PEMIKIRAN ISA J. BOULLATA TENTANG KONSEP I’JAZ AL-QURAN: SEBUAH KAJIAN PERKEMBANGAN GAGASAN
Kata Kunci:
I’jaz, Al-Qur’an, Issa J. Boullata, Histor LiteraryAbstrak
Penelitian ini mengkaji pemikiran Isa J. Boullata tentang konsep i‘jāz al-Qur’ān dalam perspektif modern. Boullata memahami kemukjizatan Al-Qur’an tidak hanya sebagai keajaiban linguistik, tetapi juga sebagai fenomena retorika dan komunikasi ilahi yang menyentuh dimensi estetika serta spiritual pembacanya. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, penelitian ini menelusuri perkembangan gagasan i‘jāz dari pandangan ulama klasik seperti al-Jāḥiẓ, al-Bāqillānī, dan al-Jurjānī hingga reinterpretasi Boullata yang lebih kontekstual dan interdisipliner. Boullata memadukan pendekatan sastra, teologi, dan hermeneutika untuk menjelaskan kekuatan retorika Al-Qur’an dalam menyampaikan pesan ilahi secara komunikatif dan menggugah kesadaran manusia. Pemikirannya menunjukkan pergeseran dari paradigma klasik yang menekankan aspek linguistik menuju pendekatan modern yang menyoroti fungsi komunikatif dan spiritual teks. Meskipun Boullata merupakan sarjana non-Muslim, pandangannya tetap memberikan kontribusi penting bagi pengembangan studi Al-Qur’an kontemporer, terutama dalam memperluas cakrawala tafsir berbasis sastra dan retorika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan Boullata dapat menjadi jembatan antara tradisi klasik dan metodologi modern dalam memahami i‘jāz al-Qur’ān secara lebih komprehensif dan kontekstual.
This study examines Isa J. Boullata's thoughts on the concept of i'jaz al-Qur'ān from a modern perspective. Boullata understands the miracle of the Qur'an not only as a linguistic miracle, but also as a rhetorical phenomenon and divine communication that touches the aesthetic and spiritual dimensions of its readers. Using qualitative methods with a bibliographic approach, this study traces the development of the idea of i'jaz from the views of classical scholars such as al-Jāḥiẓ, al-Bāqillānī, and al-Jurjānī to Boullata's more contextual and interdisciplinary reinterpretation. Boullata combines literary, theological, and hermeneutical approaches to explain the rhetorical power of the Qur'an in conveying divine messages communicatively and awakening human consciousness. His thoughts show a shift from the classical paradigm that emphasizes linguistic aspects to a modern approach that highlights the communicative and spiritual functions of the text. Although Boullata is a non-Muslim scholar, his insights still make important contributions to the development of contemporary Qur'anic studies, particularly in broadening the horizons of literary and rhetoric-based interpretation. This study concludes that Boullata's approach can serve as a bridge between classical tradition and modern methodology in understanding the Qur'anic i'jaz more comprehensively and contextually.



