MAKNA DAN HIKMAH DIBALIK FAWÂTIḤ AL-SHUWAR DALAM AL-QUR’AN: TELA’AH TERHADAP HURUF AL-MUQAṬṬA‘AH

Penulis

  • Ramlan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Achmad Abubakar Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Sitti Aisyah Chalik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Kata Kunci:

Fawâtiḥ Al-Shuwar, Huruf Al-Muqaṭṭa‘ah, Hikmah, I’jaz, Isyarat

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna dan hikmah yang terkandung di balik fawātiḥ al-shuwar (pembuka surat) dalam Al-Qur’an, khususnya pada ayat-ayat yang diawali dengan huruf-huruf muqaṭṭa‘ah. Fenomena huruf-huruf misterius seperti Alif Lām Mīm, Yā Sīn, dan Ṭā Hā telah menjadi bahan perdebatan panjang di kalangan ulama tafsir sejak masa klasik hingga kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis pandangan ulama klasik dan kontemporer pada huruf muqaṭṭa‘ah kemudian dianalisis melalui berbagai pandangan mufasir klasik dan modern seperti al-Ṭabarī, al-Rāzī dan Wahbah al-Zuḥailī. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun makna pasti huruf-huruf muqaṭṭa‘ah tidak diketahui secara definitif, mayoritas mufasir sepakat bahwa keberadaannya mengandung hikmah yang mendalam. Di antaranya sebagai isyarat kemukjizatan Al-Qur’an, tantangan terhadap bangsa Arab yang fasih berbahasa untuk mendatangkan tandingan, serta penegasan akan keagungan dan keotentikan wahyu ilahi. Selain itu, huruf-huruf tersebut berfungsi sebagai wasilah untuk semakin memperdalam rasa cinta kepada Allah SWT. Dengan demikian, fawātiḥ al-suwar bukan sekadar unsur linguistik tanpa makna, tetapi mengandung dimensi teologis, retoris, dan spiritual yang memperkaya pemahaman terhadap keindahan dan keajaiban struktur Al-Qur’an.

This study aims to uncover the meaning and wisdom contained behind fawâtiḥ al-shuwar (letter opener) in the Qur'an, especially in verses that begin with the letters al-muqaṭṭa‘ah. The phenomenon of mysterious letters such as Alif Lām Mīm, Yā Sīn, and Ṭā Hā has been the subject of long debate among scholars of interpretation from classical to contemporary times. The research method used is library research by analyzing the views of classical and contemporary scholars on the letter al-muqaṭṭa‘ah and then analyzing them through various views of classical and modern commentators such as al-Ṭabarī, al-Rāzī, Ibn ‘Āsyūr, and Wahbah al-Zuḥailī. The research results show that although the exact meaning of the letters of al-muqaṭṭa‘ah is not definitively known, the majority of commentators agree that their existence contains profound wisdom. Among them is a sign of the miracle of the Qur'an, a challenge to the Arabs who are fluent in language to bring a rival, and an affirmation of the majesty and authenticity of divine revelation. Furthermore, these letters function as a means to further deepen the feeling of love for Allah SWT. Thus, fawātiḥ al-suwar is not merely a meaningless linguistic element, but contains theological, rhetorical, and spiritual dimensions that enrich the understanding of the beauty and wonder about the structure in the Qur'an.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-30