HUBUNGAN USIA DENGAN SIKAP REMAJA TENTANG KEKERASAN SEKSUAL DI SMAN 1 KECAMATAN MANDAU KABUPATEN BENGKALIS PROVINSI RIAU
Kata Kunci:
Usia, Sikap, Remaja Dan Kekerasan SeksualAbstrak
Kekerasan seksual merupakan tindakan yang berkonotasi seksual yang hanya diinginkan oleh salah satu pihak seseorang untuk memuaskan hasrat seksualnya. Bentuk-bentuk kelecehan seksual adalah antara lain seperti komentar, menggoda, candaan, kerliangan, siulan, gesture tubuh ataupun menanyakan hal- hal yang bersifat seksual yang tidak diinginkan atau membuat korban tidak nyaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia dengan jenis kelamin remaja tentang kekerasan seksual di SMAN 1 Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Metode yang digunakan yaitu analitik kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling melalui pendekatan cross-sectional dengan menggunakan rumus slovin dengan jumlah sampel sebanyak 86 orang. Pengambilan data dilakukan dengan kuisioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden berusia 16 tahun (53,5%) dan memiliki sikap positif (83,7%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square didapatkan p-value 0,678. Hasil menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara usia dengan sikap siswa remaja awal terkait kekerasan seksual. Berdasarkan hasil penelitian tidak ada hubungan yang bermakna antara usia dan sikap siswa remaja terhadap kekerasan seksual. Hal ini dimungkinkan karena ada factor lain yang mempengaruhi sikap tersebut. Walaupun demikian, peningkatan sikap positif terhadap kekerasan seksual perlu ditingkatkan pada siswa berusia lebih 16 tahun, mengingat masih terus meningkatnya akan kekerasan seksual pada kelompok usia dan dampak yang sangat merugikan bagi korbannya.
Sexual violence is an act of sexual connotation that is only desired by one party to satisfy their sexual desires. Forms of sexual harassment include comments, teasing, jokes, lewdness, whistling, body gestures or asking things of a sexual nature that are unwanted or make the victim uncomfortable. The purpose of this study was to determine the relationship between age and gender of adolescents regarding sexual violence at SMAN 1, Mandau District, Bengkalis Regency, Riau Province. The method used was quantitative analytic with a simple random sampling technique through a cross-sectional approach using the Slovin formula with a sample size of 86 people. Data collection was conducted using a questionnaire. The results showed that the majority of respondents were 16 years old (53.5%) and had a positive attitude (83.7%). The results of the bivariate analysis using the Chi-Square test obtained a p-value of 0.678. The results showed no significant influence between age and the attitudes of early adolescent students regarding sexual violence. Based on the results of the study, there was no significant relationship between age and adolescent students' attitudes towards sexual violence. This is possible because there are other factors that influence these attitudes. However, increasing positive attitudes towards sexual violence needs to be increased in students aged 16 years and over, considering the continued increase in sexual violence in this age group and the very detrimental impact on victims.



