ANALISA KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI 20 KV PADA GARDU INDUK PT. PLN (Persero) ULP SINTANG
Kata Kunci:
Keandalan Sistem Distribusi, Gardu Induk Sintang, Saifi, Saidi, Caidi, Penyulang, Spln 68:2:1986, Target Keandalan 2024Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keandalan sistem distribusi tenaga listrik pada lima penyulang di Gardu Induk Sintang, yaitu MT. Haryono, Lintas Melawi, Martiguna, Kedabang, dan Tebelian. Analisis dilakukan menggunakan tiga parameter utama, yakni System Average Interruption Frequency Index (SAIFI), System Average Interruption Duration Index (SAIDI), dan Customer Average Interruption Duration Index (CAIDI). Hasil perhitungan dibandingkan dengan standar SPLN 68:2:1986 untuk wilayah Kalimantan serta target keandalan nasional tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SAIFI seluruh penyulang jauh lebih baik dibanding standar SPLN 68:2:1986 sebesar 35,1 kali/tahun maupun target tahun 2024 sebesar 6,50 kali/tahun, dengan tingkat keunggulan antara 74% hingga 99%. Kondisi serupa juga ditunjukkan oleh nilai SAIDI, di mana hasil pengukuran semua penyulang jauh di bawah standar SPLN 68:2:1986 sebesar 230,1 jam/tahun maupun target tahun 2024 sebesar 8,33 jam/tahun. Nilai perbaikan mencapai lebih dari 98%, yang menunjukkan keandalan sistem sangat baik dalam frekuensi serta durasi total gangguan. Sebaliknya, parameter CAIDI memperlihatkan hasil yang kurang sesuai target. Jika dibandingkan SPLN 68:2:1986 sebesar 6,55 jam/gangguan, semua penyulang masih lebih baik dengan keunggulan 50–70%. Namun, terhadap target tahun 2024 sebesar 1,28 jam/gangguan, seluruh penyulang justru lebih buruk, dengan nilai terendah 1,93 jam/gangguan hingga tertinggi 3,78 jam/gangguan. Secara keseluruhan, sistem distribusi tenaga listrik di Gardu Induk Sintang dapat dikategorikan sangat andal berdasarkan indikator SAIFI dan SAIDI, tetapi masih perlu peningkatan pada aspek CAIDI agar kecepatan pemulihan gangguan dapat memenuhi target keandalan nasional tahun 2024.



