ANALISIS PENGEMBANGAN DESA WISATA TARABUNGA KECAMATAN TANPAHAN KABUPATEN TOBA.” PROGRAM STUDI PARIWISATA BUDAYA DAN KEAGAMAAN, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA KRISTEN, INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TARUTUNG

Penulis

  • Pernando Panjaitan Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Tio R.J Nadeak Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Denata Rajagukguk Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Bambang T.J Hutagalung Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Elvri Teresia Simbolon Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Kata Kunci:

Analisis Pengembangan Wisata, Kriteria Pengembangan Desa Wisata

Abstrak

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan wisata yang dilakukan di Desa Tarabunga, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba. Penelitian ini mendeskripsikan tentang analisis pengembangan yang dilakukan pemerintah dalam pengembangan Desa Wisata Tarabunga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam pengembangan Desa Wisata Tarabunga. Desa Tarabunga memiliki kekuatan berupa potensi alam yang indah, atraksi budaya Batak Toba, fasilitas pendukung wisata, dan dukungan dari pemerintah desa dan badan usaha milik desa. Namun, pengembangan desa ini masih menghadapi kelemahan seperti kondisi infrastruktur jalan yang kurang memadai, keterbatasan sumber daya manusia dalam promosi digital, dan masalah kepemilikan lahan yang menghambat pembangunan wisata di Tarabunga. Peluang pengembangan pariwisata di Desa Tarabunga didukung oleh lokasi strategis yang berada di kawasan Geopark Kaldera Toba, program rencana masterplan pengembangan wisata, dan promosi wisata. Di sisi lain, ancaman berupa persaingan Desa wisata dengan wisata lain, keterbatasan dana, resiko terjadinya bencana alam, dan kurangnya perhatian dari pemerintah kabupaten. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pengembangan Desa Wisata Tarabunga membutuhkan peningkatan kerjasama yang lebih baik antara pemerintah desa, dinas pariwisata, pemerintah kabupaten, dan masyarakat lokal supaya dapat mengatasi berbagai hambatan sekaligus mendorong pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

This research aims to analyze the development of tourism in Tarabunga Village, Tampahan District, Toba Regency. This study describes the analysis of development carried out by the government in developing Tarabunga Tourism Village. This research uses a qualitative research method with a descriptive approach and data collection techniques through observation, interviews, and documentation. SWOT analysis is used to identify strengths, weaknesses, opportunities, and threats in the development of the tourist village. Tarabunga Village has strengths such as beautiful natural potential, Batak Toba cultural attractions, supporting tourism facilities, and support from the village government and village-owned enterprises. However, the development of this village still faces weaknesses such as inadequate road infrastructure, limited human resources in digital promotion, and land ownership issues that hinder tourism development in Tarabunga. Opportunities for tourism development in Tarabunga Village are supported by its strategic location in the Geopark Caldera Toba area, master plan development programs, and tourism promotion. On the other hand, threats include competition with other tourist villages, limited funds, risk of natural disasters, and lack of attention from the regency government. The conclusion of this research is that the development of Tarabunga Tourism Village requires better cooperation between the village government, tourism office, regency government, and local communities to overcome various obstacles and promote sustainable tourism development.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-30