TINJAUAN PUSTAKA TENTANG PERAN EGO STATE DALAM PROSES KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL

Penulis

  • Riska Mulyana UIN Sjech M. Djambil Djambek Bukittinggi
  • Fadhilla Yusri UIN Sjech M. Djambil Djambek Bukittinggi

Kata Kunci:

Konseling Analisis Transaksional, Pandangan Tentang Manusia, Struktur Kepribadian, Motivasi Hidup, Perkembangan Kepribadian Sehat, Perkembangan Kepribadian Abnormal, Tujuan Konseling, Proses Konseling, Kekuatan Konseling, Kelemahan Konseling

Abstrak

Kajian ini membahas penerapan konseling analisis transaksional (KAT) dalam membantu individu memahami struktur kepribadian, motivasi hidup, dan mencapai perkembangan kepribadian yang sehat. KAT menawarkan pandangan unik tentang manusia, di mana setiap individu memiliki kapasitas untuk pertumbuhan dan perubahan. Artikel ini membahas konsep-konsep kunci dalam KAT, termasuk ego state (Orang Tua, Dewasa, Anak), transaksi, dan skenario hidup, serta bagaimana konsep-konsep ini memengaruhi perkembangan kepribadian yang sehat dan abnormal. Tujuan konseling KAT adalah untuk membantu klien menjadi lebih sadar akan pola-pola perilaku mereka, membuat keputusan yang lebih otonom, dan meningkatkan kualitas hubungan interpersonal mereka. Proses konseling melibatkan identifikasi skenario hidup yang tidak sehat, analisis transaksi yang disfungsional, dan pengembangan strategi untuk mengubah pola-pola ini. Artikel ini juga membahas kekuatan dan kelemahan konseling KAT, serta implikasinya untuk praktik konseling dan penelitian di masa depan.

individuals understand personality structure, life motivations, and achieve healthy personality development. TAC offers a unique view of humans, where each individual has the capacity for growth and change. This article discusses key concepts in TAC, including ego states (Parent, Adult, Child), transactions, and life scripts, and how these concepts influence healthy and abnormal personality development. The goal of TAC counseling is to help clients become more aware of their behavioral patterns, make more autonomous decisions, and improve the quality of their interpersonal relationships. The counseling process involves identifying unhealthy life scripts, analyzing dysfunctional transactions, and developing strategies to change these patterns. This article also discusses the strengths and weaknesses of TAC counseling, as well as its implications for counseling practice and future research.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-30