DAMPAK ALGORITMA TIKTOK TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA ISLAM
Kata Kunci:
Algoritma Tiktok, Kesehatan Mental, Remaja MuslimAbstrak
Penelitian ini mengkaji dampak algoritma TikTok terhadap kesehatan mental dan pola komunikasi sosial remaja Muslim di Indonesia, di mana TikTok menjadi platform dengan lebih dari 194 juta pengguna aktif pada 2025, khususnya usia 18–24 tahun. Metode kualitatif-deskriptif digunakan dengan analisis literatur dan observasi, serta model Huberman untuk proses data. Hasil menunjukkan algoritma TikTok yang personal dan agresif memengaruhi perilaku remaja melalui pengulangan konten yang menimbulkan echo chamber emosional, menyebabkan kecemasan, stres, FOMO, penurunan fokus, gangguan tidur, dan kecanduan.Di sisi positif, TikTok menjadi media kreativitas, pemasaran UMKM, pendidikan, dakwah digital, dan pembangunan jaringan profesional. Namun, dominasi interaksi virtual mengurangi kualitas komunikasi tatap muka, empati, dan pengelolaan emosi, yang berdampak pada melemahnya nilai sosial-keagamaan, hubungan keluarga yang menurun, serta meningkatnya kesepian pada remaja Muslim.Penelitian menyarankan strategi penguatan literasi digital, nilai keislaman, konseling psikologis, pengawasan penggunaan media sosial, dan pengembangan kegiatan sosial-spiritual sebagai upaya menjaga kesehatan mental dan memastikan penggunaan TikTok yang bijak sesuai nilai Islam.
This study examines the impact of TikTok's algorithms on the mental health and social communication patterns of Muslim youth in Indonesia, where TikTok has become a platform with over 194 million active users in 2025, particularly among those aged 18–24. A qualitative-descriptive method was employed, utilizing literature analysis and observation, along with the Huberman model for data processing. The results indicate that TikTok's personalized and aggressive algorithms influence adolescent behavior through repetitive content delivery, fostering emotional echo chambers that lead to anxiety, stress, FOMO, reduced focus, sleep disturbances, and addiction. On the positive side, TikTok serves as a medium for creativity, UMKM marketing, education, digital da'wah, and professional networking development. However, the dominance of virtual interactions diminishes the quality of face-to-face communication, empathy, and emotional management, which in turn weakens socio-religious values, reduces family relationships, and increases loneliness among Muslim adolescents. The study recommends strategies to strengthen digital literacy, Islamic values, psychological counseling, social media usage supervision, and the development of social-spiritual activities as efforts to safeguard mental health and ensure wise TikTok usage in accordance with Islamic principles.



