UPAYA PENGELOLA OBJEK WISATA AEK SITIO-TIO DALAM MENINGKATKAN DAYA TARIK WISATA DI DESA SIUNONG UNONG KECAMATAN BAKTIRAJA KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN

Penulis

  • Ensiklira Silaban Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • David Fero Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Maringan sinambel Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Yulia K. S. Sitep Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Apriliana Lase Institut Agama Kristen Negeri Tarutu

Kata Kunci:

Upaya, Daya Tarik, Objek Wisata Aek Sitio-Tio

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya pengelolaan objek wisata Aek Sitio-Tio dalam meningkatkan tata kelola yang masih bersifat swadaya dan belum terstruktur di Desa Siunong Unong, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari pengelola, masyarakat, pemerintah desa, dan dinas pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan belum didukung kelembagaan resmi, kapasitas sumber daya manusia masih rendah, serta belum adanya sistem promosi dan pengelolaan pengunjung yang memadai. Daya tarik alam dan nilai spiritual yang dimiliki belum dioptimalkan karena kurangnya upaya kolaboratif dan visitor management. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan lokal, pelatihan masyarakat, dan integrasi promosi digital sebagai upaya peningkatan daya tarik wisata secara berkelanjutan.

This study aims to examine the management efforts of the Aek Sitio-Tio tourist attraction in improving tourism governance, which remains informal and unstructured, in Siunong Unong Village, Baktiraja District, Humbang Hasundutan Regency. Using a qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation involving local managers, community members, village officials, and the tourism department. The findings indicate that management lacks formal institutional support, human resource capacity is low, and there are no adequate systems for promotion or visitor management. Despite its natural beauty and spiritual value, the site's potential has not been fully optimized due to the absence of collaborative strategies. This study recommends strengthening local institutions, providing community training, and integrating digital promotion to enhance tourism appeal sustainably.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-30