TEOLOGI KONTEKSTUAL MODEL TERJEMAHAN DALAM PERNIKAHAN ADAT DAYAK NGAJU
Kata Kunci:
Teologi Kontekstual, Model Terjemahan, Adat Dayak Ngaju, Pernikahan, InkulturasiAbstrak
Penelitian ini mengkaji relevansi Teologi Kontekstual Model Terjemahan dalam tradisi pernikahan adat Dayak Ngaju. Upacara pernikahan Dayak Ngaju mengandung makna simbolis yang dalam, seperti beras yang melambangkan pemeliharaan, air yang melambangkan penyucian, serta darah yang melambangkan penebusan. Melalui pendekatan kontekstual, simbol-simbol ini dapat dipahami kembali dalam terang iman Kristen sehingga adat tidak dipandang sebagai penghalang Injil, melainkan sebagai wadah yang memperkaya penghayatan iman. Dengan demikian, Injil hadir secara relevan dalam kebudayaan lokal tanpa meniadakan tradisi yang sudah mengakar. Kajian ini menunjukkan bahwa teologi kontekstual dapat mempertemukan iman dan budaya sekaligus mendorong pelestarian tradisi Dayak Ngaju dalam kehidupan gereja.
This study examines the relevance of the Contextual Theology Translation Model within the Dayak Ngaju traditional marriage ceremony. The ritual contains profound symbolic meanings, such as rice symbolizing God’s provision, water symbolizing purification, and blood symbolizing redemption. Through a contextual approach, these cultural elements can be reinterpreted in the light of Christian faith, demonstrating that tradition is not an obstacle to the Gospel but rather a medium that enriches faith expression. Thus, the Gospel becomes more meaningful within the local culture without erasing its rooted traditions. This study highlights how contextual theology bridges faith and culture while encouraging the preservation of Dayak Ngaju traditions within the life of the church.



