Tour 360° dengan narasi sejarah yang telah tervalidasi. Tantangan terbesar adalah memastikan keberlanjutan konten dan kesiapan pedagogis guru dalam mengoperasikan teknologi baru. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada implementasi Model SAMR (Substitution, Augmentation, Modification, Redefinition) dalam konteks pembelajaran sejarah lokal.</p> Dara Luri Maharani Meisya Ananda Rahayu Cahaya Renata Dina Aliffah Miranda Amelia Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PENGARUH PENGGUNAAN AI (CHATBOT) TERHADAP PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA MAHASISWA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/17085 <p><em>This research investigates the influence of Artificial Intelligence (AI)-based chatbots on students’ second language acquisition (L2). The study aims to explore how chatbots such as ChatGPT contribute to students’ linguistic, cognitive, and affective development in learning English as a second language. The research employs a qualitative descriptive approach within the psycholinguistic framework. Data were collected from ten fifth-semester Education students who actively use chatbots in their learning processes. Observation and semi-structured interviews were conducted to gain in-depth information about students’ experiences. The findings reveal that AI chatbots provide significant benefits in language acquisition by offering authentic input, real-time feedback, and continuous interaction. Students reported improvements in vocabulary, pronunciation, and speaking confidence. However, some participants became overly dependent on AI, reducing their social interaction skills. The study concludes that chatbots can effectively support L2 acquisition when used as a complementary tool alongside traditional human-based instruction.</em></p> Ririn Arianti Muhammad Hasyimsyah Batubara Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PERAN MAHASISWA DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA MELALUI PROGRAM ASISTENSI MENGAJAR DI MTSN 1 SURABAYA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/17892 <p>Program asistensi mengajar memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam kegiatan pembelajaran di kelas serta membantu guru dalam mengelola proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran mahasiswa dalam meningkatkan keaktifan siswa pada pembelajaran Matematika di MTsN 1 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara informal, dan dokumentasi yang dilaksanakan selama Program Asistensi Mengajar pada bulan Agustus hingga November 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan siswa meningkat melalui penerapan strategi pembelajaran interaktif, antara lain diskusi kelompok, kuis singkat, pertanyaan terbuka, serta latihan terbimbing baik pada pembelajaran reguler maupun kegiatan bimbingan belajar. Kehadiran mahasiswa juga menciptakan suasana belajar yang lebih komunikatif dan nyaman, sehingga mendorong siswa untuk lebih berani bertanya, aktif mengerjakan latihan, serta mengemukakan pendapatnya dengan lebih percaya diri. Dengan demikian, program asistensi mengajar tidak hanya berkontribusi dalam membantu guru menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga berperan dalam menciptakan lingkungan belajar yang partisipatif sekaligus memberikan pengalaman pedagogis yang bermakna bagi mahasiswa pendamping.</p> <p><em>The teaching assistance program provides university students with the opportunity to engage directly in classroom activities and support teachers in managing the learning process. This study aims to describe the role of university students in improving student activeness in Mathematics classes at MTsN 1 Surabaya. This research employed a qualitative case study approach through observations, informal interviews, and documentation conducted during the Teaching Assistance Program from August to November 2025. The results indicate that students’ activeness increased through the implementation of interactive learning strategies, including group discussions, quick quizzes, open questioning, and guided practice both in regular classes and tutoring sessions. The presence of university students also created a more communicative and comfortable learning atmosphere, encouraging learners to ask questions, participate in exercises, and express their ideas more confidently. Thus, the teaching assistance program contributes not only to supporting teachers in delivering lessons but also to creating a participatory learning environment while providing meaningful pedagogical experience for the assisting students.</em></p> Fadel Muhammad Adri Elly Pusporani Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif 2025-12-30 2025-12-30 9 12