PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GENERASI Z
Kata Kunci:
Pendidikan Agama Islam, Generasi Z, Moderasi Beragam, Literasi Digital Islami, Inovasi PembelajaranAbstrak
Perkembangan teknologi digital dan arus globalisasi telah melahirkan Generasi Z, yaitu kelompok yang tumbuh sebagai digital natives dengan karakteristik kritis, multitasking, visual, serta cenderung menginginkan hasil instan. Kondisi ini menghadirkan tantangan serius bagi pendidikan agama Islam yang selama ini masih didominasi oleh pendekatan konvensional dan kurang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan pendidikan agama Islam yang relevan dalam menghadapi dinamika Generasi Z. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yang mengkaji literatur primer dan sekunder terkait pendidikan Islam, karakteristik Generasi Z, serta inovasi pembelajaran berbasis digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki keunggulan berupa literasi digital tinggi dan akses informasi luas, namun juga menghadapi problem degradasi moral, individualisme, serta rendahnya perhatian terhadap nilai spiritual. Oleh karena itu, pendidikan agama Islam perlu bertransformasi melalui integrasi teknologi digital, penerapan metode partisipatif dan kolaboratif, penguatan nilai moderasi beragama, serta kolaborasi antara pendidik, orang tua, dan masyarakat. Dengan inovasi yang tepat, pendidikan agama Islam dapat menjadi ruang kreatif yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk identitas, moralitas, dan spiritualitas Generasi Z. Pada akhirnya, Generasi Z berpotensi menjadi agen perubahan dalam menguatkan nilai-nilai Islam yang moderat, inklusif, dan relevan dengan abad ke-21.
The rapid development of digital technology and globalization has given rise to Generation Z, a cohort of digital natives characterized by critical thinking, multitasking skills, visual learning preferences, and a tendency toward instant gratification. These conditions pose significant challenges for Islamic education, which has traditionally relied on conventional and less innovative approaches. This study aims to analyze strategies for developing Islamic education that are relevant and adaptive to the dynamics of Generation Z. Using a qualitative method with a library research approach, this paper examines primary and secondary literature on Islamic education, Generation Z’s characteristics, and innovations in digital-based learning. The findings reveal that while Generation Z excels in digital literacy and enjoys broad access to global knowledge, they also face challenges such as moral degradation, individualism, gadget dependency, and susceptibility to radical narratives in digital spaces. Therefore, Islamic education must transform by integrating digital technology, adopting participatory and collaborative learning methods, strengthening the values of religious moderation, and fostering collaboration among educators, parents, and communities. With such innovations, Islamic education can serve not only as a medium of knowledge transfer but also as a creative space to shape the identity, morality, and spirituality of Generation Z. In the long term, Generation Z has the potential to become agents of change who promote moderate, inclusive, and contextually relevant Islamic values in the 21st century.



