KESENIAN MELAYU RIAU SEBAGAI REPRESENTASI BUDAYA BENDA DAN TAK BENDA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT RIAU

Penulis

  • Umi Hasnah Universitas Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Ellya Roza Universitas Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Zhidan Muhammad Erfarizi Universitas Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Afrinaldo Universitas Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Kata Kunci:

Kesenian Melayu, Budaya Benda, Budaya Tak Benda, Identitas, Masyarakat Riau

Abstrak

Kesenian Melayu Riau merupakan salah satu warisan budaya Nusantara yang kaya akan nilai, makna, dan simbol. Kesenian ini terbagi dalam dua wujud, yakni budaya benda (tangible) seperti busana adat, alat musik, dan ornamen, serta budaya tak benda (intangible) seperti tarian, musik, sastra lisan, dan nilai filosofi yang terkandung di dalamnya. Dalam kehidupan masyarakat Riau, kesenian Melayu tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai identitas kolektif, media pendidikan, serta sarana pelestarian nilai-nilai moral dan religius. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan peran kesenian Melayu Riau sebagai representasi budaya benda dan tak benda yang menyatu dalam kehidupan masyarakat, serta relevansinya terhadap pembentukan identitas kultural di tengah arus modernisasi.

The art of Melayu Riau is one of the rich cultural heritages of Nusantara, filled with values, meanings, and symbols. This art is divided into two forms, namely tangible culture such as traditional clothing, musical instruments, and ornaments, as well as intangible culture like dances, music, oral literature, and the philosophical values contained within. In the lives of Riau's people, Melayu art does not only function as entertainment, but also serves as a collective identity, a medium of education, and a means of preserving moral and religious values. This article aims to explain the role of Melayu Riau art as a representation of tangible and intangible culture that is integrated into the life of the community, as well as its relevance to the formation of cultural identity amidst the currents of modernization.

 

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-30