PELATIHAN STRATEGI SOSIAL BRANDING MELALUI WEBSITE DESA DAN PEMASARAN DIGITAL PRODUK UMKM (DESA CIOMAS, KECAMATAN PANJALU, TAHUN 2025)
Kata Kunci:
Social Branding, UMKM, Wisata Bukit Baros, Pemasaran Digital, Website Desa, Pemberdayaan DigitalAbstrak
Penelitian ini mengkaji pelaksanaan pelatihan strategi social branding dan pemasaran digital bagi pelaku UMKM serta pengelola wisata alam Bukit Baros di Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu. Latar belakang penelitian berangkat dari terbatasnya kemampuan pelaku UMKM dalam membangun identitas merek digital serta belum optimalnya potensi wisata Bukit Baros karena tidak didukung oleh strategi branding terpadu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana pelatihan mampu meningkatkan kompetensi digital masyarakat dan mengintegrasikan promosi wisata serta UMKM melalui pemanfaatan website desa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, melibatkan 40 pelaku UMKM, pengelola website desa, dan pengelola wisata. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta menghasilkan konten visual dan naratif, menggunakan storytelling dalam promosi produk maupun destinasi, serta memanfaatkan website desa sebagai media promosi yang terintegrasi. Penelitian juga menemukan tumbuhnya sinergi antara branding wisata Bukit Baros dan UMKM lokal sehingga membentuk ekosistem ekonomi digital desa. Namun demikian, tantangan tetap ada, terutama terkait keterbatasan infrastruktur digital serta keberlanjutan pengelolaan konten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa social branding berbasis digital efektif dalam memperkuat identitas desa dan meningkatkan daya saing ekonomi lokal, meskipun memerlukan dukungan kelembagaan dan tata kelola digital jangka panjang.
This study examines the implementation of social branding and digital marketing strategy training for MSME actors and Bukit Baros nature tourism managers in Ciomas Village, Panjalu District. The background of this study stems from the limited ability of MSME actors to build a digital brand identity and the suboptimal potential of Bukit Baros tourism due to the lack of support from an integrated branding strategy. The purpose of this study is to analyze the extent to which training can improve the digital competence of the community and integrate tourism and MSME promotion through the use of the village website. The research used a qualitative descriptive method with data collection techniques in the form of observation, in depth interviews, and documentation, involving 40 MSME actors, village website managers, and tourism managers. The results of the study showed a significant increase in the participants' ability to produce visual and narrative content, use storytelling in product and destination promotion, and utilize the village website as an integrated promotional medium. The study also found growing synergy between the Bukit Baros tourism branding and local SMEs, thereby forming a village digital economy ecosystem. However, challenges remain, particularly regarding limitations in digital infrastructure and the sustainability of content management. This study concludes that digital-based social branding is effective in strengthening village identity and enhancing local economic competitiveness.



