PENERAPAN INTERVENSI DZIKIR SEBAGAI UPAYA MENGATASI KECEMASAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSA KEPERAWATAN RISIKO BUNUH DIRI
Kata Kunci:
Intervensi Dzikir, Kecemasan, Risiko Bunuh DiriAbstrak
Bunuh diri dan percobaan bunuh diri merupakan masalah kesehatan global yang berdampak serius pada aspek medis maupun sosial dengan kecemasan menjadi salah satu faktor risikonya. Pasien dengan risiko bunuh diri seringkali mengalami tingkat kecemasan yang tinggi sehingga diperlukan intervensi efektif untuk menurunkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi dzikir terhadap tingkat kecemasan pada pasien dengan diagnosa keperawatan risiko bunuh diri. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada satu responden. Instrumen yang digunakan adalah Zung Self Rating Anxiety Scale (SAS) yang terdiri dari 20 item dengan rentang skor 20–80. Pengukuran dilakukan selama dua hari dengan metode pre-test dan post-test sebelum dan sesudah intervensi dzikir. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor kecemasan pada hari pertama dari 67 menjadi 64, keduanya dalam kategori (cemas sedang). Pada hari kedua terjadi penurunan skor yang lebih signifikan, yaitu dari 62 (cemas sedang) menjadi 56 (cemas ringan). Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi dzikir efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien dengan risiko bunuh diri, serta dapat dijadikan alternatif intervensi non-farmakologis berbasis spiritual dalam praktik keperawatan.
Suicide and suicide attempts are global health problems that have serious medical and social consequences, with anxiety being one of the significant risk factors. Patients at risk of suicide often experience high levels of anxiety, making effective interventions essential to reduce it. This study aims to determine the effect of dzikir intervention on anxiety levels in a patient diagnosed with a nursing problem of suicide risk. The research employed a descriptive quantitative design with a case study approach involving a single respondent. The instrument used was the Zung Self Rating Anxiety Scale (SAS), consisting of 20 items with a total score range of 20–80. Measurements were carried out over two days using a pre-test and post-test method before and after the dzikir intervention. The results showed a decrease in anxiety scores on the first day from 67 to 64, both within the (moderate anxiety category). On the second day, a more significant reduction occurred, from 62 (moderate anxiety) to 56 (mild anxiety). These findings indicate that dzikir is effective in reducing anxiety levels in patients with suicide risk and can serve as a spiritual-based non-pharmacological alternative intervention in nursing practice.



