PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN PONOT DI DESA TANGGA KECAMATAN AEK SONGSONGAN KABUPATEN ASAHAN

Penulis

  • Elisabet Oktavia Sihombing Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Robert Juni Tua Sitio Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Elvri Teresia Simbolon Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Mery Silalahi Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Ade Putera Arif Panjaitan Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Kata Kunci:

Partisipasi Masyarakat, Pengembangan Pariwisata, Air Terjun Ponot

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pengembangan objek wisata Air Terjun Ponot di Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, dengan fokus pada bentuk partisipasi, faktor-faktor yang memengaruhi, serta tingkat keterlibatan masyarakat dalam proses pengelolaan pariwisata. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis secara interaktif menggunakan model Miles dan Huberman. Lokasi penelitian dipilih karena Air Terjun Ponot memiliki potensi wisata alam yang unik, yaitu ketinggian sekitar 250 meter dengan debit air yang deras, sehingga menjadikannya salah satu air terjun tertinggi di Indonesia. Keunikan penelitian ini terletak pada kajiannya yang menyoroti keterlibatan aktif masyarakat lokal sebagai faktor kunci dalam pengembangan pariwisata berbasis komunitas, sekaligus memberikan gambaran empiris mengenai dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam pembangunan destinasi wisata berkelanjutan.

This research aims to determine community participation in the development of Ponot Waterfall as a tourism object in Tangga Village, Aek Songsongan District, Asahan Regency, focusing on the forms of participation, the influencing factors, and the level of community involvement in the tourism management process. The study employed a qualitative descriptive method using in-depth interviews, observation, and documentation, which were analyzed interactively through the Miles and Huberman model. The research site was chosen because Ponot Waterfall has unique natural tourism potential, with a height of approximately 250 meters and a heavy water discharge, making it one of the highest waterfalls in Indonesia. The uniqueness of this study lies in its emphasis on local community involvement as a key factor in community-based tourism development, while also providing empirical insights into the social, economic, and environmental dynamics that shape sustainable tourism destinations.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-30