PERAN ASY’ARIYAH DAN MATURIDIYAH DALAM PEMBENTUKAN TEOLOGI AHLUS SUNNAH WAL-JAMAAH

Penulis

  • Teuku Ryan Syuhufi Fhazlan Universitas Jambi
  • Roihan Waladi Universitas Jambi
  • Dedi Hardiyanto Universitas Jambi
  • Farhandani Raendra Universitas Jambi
  • Yuma Ananza Universitas Jambi
  • Ilham Borando Saragih Universitas Jambi
  • Supian Ramli Universitas Jambi

Kata Kunci:

Asy’ariyah, Maturidiyah, Ahlus Sunnah Wal-Jamaah, Teologi Islam, Pemikiran Islam

Abstrak

Ahlus Sunnah wal-Jamaah (ASWAJA) merupakan arus utama dalam tradisi pemikiran Islam yang memiliki pengaruh luas terhadap perkembangan teologi, hukum, dan peradaban Muslim. Dua aliran utama yang membentuk fondasi teologi ASWAJA adalah Asy’ariyah dan Maturidiyah, yang masing-masing menawarkan pendekatan metodologis berbeda dalam memahami hubungan akal dan wahyu, sifat-sifat Tuhan, serta definisi keimanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kedua aliran tersebut dalam merumuskan kerangka teologi ASWAJA serta menilai kontribusi historis dan epistemologisnya terhadap perkembangan pemikiran Islam. Dengan menggunakan metode studi pustaka terhadap karya-karya klasik dan penelitian akademik kontemporer, penelitian ini menemukan bahwa Asy’ariyah memberikan konstruksi teologi yang menekankan harmonisasi antara teks dan rasio secara terbatas, sementara Maturidiyah memberikan ruang lebih luas bagi rasionalitas dalam memahami ajaran agama. Meski terdapat perbedaan, keduanya secara historis bersinergi membentuk identitas teologi Sunni yang moderat, inklusif, dan adaptif terhadap dinamika zaman. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang akar teologis ASWAJA serta relevansinya dalam wacana keislaman modern.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30