PENGELOLAAN OBJEK WISATA MENARA PANDANG PUSAT KREASI DESTINASI PARIWISATA SEBAGAI DAYA TARIK WISATA BARU DI KABUPATEN PUSAT KREASI DESTINASI PARIWISATA SEBAGAI DAYA TARIK WISATA BARU DI KABUPATEN TAPANULI UTARA

Penulis

  • Jonathan Mark Manulang Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Liyus Waruwu Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Ade Putera Arif Panjaitan Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Wolter P Silaahi Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Harisan Boni Firmando Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Kata Kunci:

Pengelolaan Wisata, Menara Pandang, Daya Tarik Wisata Baru

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengelolaan Objek Wisata Menara Pandang Pusat Kreasi Destinasi Pariwisata Sebagai Daya Tarik Wisata Baru di Kabupaten Pusat Kreasi Destinasi Pariwisata Sebagai Daya Tarik Wisata Baru di Kabupaten Tapanui Utara. Metode yang digunakan daam penelitian ini adaah metode penelitian kuaitatf dengan pendekatan deskriptif dan pengumpuan data melaui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Menara Pandang telah dilakukan melaui perencanaan fasilitas, penyediaan sarana pendukung, serta promosi berbasis media sosia. Namun, masih terdapat beberapa kendaa seperti keterbatasan anggaran, kurangnya tenaga pengelola profesiona, serta aksesibilitas menuju lokasi yang perlu ditingkatkan. Meskipun demikian, Menara Pandang mampu menjadi daya tarik wisata baru yang memberi dampak positif, yaitu meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, dan semakin dikenanya Kabupaten Tapanui Utara sebagai daerah tujuan wisata. Maka dari itu hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan objek wisata Menara Pandang ini masih terbatas karena anggaran dana dan memerlukan banyak penambahan fasilitas baru guna menarik lebih banyak jumlah kunjungan.

This study aims to anayze the management of the Menara Pandang Tourism Object as a Creative Center for Tourism Destinations and a New Tourist Attraction in North Tapanui Regency. The research method used in this study is a quaitative method with a descriptive approach, and data were collected through observation, interviews, and documentation. The resuts show that the management of Menara Pandang has been carried out through facility planning, the provision of supporting infrastructure, and socia media–based promotion. However, there are still severa chalenges such as limited funding, lack of professiona management personnel, and accessibility to the location that needs improvement. Nevertheless, Menara Pandang has the potentia to become a new tourist attraction that brings positive impacts, including an increase in the number of tourist visits, the growth of loca economic activities, and the wider recognition of North Tapanui Regency as a tourist destination. Therefore, the findings indicate that the management of the Menara Pandang tourism object is still limited due to financia constraints and requires the addition of new facilities to attract a greater number of visitors.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-30