FUNGSI KURIKULUM BAHASA ARAB DI ERA OUTCOME-BASED EDUCATION: LITERATUR REVIEW DAN IMPLIKASI ABAD 21

Penulis

  • Siti Adilah Shafa Salsabilah Universitas Islam Raden Intan Lampung
  • Koderi Universitas Islam Raden Intan Lampung

Kata Kunci:

Kurikulum Bahasa Arab, Outcome-Based Education, Capaian Pembelajaran, Pendidikan Abad 21

Abstrak

Artikel ini mengkaji fungsi kurikulum Bahasa Arab dalam kerangka Outcome-Based Education (OBE) sebagai respons terhadap tuntutan pendidikan abad ke-21 yang menekankan kompetensi 4C—critical thinking, creativity, collaboration, dan communication. Melalui kajian literatur sistematis terhadap penelitian nasional dan internasional periode 2020–2025, ditemukan bahwa OBE berperan penting dalam mengintegrasikan nilai religius, akademik, dan kompetensi komunikatif secara terukur dan aplikatif. Kurikulum Bahasa Arab berbasis OBE tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada capaian nyata yang mencerminkan kemampuan berpikir kritis, literasi ilmiah, dan keterampilan global. Meskipun demikian, implementasinya menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi guru, resistensi terhadap inovasi kurikulum, kesenjangan infrastruktur digital, serta belum adanya standar asesmen yang kontekstual. Untuk itu, artikel ini merekomendasikan pelatihan guru berbasis OBE secara berkelanjutan, kolaborasi riset internasional, pengembangan instrumen asesmen autentik, dan optimalisasi teknologi pembelajaran. Kajian ini menegaskan bahwa OBE merupakan paradigma strategis untuk memperkuat efektivitas pembelajaran Bahasa Arab sekaligus menjadikan kurikulum lebih relevan dengan kebutuhan global dan karakteristik pendidikan Islam di Indonesia.

This study reviews recent literature on the function of the Arabic language curriculum within the framework of Outcome-Based Education (OBE) in the 21st century. Drawing on a systematic literature review of national and international studies published between 2020 and 2025, the findings highlight the strategic role of OBE in integrating religious values, academic literacy, and communicative competence. However, key challenges remain, including limited teacher capacity, resistance to curriculum change, digital access gaps, and issues of assessment standardization. To address these challenges, the article recommends OBE-based teacher training, international research collaboration, the development of context-sensitive assessment instruments, and the use of technology to enhance accessibility and effectiveness. Future research directions include longitudinal empirical studies, validation of Arabic language learning assessment models, and policy evaluation of OBE implementation at the national level.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30