Jurnal Pendidikan Inklusif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi id-ID Fri, 30 Jan 2026 14:48:50 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 ANALISIS PUISI “SIA-SIA” KARYA CHAIRIL ANWAR DENGAN PENDEKATAN EKSPRESIF https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/19140 <p>Puisi “Sia-Sia” karya Chairil Anwar merupakan karya sastra yang merefleksikan pergulatan batin penyair dalam menghadapi realitas kehidupan yang penuh kekecewaan, kehampaan, dan keterbatasan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna puisi tersebut dengan menggunakan pendekatan ekspresif, yaitu pendekatan yang memandang karya sastra sebagai ungkapan dunia batin dan kondisi psikologis pengarang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka serta baca-catat terhadap larik dan bait puisi yang merepresentasikan ekspresi emosional penyair. Hasil analisis menunjukkan bahwa tema kesia-siaan dalam puisi ini menjadi simbol runtuhnya harapan dan kesadaran eksistensial penyair terhadap ketidakberdayaan manusia dalam mengendalikan hidup. Pilihan diksi yang sederhana, lugas, dan bernada getir mencerminkan kejujuran emosional serta sikap individualistis Chairil Anwar dalam menyikapi realitas. Kesia-siaan yang diungkapkan tidak dimaknai sebagai sikap menyerah total, melainkan sebagai bentuk kesadaran eksistensial yang lahir dari perenungan mendalam terhadap kegagalan dan keterbatasan hidup. Dengan demikian, puisi “Sia-Sia” dapat dipahami sebagai manifestasi dunia batin pengarang yang kompleks sekaligus refleksi sikap hidup yang berani dan jujur dalam menghadapi kenyataan. Pendekatan ekspresif terbukti efektif dalam mengungkap makna puisi secara mendalam karena mampu menjembatani hubungan antara teks sastra dan pengalaman subjektif pengarang.</p> <p><em>Chairil Anwar's poem "Sia-Sia" is a literary work that reflects the poet's inner struggle in facing the reality of life full of disappointment, emptiness, and human limitations. This study aims to uncover the meaning of the poem using an expressive approach, an approach that views literary works as expressions of the author's inner world and psychological condition. The method used is a descriptive qualitative method with data collection techniques through literature studies and reading and taking notes on the lines and stanzas of the poem that represent the poet's emotional expression. The results of the analysis show that the theme of futility in this poem symbolizes the collapse of hope and the poet's existential awareness of human powerlessness in controlling life. The choice of simple, straightforward, and bitter diction reflects Chairil Anwar's emotional honesty and individualistic attitude in responding to reality. The futility expressed is not interpreted as an attitude of total surrender, but rather as a form of existential awareness born from deep contemplation of failure and life's limitations. Thus, the poem "Sia-Sia" can be understood as a manifestation of the author's complex inner world as well as a reflection of a courageous and honest attitude in facing reality. The expressive approach has proven effective in revealing the meaning of poetry in depth because it is able to bridge the relationship between literary texts and the author's subjective experiences.</em></p> Gresia Natasia Br Purba, Monalisa Frince Sianturi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Inklusif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/19140 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 MAKNA HISTORIS TRADISI BIDAR DI SUMATERA SELATAN STUDI LITERATUR TENTANG AKAR TRADISI,INDETITAS LOKAL, DAN UPAYA PELESTARIAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18376 <p>Bidar merupakan salah satu warisan budaya di Sumatera Selatan yang patut dilestarikan. Keberadaan perlombaan perahu bidar selalu dinantikan oleh masyarakat Kota Palembang karena tradisi ini memiliki nilai-nilaikehidupan pada masyarakat Kota Palembangyang dikenal sebagai wilayah maritim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaj makna historis tradisi perahu bidar di Sumatera Selatan, menganalisis proses transformasi tradisi dari masa ke masa serta mengidentifikasi upaya-upaya pelestarian yang telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah pendekatar kualitatif berbasis studi literatur dengan pemanfaatan jurnal ilmiah dan media koran. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk mengungkap akar tradisi, proses perkembangan, serta peranannya dalam membentuk identitas budaya masyaraka setempat. Hasil penelitian menunjukkan pahwa tradisi perahu bidar memiliki aka historis sejak masa Kesultanan Palembang Darussalam, ketika perahu menjadi sarana mobilitas dan simbol kekuatan maritim. Seiring waktu, tradisi tersebut bertransformasi menjadi kegiatan lomba yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Upaya pelestarian yang ilakukan melalui festival budaya, dukungar pemerintah daerah, dan keterlibatar komunitas membuktikan bahwa perahu bidar masih memiliki relevansi sebagai ikor budaya Sumatera Selatan. Dengan demikian tradisi ini bukan hanva bentuk aktivitas rekreatif, tetapi juga simbol kontinuitas sejarah dan identitas masyarakat Palembang yang perlu terus dijaga. Penelitian ini ke depannya diharapkan sebagai bukti bahwa adanya kaitan antara perlombaan tradis bidar sebagai warisan budaya leluhur yang harus dilestarikan sehingga dapat diteruskar oleh generasi selanjutnya pada masyarakat Kota Palembang.&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Bidar is one of the cultural heritages of South Sumatra that deserves to be preserved. The Bidar boat racing competition is always eagerly anticipated by the people of Palembang City because this tradition embodies the life values of the Palembang community, which is historically recognized as a maritime society. This study aims to examine the historical significance of the Bidar boat tradition in South Sumatra, analyze the process of its transformation over time, and identify preservation efforts undertaken by both the government and local communities.The research employs a qualitative approach based on a literature review, utilizing academic journals and newspaper sources. Descriptive analysis is applied to reveal the roots of the tradition, its developmental process, and its role in shaping the cultural identity of the local community.The findings indicate that the Bidar boat tradition has historical roots dating back to the era of the Palembang Darussalam Sultanate, when boats functioned as a means of mobility and as symbols of maritime power. Over time, this tradition has transformed into a competitive racing event involving various segments of society. Preservation efforts through cultural festivals, support from local governments, and active community participation demonstrate that the Bidar boat remains relevant as a cultural icon of South Sumatra.Therefore, the Bidar boat tradition is not merely a form of recreational activity but also a symbol of historical continuity and the cultural identity of the Palembang people that must be continuously safeguarded. This study is expected to provide evidence of the strong connection between the Bidar boat racing tradition and ancestral cultural heritage, which should be preserved and passed on to future generations in Palembang City</em></p> Agustus, Dhini Rafeyla, Citra Dewi, Kabib Sholeh Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Inklusif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18376 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 KOMPARASI FILSAFAT PENDIDIKAN ANTARA TOKOH ORMAS ISLAM, BUDAYAWAN, ORIENTALIS, DAN KOMUNIS DALAM PERSFEKTIF WAHYUMAKKIYAH AWAL KENABIAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18822 <p>Makalah ini mengkaji komparasi filsafat pendidikan dari tokoh pendiri Ormas Islam, budayawan, orientalis, dan tokoh komunis dengan menempatkannya dalam perspektif wahyu Makkiyah awal kenabian. Kajian ini bertujuan untuk menemukan landasan filosofis pendidikan Islam yang komprehensif dan relevan dengan dinamika sosial serta pemikiran lintas ideologi. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui analisis terhadap pemikiran para tokoh serta telaah Al-Qur’an, khususnya Surah Al-‘Alaq, Al-Qalam, Al-Muzzammil, dan Al-Muddatsir. Hasil kajian menunjukkan bahwa wahyu Makkiyah awal kenabian menghadirkan konsep pendidikan yang sistematis dan integral, dimulai dari penguatan tauhid dan intelektualitas, pembentukan akhlak, pembinaan spiritual, hingga implementasi amal dan tanggung jawab sosial. Meskipun tokoh-tokoh yang dikaji berasal dari latar belakang ideologis yang berbeda, terdapat irisan nilai dalam tujuan pendidikan, yaitu pembebasan manusia dari kebodohan, pembentukan karakter, dan kesadaran sosial. Oleh karena itu, filsafat pendidikan Islam dapat dikembangkan melalui sintesis kritis antara nilai-nilai wahyu dan berbagai pemikiran pendidikan, dengan tetap menjadikan tauhid sebagai fondasi utama</p> Syaifullah Mujahidin, Rozalinda, Marhadin, Agus Sujarwo Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Inklusif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18822 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 LANDASAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI ERA MODERN/DIGITAL PADA TINGKAT SEKOLAH DASAR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/19523 <p><em>Bimbingan dan Konseling (BK) merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan yang berperan mendukung perkembangan peserta didik secara personal, sosial, akademik, dan karier. Kompleksitas permasalahan peserta didik di era pendidikan kontemporer menuntut layanan BK yang tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga berlandaskan pijakan teoretis yang kuat dan komprehensif. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam landasan Bimbingan dan Konseling yang meliputi aspek filosofis, psikologis, pedagogis, sosiologis, dan yuridis, serta menelaah relevansinya dalam menjawab tantangan layanan BK di lingkungan pendidikan saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, dengan sumber data berupa jurnal ilmiah nasional terakreditasi dan buku-buku akademik yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi, mengkategorikan, dan mensintesis konsep serta temuan penelitian terkait landasan BK. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman yang komprehensif terhadap seluruh landasan BK merupakan prasyarat utama bagi terselenggaranya layanan BK yang profesional, sistematis, dan berorientasi pada kebutuhan perkembangan peserta didik. Temuan juga mengungkap bahwa lemahnya pemahaman terhadap salah satu landasan, khususnya landasan yuridis, berpotensi menimbulkan kesenjangan antara kebijakan dan praktik layanan BK di sekolah. Implikasi kajian ini menegaskan pentingnya penguatan landasan Bimbingan dan Konseling dalam pendidikan dan pengembangan profesional konselor sebagai pijakan konseptual untuk meningkatkan kualitas layanan BK yang adaptif dan berkelanjutan.</em></p> <p><em>Guidance and Counseling (GC) is an important component in the education system that plays a role in supporting the development of students personally, socially, academically, and careerally. The complexity of students' problems in the contemporary education era demands GC services that are not only responsive, but also based on a strong and comprehensive theoretical footing. This article aims to describe and analyze in depth the foundations of Guidance and Counseling which include philosophical, psychological, pedagogical, sociological, and juridical aspects, as well as examine its relevance in answering the challenges of GC services in the current educational environment. This research uses a qualitative approach with a literature study method, with data sources in the form of accredited national scientific journals and relevant academic books. Data was analyzed using content analysis techniques to identify, categorize, and synthesize concepts and research findings related to the foundation of GC. The results of the study show that a comprehensive understanding of all the foundations of GC is the main prerequisite for the implementation of professional, systematic, and developmentally oriented GC services. The findings also reveal that a weak understanding of one of the foundations, especially the juridical foundation, has the potential to create a gap between policies and practices of GC services in schools. The implications of this study affirm the importance of strengthening the foundation of Guidance and Counseling in the education and professional development of counselors as a conceptual foothold to improve the quality of adaptive and sustainable GC services.</em></p> Titi Sunarti, Lutpiani Nurul Amanah, Astri Indriani, Evie Nuryani, Faisila Khalda Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Inklusif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/19523 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS KONTRASTIF POLA SAPAAN FORMAL DAN INFORMAL DALAM BAHASA MADURA DAN BAHASA INDONESIA: KAJIAN PENGGUNAAN DAN PERBEDAAN FUNGSI SOSIAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18563 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan pola sapaan formal dan informal dalam Bahasa Madura dan Bahasa Indonesia, serta mengkaji fungsi sosial yang mendasarinya. Dari penelitian ini "Analisis Kontrastif Pola Sapaan Formal dan Informal dalam Bahasa Madura dan Bahasa Indonesia: Kajian Penggunaan dan Perbedaan Fungsi Sosial", adalah untuk mempelajari perbedaan dalam bentuk, penggunaan, dan fungsi sosial sapaan dalam kedua bahasa tersebut. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan teknik seperti observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen yang digunakan oleh penutur asli Bahasa Madura.Hasil penelitian menujukan bahwa Bahasa Madura memiliki sistem kesopanan yang lebih kompleks, khususnya pada penggunaan sapaan formal yang sangat di pengaruhi oleh faktor usia, status sosial, dan hubungan kekerabatan. Sebaiknya Bahasa Indonesia menunjukan pola penggunaan sapaan yang lebih fleksibel dan tidak terlalu ketat dalam membedakan ranah formal dan informal. Secara fungsi sosial, sapaan dalam Bahasa Madura lebih menekankan penghormatan dan penjagaan jarak sosial, sedangkan sapaan dalam Bahasa Indonesia lebih mengutamakan keakraban, kehangatan, dan kesetaraan. Temuan ini menegaskan bahwa perbedaan pola sapaan tidak hanya dipengaruhi faktor linguistik, tetapi juga nilai budaya yang melatarbelakanginya. Data yang dikumpulkan dipelajari secara kualitatif-deskriptif. Ini melibatkan pengelompokan variasi sapaan, interpretasi makna berdasarkan konteks sosial, dan perbandingan pola penggunaan sapaan antara Bahasa Madura dan Bahasa Indonesia.&nbsp; Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kesopanan Bahasa Madura lebih hierarkis dan ketat, terutama dalam sapaan formal, yang sangat dipengaruhi oleh usia, status sosial, dan hubungan kekerabatan. Sebaliknya, Bahasa Indonesia lebih fleksibel dan tidak seketat Bahasa Madura dalam membedakan antara sapaan formal dan informal.&nbsp; Sapaan dalam Bahasa Indonesia lebih menekankan keakraban dan kesetaraan, sedangkan sapaan dalam Bahasa Madura lebih menonjolkan unsur penghormatan dan jarak sosial. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana perbedaan budaya membentuk pola sapaan dan fungsi sosialnya di kedua bahasa tersebut dengan penekanan kuat pada data kualitatif. Ini juga menjadi rujukan penting untuk analisis kontrastif dan studi sosiolinguistik</p> Ardha Friska Oktalianda, Adellia Maula Madani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Inklusif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18563 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DALAM KORESPONDENSI SURAT BISNIS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/19293 <p>Penelitian ini mengkaji kesalahan berbahasa Indonesia dalam korespondensi surat bisnis, khususnya yang ditulis oleh mahasiswa, dengan fokus pada aspek diksi, sintaksis, dan efektivitas kalimat. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam surat bisnis menjadi krusial karena berfungsi sebagai representasi profesionalitas dan kredibilitas perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi pustaka dan analisis dokumen dengan teknik purposive sampling. Temuan menunjukkan bahwa kesalahan berbahasa yang paling dominan meliputi penggunaan unsur mubazir atau pleonasme, diksi tidak baku, struktur kalimat yang kehilangan subjek atau tidak paralel, serta ketidakefektifan kalimat yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap kaidah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD Devisi V) dan minimnya proses penyuntingan. Kesalahan-kesalahan ini berakar pada pengaruh ragam bahasa lisan, keterbatasan kosakata formal, dan kebiasaan menggunakan bahasa nonformal yang terbawa dari lingkungan pendidikan. Implikasi dari kesalahan berbahasa tersebut dapat mengurangi kredibilitas perusahaan, menimbulkan miskomunikasi, bahkan berpotensi menimbulkan kerugian material dan reputasi. Solusi yang direkomendasikan mencakup peningkatan pemahaman kaidah bahasa Indonesia melalui pelatihan terstruktur, pembiasaan praktik komunikasi formal, penggunaan alat bantu pemeriksa bahasa, dan penerapan template surat bisnis yang sesuai standar kebahasaan nasional. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi pembelajaran bahasa bisnis serta mendukung pengembangan kurikulum pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia profesional.</p> <p><em>This study examines Indonesian language errors in business correspondence, particularly those written by students, with a focus on diction, syntax, and sentence effectiveness. The use of good and correct Indonesian in business letters is crucial because it represents a company's professionalism and credibility. This study uses a descriptive-analytical approach through literature review and document analysis with purposive sampling techniques. The findings indicate that the most dominant language errors include the use of redundant elements or pleonasm, non-standard diction, sentence structures that are missing subjects or are not parallel, and sentence ineffectiveness caused by a lack of understanding of the rules of Enhanced Spelling (EYD Edition V) and minimal editing processes. These errors are rooted in the influence of spoken language varieties, limited formal vocabulary, and the habit of using informal language carried over from the educational environment. The implications of these language errors can reduce the company's credibility, lead to miscommunication, and even potentially cause material and reputational losses. Recommended solutions include improving understanding of Indonesian language rules through structured training, familiarizing yourself with formal communication practices, using language-checking tools, and implementing business letter templates that comply with national language standards. This research is expected to provide material for evaluating business language learning and support the development of vocational education curricula that meet the needs of the professional world.</em></p> Irwanto Adiwijaya Sihombing, Perawati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Inklusif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/19293 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 TRANSFORMASI IDENTITAS BUDAYA WONG PALEMBANG: KAJIAN LITERATUR TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL DAN TRADISI LOKAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18435 <table width="98%"> <tbody> <tr> <td width="60%"> <p>Penelitian ini membahas transformasi identitas budaya Wong Palembang melalui kajian literatur yang menelusuri perubahan tradisi, praktik sosial, dan budaya material seperti songket, kuliner, dan arsitektur tepian sungai. Secara historis, identitas masyarakat Palembang dibentuk oleh kehidupan sungai, struktur sosial Melayu-Islam, serta warisan tekstil dan ritual adat. Namun, modernisasi, urbanisasi, dan komodifikasi budaya membawa perubahan signifikan terhadap praktik budaya, baik dalam bentuk penyederhanaan ritual maupun pergeseran makna filosofis yang dahulu melekat kuat. Hasil kajian menunjukkan adanya ketegangan antara budaya ideal pada masa lalu dengan praktik budaya kontemporer, di mana songket dan elemen budaya lainnya mengalami reinterpretasi untuk menyesuaikan tuntutan pasar dan pariwisata. Identitas Wong Palembang kini berada pada fase negosiasi antara tradisi dan modernitas, menegaskan perlunya strategi pelestarian yang adaptif, berbasis edukasi dan literasi budaya. Kajian ini menegaskan pentingnya memahami dinamika perubahan budaya agar warisan Palembang tetap lestari sekaligus relevan dalam konteks masa kini.</p> <p><em>This study examines the transformation of Wong Palembang’s cultural identity through a literature-based analysis of changes in traditions, social practices, and material culture such as songket textiles, culinary heritage, and riverside architecture. Historically, the identity of Palembang society was shaped by its river-based lifestyle, Malay-Islamic social structures, and a rich tradition of textiles and ceremonial rituals. However, modernization, urban expansion, and cultural commodification have significantly altered these practices, leading to the simplification of certain rituals and shifts in the philosophical meanings once deeply embedded in local traditions. Findings reveal a clear tension between idealized traditional culture and contemporary practices, where songket and other cultural elements undergo reinterpretation to align with market demands and tourism. Wong Palembang’s identity is currently situated in a negotiation phase between tradition and modernity, highlighting the need for adaptive, culturally literate preservation strategies. This study underscores the importance of understanding cultural transformation dynamics to ensure that Palembang’s heritage remains both preserved and relevant in the present era.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> Rommy Aji Azgha, Galang Paska Anugrah, Sahroni Ali, Kabib Sholeh Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Inklusif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18435 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DAUR ULANG PLASTIK KRESEK MENJADI BUNGA GANTUNG RAMAH LINGKUNGAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/19175 <p>Permasalahan sampah plastik, khususnya plastik kresek, masih menjadi isu lingkungan global yang berdampak pada pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat di wilayah Tenda, Kecamatan Langke Rembong yang belum memiliki keterampilan pengolahan sampah plastik secara kreatif dan bernilai ekonomis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan daur ulang plastik kresek menjadi bunga gantung ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pratikum yang melibatkan 9 orang peserta. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan penilaian hasil produk selama dan setelah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan hardskill peserta dalam pengolahan limbah plastik 75% serta peningkatan softskill berupa kreatifitas dan kepedulian lingkungan sebesar 80%. Selain itu, produk bunga gantung memiliki potensi peningkatan nilai ekonomis sebagai produk kerajinan ramah lingkungan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah plastic dapat menjadi solusi lingkungan sekaligus peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat.</p> <p><em>The problem of plastic waste, particularly plastic bags, remains a global environmental issue, impacting environmental pollution and public health. The partners of this community service activity are the community in the Tenda area, Langke Rembong District, who lack the skills to process plastic waste creatively and economically. This community service activity aims to empower the community through training in recycling plastic bags into environmentally friendly hanging flowers. The methods used were counseling and practical work involving nine participants. Evaluation was carried out through observation and assessment of the product results during and after the activity. The results of the activity showed a 75% increase in participants' hard skills in plastic waste processing and an 80% increase in soft skills in the form of creativity and environmental awareness. In addition, the hanging flower products have the potential to increase their economic value as environmentally friendly handicrafts. This activity proves that plastic waste management can be an environmental solution as well as an opportunity for community economic empowerment.</em></p> Yohana M Irnanda Dhiu , Gaudensia Klaudia Sophia Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Inklusif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/19175 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 SONGKET PALEMBANG SEBAGAI WARISAN BUDAYA TAK BENDA ANALISIS KAJIAN LITERATUR TENTANG NILAI FILOSOFIS DAN PELESTARIANNYA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18380 <p>Songket Palembang adalah salah satu bentuk warisan budaya tak benda dari Indonesia yang memiliki estetika, simbolisme, dan filosofi yang mendalam serta penting dalam mencerminkan identitas, status sosial, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Palembang sejak era Kesultanan Sriwijaya hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki makna filosofis yang tertera dalam motif, warna, dan proses pembuatan songket Palembang, mengeksplorasi berbagai taktik untuk melestarikannya di tengah perubahan modernisasi, globalisasi, dan pergeseran nilai budaya lokal. Masalah utama yang dihadapi dalam penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai filosofis, spiritual, dan simbolik yang terkait dengan songket Palembang dapat terus dijaga saat generasi muda mulai meninggalkan warisan tradisional demi gaya hidup modern dan ketika industri tekstil massal menjadi lebih dominan di pasar. Penelitian ini mengaplikasikan metode studi literatur dengan mengevaluasi berbagai sumber akademik, buku, artikel ilmiah, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema warisan budaya, semiotika motif, dan metode pelestarian kain tradisional. Hasil analisis menunjukkan bahwa motif-motif seperti pucuk rebung, naga besaung, bunga melati, dan lepus emas menyimpan nilai filsafat yang kaya yang merefleksikan kesucian, kemakmuran, keharmonisan, keseimbangan, serta hubungan spiritual antara manusia, alam, dan Tuhan. Usaha untuk melestarikan budaya dilakukan melalui pendidikan budaya di sekolah-sekolah, pelatihan bagi pengrajin muda, inovasi dalam desain modern, penguatan ekonomi kreatif, digitalisasi motif, kolaborasi dengan desainer, serta promosi pariwisata yang berlandaskan kearifan lokal. Sebagai kesimpulan, songket Palembang bukan hanya sekadar karya seni tekstil yang indah, melainkan juga sebagai simbol dari identitas, sarana untuk mewariskan nilai-nilai luhur, dan bukti ketahanan budaya negeri yang perlu dijaga secara berkelanjutan melalui generasi dan sektor yang berbeda agar tetap hidup dan relevan di masa depan.&nbsp;</p> <p><em>Palembang songket is one of Indonesia’s intangible cultural heritages that embodies high aesthetic, symbolic, and philosophical values, playing an essential role in reflecting the identity, social status, and life values of the Palembang people from the Sriwijaya Kingdom era to the present day. This study aims to analyze the philosophical meanings contained in the motifs, colors, and production process of Palembang songket, as well as to examine various preservation strategies implemented amid modernization, globalization, and the shifting of local cultural values. The main issue addressed in this research is how the philosophical, spiritual, and symbolic values inherent in Palembang songket can be preserved when the younger generation increasingly shifts away from traditional heritage toward modern lifestyles and mass textile industries that dominate the market. This study employs a literature review method by analyzing various academic sources, books, scholarly articles, and previous research relevant to the themes of cultural heritage, motif semiotics, and traditional textile preservation strategies. The findings indicate that motifs such as pucuk rebung (bamboo shoots), naga besaung (dragon), bunga melati (jasmine), and lepus emas (gold thread) carry profound philosophical meanings representing purity, prosperity, harmony, balance, and the spiritual connection between humans, nature, and God. Preservation efforts are carried out through cultural education in schools, training for young artisans, modern design innovation, strengthening of the creative economy, motif digitalization, collaboration with designers, and tourism promotion based on local wisdom. In conclusion, Palembang songket is not only valuable as a beautiful textile artwork but also serves as a symbol of identity, a medium for transmitting noble values, and proof of the nation’s cultural resilience. It must be sustainably preserved across generations and sectors to remain vibrant and relevant in the future.</em></p> Putri Agustini, M Zakiudin, Elya Julika, Kabib Sholeh Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Inklusif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18380 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 FUNGSI DAN RUANG LINGKUP ADMINISTRASI PENDIDIKAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18902 <p>Sektor pendidikan merupakan pilar fundamental bagi kemajuan jangka panjang suatu bangsa, namun implementasinya sering terhambat oleh isu manajerial yang kompleks, seperti pengelolaan sumber daya yang belum optimal dan inefisiensi dalam proses administrasi tradisional. Penelitian ini bertujuan mengelaborasi fungsi dan ruang lingkup administrasi pendidikan sebagai landasan teoretis dan praktis bagi upaya peningkatan mutu lembaga pendidikan secara menyeluruh. Dengan menggunakan metode library research yang berfokus pada analisis isi dan pendekatan deskriptif kualitatif, kajian ini menganalisis literatur secara komprehensif tentang efektivitas administrasi pendidikan. Temuan penelitian menegaskan bahwa administrasi pendidikan adalah proses krusial pemanfaatan sumber daya untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien, yang terstruktur dalam kerangka POAC (Perencanaan, Pengorganisasian, Penggerakan, dan Pengawasan). Ruang lingkupnya mencakup Administrasi Kurikulum, Personalia, Kesiswaan, Keuangan, dan Sarana Prasarana. Implikasi utamanya adalah administrasi yang terencana dan sistematis merupakan prasyarat mutlak bagi efisiensi operasional, efektivitas, dan keberhasilan pencapaian standar mutu pendidikan nasional, terutama dalam menghadapi tantangan kontemporer seperti transformasi digital dan akreditasi institusi.</p> Fatima. R, Ananda Tri Mutiara. A, Adliyah, Aslan, Nur Iksan, Kamus, Nurwidya Putri Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Inklusif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18902 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK MENJADI GAUN YANG MENARIK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18587 <table width="98%"> <tbody> <tr> <td width="60%"> <p>Sampah merupakan bahan atau barang yang sudah tidak digunakan lagi dan telah dibuang karena telah hilang nilai kegunaannya untuk manusia. Indonesia menjadi negara yang memiliki peran yang sangat besar dalam menyumbang sampah, baik sampah limbah rumah tangga maupun sampah sejenis sampah limbah rumah tangga. Hal ini membuat pencemaran yang ada, yang mengganggu kehidupan manusia. Sehingga diperlukan solusi yang tepat untuk menngatasi hal ini. Melihat program yang diadakan pemerintah terkait 3R, maka peneliti mencoba mengaitkan hal ini dengan membuat inovasi baru untuk merecycle atau mendaur ulang sampah tersebut menjadi gaun yang menarik. Dalam pembuatan gaun ini, melewati beberapa metode seperti pemilihan judul, pemilihan tempat pengabdian, pengoordinasi dengan anggota pelatihan, dan pelaksaan kegiatan pengolahan. Dalam kegiatan pelatihan ini yang menjadi sasarannya ialah beberapa anak sekolah yang bersekolah di SMA Negeri 2 Langke Rembong, yang bertempat tinggal di sekitar area sekolah. Hal ini dikarenakan melihat akhir-akhir ini untuk kegiatan P5 di sekolah berkaitan dengan sampah, sehingga kami menawarkan solusi inovasi ini sebagai langkah yang dapat diambil oleh siswa siswi di sekolah. Tujuan penulisan artikel ini ialah untuk mengetahui bahwa salah satu cara untuk mengurangi sampah yang ada ialah dengan menjadikan sampah plastik kresek menjadi gaun yang menarik.</p> <table width="98%"> <tbody> <tr> <td> <p><em> Waste is material or items that are no longer used and have been discarded because they have lost thei usefulness to humans. Indonesian is a country that contributes a very large amount of waste, both household waste and waste similar to household waste. This causes pollution that disturbs human life. Therefore, appropriate solution is needed to addres this. In view of the government’s 3R program, the reseacrchers tried to link this by creating a new innovation to recycle or reprocess that waste into attractive dresses. In making these dresses, several methods were followed such as choosing the title, selecting the site for community service, coordinating with training memberss, and carrying out the processing activities. The target of this training activity were some students attending SMA Negeri 2 Langke Rembong who live in the area around the school. This is because recently P5 activities at the school have been related to waste, so we offered this innovative solution as a step hat can be taken by the students at the schhol. The purpose of writing this article is to determine that one way to reduce existing waste is by turning plastic shopping bags into attractive dresses.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> </td> </tr> </tbody> </table> Oktaviana Flora, Simforianus Mas, Martina Yasinta Kurnia Jantur, Elsiana Hadinda, Meliana Irma Wati, Kornelia Clarista Putri Panggor Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Inklusif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18587 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KURANGNYA MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM MATA PELAJARAN PAI DI SEKOLAH NEGERI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/19405 <p><em>Motivation to learn plays a very important role in the learning process and the success of the learning process. A student will more easily be able to accept the material being taught when he has strong learning motivation, because apart from his obligation as a student to learn, he also has the desire to know and understand. material being taught. However, in fact, problems are still found related to the lack of student motivation to learn in Pai subjects. This research was conducted to determine the factors that cause students' learning motivation in Pai subjects to decrease or be low, the role of Pai teachers in increasing student learning motivation in Pai subjects and Pai teacher strategies in motivating student learning in Pai subjects as well as solutions to increase students' learning motivation. in PAI subjects. The research method used is qualitative research with a phenomenological approach. The subjects in this research were teachers and students.</em></p> Muhammad Agus Salim, Kudsiyeh, Abdul Latif Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Inklusif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/19405 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 DIPLOMASI UMKM INDONESIA KE AUSTRALIA MELALUI PROGRAM ‘INDONESIA SPICE UP THE WORLD’ TAHUN 2023-2024 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18451 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program Indonesia Spice Up The World (ISUTW) dalam memfasilitasi ekspansi pasar internasional bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan fokus studi pada keberhasilan ekspor produk rempah-rempah UMKM Samara Micron ke Australia pada periode 2023-2024. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif analitis, riset ini mengkaji penerapan strategi gastrodiplomasi dan nation branding sebagai instrumen soft power untuk memperkuat citra positif Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan devisa dan pembukaan lapangan kerja baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kendala berupa regulasi impor bahan pangan yang ketat di Australia, sinergi antara kebijakan pemerintah melalui ISUTW dan peran aktif pelaku UMKM telah mampu meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global serta mempererat hubungan bilateral ekonomi antara Indonesia dan Australia.</p> <p><em>This study aims to analyze the effectiveness of the Indonesia Spice Up the World (ISUTW) program in facilitating international market expansion for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), focusing on the successful export of spice products by Samara Micron MSMEs to Australia in 2023-2024. Using a qualitative, descriptive-analytical approach, this research examines the implementation of gastrodiplomacy and nation branding strategies as soft power instruments to strengthen Indonesia's positive image while simultaneously encouraging national economic growth by increasing foreign exchange earnings and creating new jobs. The results show that despite obstacles such as strict food import regulations in Australia, the synergy between government policies through ISUTW and the active role of MSMEs has increased the competitiveness of local products in the global market and strengthened bilateral economic relations between Indonesia and Australia.</em></p> Lita Sari Rahayu, Diah Apriliani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Inklusif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18451 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 KEGIATAN PENDUKUNG BIMBINGAN DAN KONSELING https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/19220 <p>Bimbingan dan Konseling (BK) merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan yang berperan dalam membantu peserta didik mencapai perkembangan optimal. Namun, efektivitas layanan BK tidak hanya ditentukan oleh layanan inti, melainkan juga oleh kegiatan pendukung yang dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran serta urgensi kegiatan pendukung bimbingan dan konseling dalam menunjang efektivitas layanan BK di satuan pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap artikel jurnal nasional terakreditasi, prosiding ilmiah, dan buku referensi yang relevan dan dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi untuk mengidentifikasi konsep, bentuk, implementasi, serta kendala kegiatan pendukung BK. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan pendukung, seperti pengumpulan data, konferensi kasus, kunjungan rumah, dan alih tangan kasus, berperan strategis sebagai dasar pengambilan keputusan konselor dan meningkatkan ketepatan layanan BK. Meskipun demikian, implementasi kegiatan pendukung di sekolah masih menghadapi keterbatasan, terutama pada aspek integrasi program dan dukungan kelembagaan. Penelitian ini menegaskan bahwa kegiatan pendukung perlu diposisikan sebagai bagian integral layanan BK guna meningkatkan kualitas dan keberlanjutan layanan bimbingan dan konseling.</p> <p><em>Guidance and Counseling is an important component in the education system that plays a role in helping students achieve optimal development. However, the effectiveness of GC services is not only determined by core services, but also by supporting activities that are carried out systematically and continuously. This study aims to describe and analyze the role and urgency of guidance and counseling support activities in supporting the effectiveness services in educational units. The research uses a qualitative approach with a literature study method against accredited nation</em></p> <p><em>al</em></p> <p><em>journal articles, scientific proceedings, and reference books that are relevant and published in the last five years. Data analysis was carried out through content analysis techniques to identify concepts, forms, implementations, and constraints supporting activities. The results the study showed that supporting activities,&nbsp;</em><em>such as data collection, case conferences, home visits, and case handovers, played a strategic role as the basis for counselor decision-making and improved the accuracy services. However, the implementation of support activities schools still faces limitations, especially in the aspects program integration and institutional support. This research emphasizes that supporting activities need to be positioned as an integral part of services to improve the quality and sustainability of guidance and counseling services.</em></p> Meira Elsi Adista, Irma Raudotun Nissa, Anisa, Mutiara Erya, Titi Sunarti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Inklusif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/19220 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 INTEGRASI ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI DALAM PRAKTIK MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18425 <table width="98%"> <tbody> <tr> <td width="60%"> <p>Filsafat ilmu memiliki peran penting dalam memberikan landasan berpikir bagi pengembangan suatu disiplin ilmu, termasuk manajemen pendidikan Islam. Filsafat ilmu tidak hanya membahas aspek teknis keilmuan, tetapi juga mengkaji hakikat, sumber, serta nilai dari ilmu pengetahuan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ontologi, epistemologi, dan aksiologi dalam filsafat ilmu serta relevansinya terhadap praktik manajemen pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber pustaka berupa artikel ilmiah, buku, dan referensi akademik yang berkaitan dengan filsafat ilmu dan pendidikan Islam. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ontologi memberikan pemahaman tentang hakikat manajemen pendidikan Islam, epistemologi menjelaskan cara memperoleh dan mengembangkan pengetahuan manajerial dalam pendidikan Islam, sedangkan aksiologi menekankan nilai dan tujuan yang harus diwujudkan dalam praktik manajemen pendidikan Islam. Integrasi ketiga aspek filsafat ilmu tersebut menjadi dasar penting dalam membangun praktik manajemen pendidikan Islam yang tidak hanya efektif secara teknis, tetapi juga berlandaskan nilai moral, spiritual, dan sosial.</p> <p><em>The philosophy of science plays an important role in providing a conceptual foundation for the development of scientific disciplines, including Islamic education management. The philosophy of science not only examines the technical aspects of knowledge, but also explores the nature, sources, and values of knowledge itself. This study aims to examine the role of ontology, epistemology, and axiology in the philosophy of science and their relevance to the practice of Islamic education management. The research method employed is a literature review, which analyzes various sources such as scientific journal articles, books, and academic references related to the philosophy of science and Islamic education. Data analysis was conducted qualitatively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that ontology provides an understanding of the essence of Islamic education management, epistemology explains the ways of acquiring and developing managerial knowledge in Islamic education, while axiology emphasizes the values and objectives that must be realized in the practice of Islamic education management. The integration of these three philosophical aspects serves as an essential foundation for developing Islamic education management practices that are not only technically effective but also grounded in moral, spiritual, and social values.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> Priyatno, Khotibul Umam, Mohammad Andi Widiawan Mujahidin, Dr. Agus Sujarwo M.Mpd Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Inklusif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpi/article/view/18425 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000