EFEKTIFITAS PENERAPAN MOIST WOUND HEALING PADA PENYEMBUHAN ULKUS DEKUBITUM: SEBUAH LAPORAN STUDI KASUS DI RUANG X RS SAIFUL ANWAR

Penulis

  • Aprilia Putri Aisyah Universitas Muhammadiyah Malang
  • Edi Purwanto Universitas Muhammadiyah Malang

Kata Kunci:

Diabetes Mellitus, Gangguan Integritas Jaringan, Moist Wound Healing

Abstrak

Diabetes merupakan salah satu masalah yang disebabkan oleh gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan kadar gula yang tinggi disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat dari ketidakcukupan fungsi insulin. Diabetes melitus yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi, salah satunya yaitu ulkus dekubitus yang menyebabkan kerusakan pada integritas jaringan dan kulit. Penelitian ini adalah studi kasus untuk mendeskripsi penerapan dan hasil intervensi moist wound healing pada satu pasien terhadap penyembuhan ulkus dekubitum. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Proses penelitian melibatkan penilaian awal, tinjauan literatur menggunakan jurnal Keperawatan berbasis bukti, perencanaan intervensi, dan implementasi yang dilakukan selama enam hari. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan penilaian luka Bates-Jensen Wound Assessment Tools (BWAT). Hasil Asuhan Keperawatan berdasaarkan hasil penilaian skor luka dengan menggunakan Bates Jensen Wound Assesment Tool (BJWAT) diperoleh data bahwa terjadi perbaikan kondisi luka yang dapat di lihat dari penurunan skor luka pada BJWAT. Semakin kecil skor BJWAT, semakin baik pula keadaan luka. Perawatan luka yang dilakukan dengan modern dressing menunjukkan terdapatnya perubahan jaringan yang terjadi pada beberapa komponen pengkajian luka BJWAT antara lain berkurangnya persentase ukuran luka, kedalaman, granulasi, epitelisasi, berkurangnya jumlah jaringan nekrosis serta jumlah cairan yang muncul. Hasil studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan moist wound healing dapat memperbaiki kondisi ulkus diabetikum pada pasien Tn. T, yang ditandai dengan penurunan skor BJWAT dan stabilisasi gula darah dalam 6 hari perawatan.

Diabetes is a chronic metabolic disorder characterized by high blood sugar levels accompanied by impaired carbohydrate, lipid, and protein metabolism as a result of insufficient insulin function. Uncontrolled diabetes mellitus can cause complications, one of which is pressure ulcers that cause damage to tissue and skin integrity. This study is a case study to describe the implementation and results of moist wound healing interventions in one patient towards pressure ulcer healing. This study uses a descriptive method with a nursing care approach. The research process involves an initial assessment, a literature review using evidence-based nursing journals, intervention planning, and implementation carried out for six days. Evaluation was carried out using the Bates-Jensen Wound Assessment Tools (BWAT) wound assessment. The results of nursing care based on the results of the wound score assessment using the Bates Jensen Wound Assessment Tool (BJWAT) obtained data that there was an improvement in the condition of the wound as seen from a decrease in the wound score on the BJWAT. The lower the BJWAT score, the better the condition of the wound. Wound care using modern dressings showed tissue changes in several components of the BJWAT wound assessment, including a reduction in the percentage of wound size, depth, granulation, epithelialization, a reduction in the amount of necrotic tissue, and the amount of fluid that appeared. The results of this case study indicate that the application of moist wound healing can improve the condition of diabetic ulcers in patient Mr. T, which is characterized by a decrease in the BJWAT score and stabilization of blood sugar within 6 days of treatment.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-30