HAKIKAT PERANAN MANUSIA UNTUK MENGELOLA ALAM SEMESTA DALAM PANDANGAN ISLAM

Penulis

  • Sugianto Universitas Negeri Medan
  • Desi Aprilia Nainggolan Universitas Negeri Medan
  • Meily Zahra Universitas Negeri Medan
  • Nurani Ramadhani Universitas Negeri Medan
  • Zulisa Ringgi Amelia Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Khalifah Fil Ard, Pengelolaan Lingkungan, Etika Ekologi Islam, Tauhid, Amanah, Mizan (Keseimbangan), Fikih Lingkungan, Perspektif Islam

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hakikat peranan manusia dalam mengelola alam semesta menurut pandangan Islam. Secara teologis, Islam menempatkan manusia sebagai khalīfah fī al-ardh yang memiliki mandat untuk menjaga, memakmurkan, dan mengelola lingkungan secara bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis sumber-sumber primer berupa ayat Al-Qur’an dan hadis, serta sumber-sumber sekunder berupa literatur tafsir, fikih lingkungan, dan karya ilmiah kontemporer yang relevan. Analisis dilakukan melalui pendekatan deskriptif-analitis guna mengungkap prinsip-prinsip normatif Islam terkait relasi manusia dan alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran manusia dalam pengelolaan alam tidak hanya bersifat fungsional, tetapi juga mengandung dimensi etik, spiritual, dan ekologis. Islam menegaskan tiga prinsip dasar yang harus menjadi landasan dalam pengelolaan alam, yaitu prinsip tauhid sebagai kerangka kesadaran ketuhanan, prinsip amanah yang menekankan tanggung jawab moral dalam memanfaatkan sumber daya, serta prinsip keseimbangan (mīzān) yang mengatur batas-batas pemanfaatan agar tidak menimbulkan kerusakan. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa praktik pengelolaan alam yang sesuai dengan nilai-nilai Islam menuntut penerapan sikap moderasi, keberlanjutan, dan kepatuhan terhadap hukum syariah. Dengan demikian, manusia sebagai khalifah berkewajiban menjaga harmoni ekologis sebagai bentuk pengabdian kepada Allah dan usaha menciptakan kemaslahatan bagi seluruh makhluk.

This study aims to explain the fundamental role of human beings in managing the universe from an Islamic perspective. Theologically, Islam positions humans as khalīfah fī al-ardh, vicegerents on earth, who are mandated to preserve, cultivate, and responsibly manage the environment. This research employs a library-based method by analyzing primary sources, including verses of the Qur’an and Prophetic traditions, as well as secondary sources such as classical exegesis, Islamic environmental jurisprudence, and relevant contemporary scholarly works. The analysis is conducted through a descriptive-analytical approach to uncover the normative Islamic principles governing the human–nature relationship. The findings suggest that the human role in environmental management extends beyond mere functionality to encompass ethical, spiritual, and ecological dimensions. Islam emphasizes three fundamental principles that must guide environmental stewardship: the principle of tawḥīd as the framework for divine consciousness; the principle of amānah, which underscores moral responsibility in resource utilization; and the principle of balance (mīzān), which regulates the limits of exploitation to prevent harm and corruption. Furthermore, the study reveals that environmentally responsible practices in accordance with Islamic values require the implementation of moderation, sustainability, and adherence to the Sharī‘ah. Therefore, humans, as vicegerents, are obliged to maintain ecological harmony as an expression of servitude to God and as a means of achieving the welfare of all creation.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30