PEMANFAATAN SARANA WATERFRONT PANGURURAN SAMOSIR DALAM MENARIK MINAT KUNJUNGAN WISATAWAN

Penulis

  • Yunus Lispen Marnaik Tambunan Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Liyus Waruwu Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Ade Putera Arif Panjaitan Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Wolter P Silalahi Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Tio R J Nadeak Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Kata Kunci:

Pemanfaatan Sarana, Waterfront, Minat Kunjungan

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pemanfaatan sarana Waterfront Pangururan dalam menunjang aktivitas wisata di Kabupaten Samosir. Waterfront Pangururan sebagai ruang publik multifungsi memiliki sarana berupa taman tematik, panggung terbuka, area kuliner, spot foto, jalur pedestrian dan dermaga kecil. Namun, sejauh mana sarana tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan masih perlu dikaji. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap pengelola, masyarakat, pelaku usaha, serta wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana utama seperti taman, area kuliner dan spot foto dimanfaatkan secara dominan, sedangkan fasilitas event dan wisata air belum berjalan optimal. Minat kunjungan wisatawan relatif tinggi untuk rekreasi singkat, tetapi rendah dalam hal durasi tinggal. Faktor penghambat utama adalah promosi yang minim, kurangnya kegiatan budaya atau rekreasi, serta pengelolaan kebersihan yang belum maksimal. Temuan penelitian ini menegaskan perlunya strategi pengembangan, promosi yang lebih agresif, serta keterlibatan masyarakat lokal agar Waterfront Pangururan dapat berfungsi optimal sebagai destinasi wisata unggulan.

This research, entitled The Utilization of Waterfront Pangururan Samosir Facilities in Attracting Tourist Visits, aims to evaluate the effectiveness of facilities provided in supporting tourism development in Lake Toba. Waterfront Pangururan, as a multifunctional public space, is equipped with thematic parks, an open stage, culinary areas, photo spots, pedestrian paths, and a small dock. However, the extent to which these facilities are utilized to increase tourist visits remains uncertain. This study employed a qualitative descriptive method through interviews, observations, and documentation involving managers, local communities, business actors, and tourists. The findings reveal that the main facilities, such as parks, culinary areas, and photo spots, are dominantly used, while event facilities and water tourism are underutilized. Tourist interest is relatively high for short recreational visits but low in terms of longer stays. The main obstacles include limited promotion, lack of cultural or recreational events, and insufficient cleanliness management. The study concludes that more effective development strategies, stronger promotional efforts, and greater involvement of local communities are essential to optimize the role of Waterfront Pangururan as a leading tourism destination.

 

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-30