TANTANGAN ADAPTASI DIGITAL PADA PELAKU UMKM DI KOTA PALANGKA RAYA
Kata Kunci:
Adaptasi Digital, UMKM, Tantangan, Literasi Digital, Kota Palangka RayaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Palangka Raya dalam proses adaptasi digital. Adaptasi digital merupakan keniscayaan bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan pasar, dan mempertahankan bisnis di era ekonomi digital. Namun, upaya transisi ini seringkali terhambat oleh berbagai kendala spesifik di daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan pemilik atau pengelola UMKM serta observasi partisipatif. Fokus analisis mencakup aspek infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), modal, dan ekosistem pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan adaptasi digital utama UMKM di Palangka Raya meliputi: (1) Keterbatasan literasi dan kompetensi digital SDM dalam memanfaatkan platform digital dan teknologi baru, (2) Akses internet yang belum merata dan sering tidak stabil di beberapa wilayah operasional, (3) Kendala permodalan untuk investasi pada perangkat keras dan perangkat lunak yang memadai, serta (4) Minimnya pendampingan teknis yang berkelanjutan dari pemerintah daerah atau pihak terkait. Temuan ini menggarisbawahi perlunya intervensi kebijakan yang lebih terfokus, seperti program pelatihan digital praktis, subsidi akses internet dan perangkat, serta fasilitasi kemitraan dengan platform e-commerce lokal maupun nasional.
This study aims to analyze and identify the main challenges faced by Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Palangka Raya City in the process of digital adaptation. Digital adaptation is essential for MSMEs to enhance competitiveness, expand market reach, and sustain their businesses in the digital economy era. However, this transition effort is often hindered by various region-specific obstacles. The research method used is descriptive qualitative, with data collection through in-depth interviews with MSME owners or managers and participatory observation. The analysis focuses on aspects of infrastructure, human resources (HR), capital, and the supporting ecosystem. The research results indicate that the main digital adaptation challenges faced by MSMEs in Palangka Raya include: (1) Limited digital literacy and competencies of human resources in utilizing digital platforms and new technologies, (2) Uneven and often unstable internet access in certain operational areas, (3) Capital constraints for investing in adequate hardware and software, and (4) Lack of ongoing technical assistance from local government or relevant parties. These findings highlight the need for more focused policy interventions, such as practical digital training programs.



