ANALISIS KONSELING PSIKOANALISIS KLASIK (KOPSAK): STRUKTUR KEPRIBADIAN, TEKNIK KONSELING, DAN APLIKASI KASUS

Penulis

  • Oti Aprillia UIN Sjech M.Djambil Djambek Bukittinggi
  • Fadhilla Yusri UIN Sjech M.Djambil Djambek Bukittinggi

Kata Kunci:

Psikoanalisis, Struktur Kepribadian, Proyeksi, Mekanisme Pertahanan, Teknik Konseling

Abstrak

Artikel ini menganalisis pendekatan Konseling Psikoanalisis Klasik (KOPSAK) dengan mengkaji dasar teoretis, struktur kepribadian, teknik konseling, serta penerapannya melalui analisis kasus. Penelitian ini bertujuan menjelaskan asumsi dasar psikoanalisis klasik, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan kepribadian salah suai, dan mendeskripsikan teknik yang digunakan untuk mengungkap konflik bawah sadar. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi pustaka yang dipadukan dengan analisis kasus untuk menggambarkan manifestasi mekanisme pertahanan diri, khususnya proyeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku maladaptif muncul akibat ketidakseimbangan antara id, ego, dan superego serta pengalaman masa kanak-kanak yang membentuk pola penyesuaian diri. Studi kasus M.A mengungkap bahwa proyeksi digunakan sebagai cara menghindari rasa bersalah yang berakar dari pengalaman hukuman di masa kecil. Teknik psikoanalisis klasik, terutama asosiasi bebas, terbukti efektif membantu klien menyadari konflik bawah sadar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa KOPSAK tetap relevan dalam memahami dinamika psikologis mendalam dan penyelesaian konflik intrapsikis dalam praktik konseling.

This article analyzes the Classical Psychoanalytic Counseling (KOPSAK) approach by exploring its theoretical foundations, personality structure, counseling techniques, and application through a case analysis. The study aims to explain the fundamental assumptions of classical psychoanalysis, identify factors influencing maladaptive personality development, and describe the techniques used to uncover unconscious conflicts. This qualitative study employs library research combined with case analysis to illustrate the manifestation of defense mechanisms, particularly projection. The findings reveal that maladaptive behaviors emerge from imbalances among the id, ego, and superego, as well as from early childhood experiences. The case study of M.A shows that projection is used to avoid guilt rooted in early punitive experiences. Classical psychoanalytic techniques, especially free association, effectively help clients gain awareness of their unconscious conflicts. The study concludes that KOPSAK remains relevant for understanding deep psychological dynamics and addressing intrapsychic conflicts in counseling practice.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-30